Pengunjung ke :
hit counters

Klip Metropolis

Himbauan Walikota Palembang


Get Our Link


Get the HTML Code:


Produk Kami







Links













Edisi Sebelumnya


Arsip

Galeri Foto

Statistik Pengunjung

Berita seputar kegiatan Pemerintah Kota Palembang klik di sini

Asep Rahman Jabat Dandim 0418 Palembang

Senin 29/06/09, 4:20 PM oleh Wahyu.

click flag to display the contents - klik bendera untuk menampilkan berita
 
  

Serah Terima Komandan KODIM 0418 Palembang

•    Akan Perkuat Hubungan TNI dengan Pihak Luar

Letkol Infanteri Asep Rahman secara resmi menjabat sebagai Komandan Kodim 0418 Palembang yang baru. Ia menggantikan Letkol Infanteri Yuswandi yang sebelumya menjabat. Upacara serah terima jabatan dilaksanakan tadi pagi di halaman gedung DPRD Kota Palembang, dipimpin komandan upacara Kol Inf Edi Sumarto yang juga Danrem 044 Garuda Dempo.

Hadir dalam serah terima jabatan ini Walikota Palembang Eddy Santana Putra beserta jajaran pemerintah kota dan unsur muspida, Danlanal, Danlanud.

Dalam sambutannya, Asep Rahman mengatakan bahwa prajurit Kodim harus menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan bangsa.

“TNI juga harus manunggal dengan rakyat,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Asep Rahman juga mengatakan pihaknya akan memperkuat hubungan dengan pihak luar seperti Pemerintah Kota Palembang, instansi serta masyarakat luas.

“Di dalam lingkaran TNI,  kita akan terus membina dan meningkatkan kemampuan 268 prajurit TNI yang saat ini kita miliki. Sedangkan hubungan ke luar adalah untuk memperkuat kesatuan bangsa,” kata Asep, kepada wartawan seusai acara.

Sebelumnya, kemarin, pria yang menjabat sebagai Perwira Pembantu Madya Staf Operasi Kodam II Sriwijaya,  ini mengatakan dirinya akan terus melanjutkan program pimpinan Kodim yang lama. Prestasi yang diperoleh akan terus ditingkatkan.

“Semua keberhasilan menjadi tugas lanjutan saya dan menjadi tantangan kedepan jajaran Kodim 0418,” katanya.

Pada sisi lain, Letkol Inf Yuswandi mengatakan banyak pengalaman yang dipetik saat menjabat Dandim di Palembang. Apalagi, Palembang merupakan ibu kota provinsi yang terus membangun dan bervisi sebagai kota internasional.

Dengan kondisi tersebut, katanya, Kodim 0418 memiliki peran strategis, mulai dari pembinaan anggota hingga pemberdayaan wilayah sekitar.

Yuswandi juga mengaku terkesan selama setahun menjabat Dandim di Palembang.

“Masyarakat banyak mendukung kegiatan TNI, begitu juga dengan pemerintah kota. Untuk itu saya ucapkan terima kasih,” kata pria yang dipromosikan menjabat  Wakil Kepala Asisten Operasi Kodam II Sriwijaya ini. (why)

Asep rahman served as military district commander 0418 of palembang

• Indonesian National Army (TNI) will strengthen the relationship with external part.

Infantry Lieutenant Colonel Asep Rahman formally served as a new Military Disrtrict Commander (DANDIM) 0418 of Palembang. He succeeded Infantry Lieutenant Colonel Yuswandi. The ceremony of transfer of function is carried out this morning on the yard of regional parliament of Palembang city office, led by commander of ceremony Infantry Colonel Edi Sumarto occupies as Military Area Commander 044 Garuda Dempo.

The transfer of function was in the presence of the Mayor of Palembang city Eddy Santana Putra and ranks of Palembang city government , Regional Executive Conference, and Naval Base Commander as well as Air Force Base Commander.

On his commentary, Asep Rahman said that Military District Private should pay unitary nation to a royal command.
“Indonesian National Army should also be one and the same with the people,” said Asep Rahman.
On the good occasion, Asep Rahman also said that his side would strengthen the relationship with external side like the government of Palembang city, agency and community.

“Within the TNI, we are going to keep on building and upgrading the competence of the soldier of TNI 268 that we have. While the relationship with external side is to strengthen the unitary nation ,” said Asep to journalist.

Beforehand, the man served as mid-level aide of operational staff of Regional Military Command (KODAM), said that he would keep on the program carried out by the previous Military District Commander. The got-achievement would be continued.

“All the achievement will be continued by me and challenge in the future for District Military Command (KODIM) 0418 ranks,” said Asep.

On the other side Infantry lieutenant Colonel Yuswandi said there were so much experience got while serving as Military District Commander (DANDIM) in Palembang. Moreover, Palembang is the provincial capital that keep building on and having a vision as an inretnational City.

On the condition, said Yuswandi KODIM 0418 has strategic role, from the building officer to fraud the zone.
Yuswandi also claims to be impressed during one year serving as DANDIM in Palembang.

“The people and the government of Palembang city support the activity of TNI. So I would like to say thank you ,” said the man that will be promoted as deputy chief of operational assistant of KODAM II Sriwijaya .


AS Lirik Penerapan Desentralisasi di Palembang

Jumat 26/06/09, 3:51 PM oleh Wahyu.

click flag to display the contents - klik bendera untuk menampilkan berita
 
  

Pertemuan Konsulat AS Micheal R Rousek dengan Wakil Wali Kota Palembang Romi Herton, di Kantor Pemerintah Kota Palembang, Jumat (26/6).

Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama memuji perkembangan desentralisasi dan otonomi daerah di Indonesia yang menurutnya berjalan cukup baik. Salah satunya di bidang pendidikan.

Karena itu, AS akan menjalin kerja sama dengan daerah-daerah di Indonesia yang telah menerapkan desentralisasi pendidikan, salah satunya Provinsi Sumatera Selatan, dengan Kota Palembang sebagai tolok ukurnya.

Hal itu diungkapkan oleh konsulat AS Micheal R Rousek, saat pertemuan dengan Wakil Wali Kota Palembang Romi Herton, di Kantor Pemerintah Kota Palembang, Jumat (26/6). Pertemuan terkait dengan perkembangan dan penerapan desentralisasi.

“Ada beberapa trend yang membuat negara kita ingin melakukan kerja sama dengan Kota Palembang untuk education,” kata Rousek.

“Kita  tidak meminta SDM-nya, tapi komitmen dari pemerintah provinsi, dalam hal ini kota Palembang. Komitmen itu yakni improve system bahasa Inggris di Palembang.” lanjutnya.

Wakil Wali Kota Palembang Romi Herton menyambut baik keinginan AS tersebut, terutama dalam desentralisasi dan otonomi daerah.

“Ini merupakan suatu kehormatan. Kita menyambut baik apa yang diungkapkan konsulat tersebut,” ujar Romi.

Menurut Wikipedia, desentralisasi adalah penyerahan kewenangan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah untuk mengurusi urusan rumah tangganya sendiri berdasarkan prakarsa dan aspirasi dari rakyatnya dalam kerangka negara kesatuan Republik Indonesia. Adanya desentralisasi akan memunculkan otonomi bagi suatu pemerintahan daerah. (why)

Decentralization of Palembang City is Seen By U.S.

The president of US Barrack Obama praised the progress of decentralization and regional autonomy in Indonesia which according to him run well. One of them is in educational field.

So, US will cooperate with the regions in Indonesia which have applied educational decentralization, one of them is South Sumatera Province, with Palembang city as its criterion.

It was said by US consulate Michael R Rousek, while meeting with vice-Mayor of Palembang city Romi Herton in the office of Palembang city government, Friday (26/6). The meeting related with the development and application of decentralization.

“ There are some trends that make our country wishes cooperate with the Palembang city in educational sector. We are not going to ask its HRD (Human Resources Development), but the commitment from the provincial government , in this case is Palembang city . The commitment is to improve the English language system in Palembang,” said Rousek.

Vice-mayor of Palembang city Romi Herton reacted positively the US desire, especially in decentralization and regional autonomy.

“ This is appreciation for us . we are going to respond and react positively Rousek’s desire and offer,” said Romi.

According to Wikipedia, decentralization is delegation of authority from central government to regional government to manage its ownhome and affairs based on the initiative of and aspiration from the local community in the framework unitary state of Indonesian republic. With the existence of decentralization it will make an appearance the autonomy for the regional government.


Tanpa ke Malaysia, TKI Dapat Hidup Lebih Baik

Jumat 26/06/09, 2:59 PM oleh Wahyu.

click flag to display the contents - klik bendera untuk menampilkan berita
 
  

Wakil Walikota Palembang, Romi Herton

* Wawako Dukung Penghentian TKI ke Malaysia
* Warga Palembang Manfaatkan Peluang Yang Ada

Wakil Wali Kota Palembang Romi Herton, mendukung rencana pemerintah pusat menghentikan sementara pengiriman tenaga kerja Indonesia (TKI) di sektor informal ke Malaysia.

“Larangan itu lebih baik. Karena kalau bangsa ini mau besar, tidak harus  mengirimkan TKI keluar dan bangsa kita akan punya harga diri,” kata Romi, di Kantor Pemerintah Kota Palembang, Jumat (26/6).

Menurutnya, tanpa mengirim tenaga kerja ke Malaysia, Indoenesia masih dapat hidup lebih baik melalui lapangan pekerjaan yang ada.

Seperti diketahui, pemerintah melalui Menteri Tenaga Kerja Erman Soeparno, kemarin memutuskan bahwa besok (hari ini-red) pemerintah akan menghentikan sementara pengiriman TKI di sektor informal ke negeri jiran Malaysia. Hal ini terkait dengan maraknya kasus penyiksaan dan penganiayaan yang dialami pekerja Indonesia di sana.

Penghentian TKI, kata menteri, dilakukan sampai peninjauan ulang (review) nota kesepahaman atau MoU antara Indonesia dan Malaysia dilakukan pada 15 Juli mendatang. Mou tentang TKI sebelumnya ditandatangani kedua belah pihak pada Juni 2006.

Menyikapi keputusan ini, Pemerintah Kota Palembang, kata Romi akan melakukan berbagai upaya. Antara lain menjalin kerja sama dengan dengan masyarakat melalui dinas dan instansi pemerintah.

“Kita akan melakukan pembinaan keahlian. Ini untuk meningkatkan skill para pencari kerja, sehingga dengan skill yang dimiliki dapat meningkatkan taraf hidup,” katanya.

Romi juga mengatakan, sebenarnya para pencari kerja asal Palembang dapat memanfaatkan berbagai peluang yang ada di kota ini untuk mencari nafkah. Apalagi, katanya, Palembang bervisi menjadi kota internasional.

“Visi Palembang kota internasional dapat membuka peluang peningkatan kunjungan wisata. Dari situ, mereka (para pencari kerja) bisa memanfaatkan peluang yang ada, dengan menjadi pemandu wisata atau membuka jajanan khas daerah,” beber Romi.

“Masyarakat harus mampu berbahasa asing untuk menjadi pemandu wisata nantinya. Dan juga bisa membuka lapangan kerja sendiri,” demikian Romi. (why)

Without going to malaysia, Indonesian Worker in a Foreign Country (TKI) Can Live in a Better Condition.

Wakil Walikota Palembang, Romi Herton

* Vice-Mayor supported TKI go to Malaysia
* The society of Palembang make use of the available Chance.

Vice-mayor of Palembang city Romi Herton supported the planning of central government to stop provisionally the sending of TKI in formal sector to Malaysia.

“ The prohibition is better, because if this country will be great, it shouldn’t send the TKI abroad and our nation will be national self-respect,” said Romi in the office of Palembang city government, Friday(26/6).

According to Romi, without sending the worker to Malaysia, Indonesia can live in a better condition get by the available job. The government through the minister of labor Erman Soeparno, decided that tomorrow (today-red) the government will stop provisionally the sending of TKI in formal sector to Malaysia. The stopping of TKI , said the minister carried out till the review of MoU between Indonesia and Malaysia done on the next July 15. The previous MoU about TKI signed by the two party on June, 2006.

With this agreement the government of Palembang city would do some efforts among others to cooperate with the community get by the government agency.

“We are going to do the skill formation . it will be done to increase the skill of laborer so they can increase their standard of living ,” said Romi.

Romi also said that actually the laborer from Palembang city could make use of the available opportunity in this city to earn their living. Moreover, said Romi Palenmbang having a vision to be an international city.

“ The vision of Palembang to be an international city can open the opportunity to increase the tourist visit . it will give the opportunity for the laborer to be guide or to sell the various kinds of traditional food/snacks, “ said Romi.

“ The community should be able to master foreign language in order to be guide, and should also open the jobs, “ said Romi. (why)


Stiker Berlebihan, Bus Kota Dijaring Petugas

Kamis 25/06/09, 12:30 PM oleh Wahyu.

click flag to display the contents - klik bendera untuk menampilkan berita
 
  

Kemacetan di kota Palembang (sumber foto : kotapalembang.blogspot.com)

Sebanyak 47 bus kota dari berbagai jurusan di Kota Palembang dijaring oleh Dinas Perhubungan dan Kepolisian Kota Besar (Poltabes) Palembang.

Bus-bus kota itu dijaring karena memasang stiker secara berlebihan di bagian kaca depan dan belakang, sehingga menutupi pandangan di dalam bus. Stiker yang berlebihan ini dikhawatirkan dapat memicu tindak kejahatan di angkutan umum.

“Pembongkaran stiker ini telah diatur dalam Perda Nomor 10 Tahun 2005 tentang Tata Tertib Kendaraan. Razia yang kita gelar ini merupakan yang ketiga dalam satu bulan ini,” kata Kepala Seksi Penyidik Pegawai Negeri Sipil Dinas Perhubungan Kota Palembang, Heriyanto, ditemui di sela-sela razia di Jl. May Tjik Agus Kemas, Kamis (25/6).

Meski begitu, bus kota yang terjaring tidak ditahan. Supir bus dengan kesadaran sendiri melepas stiker di kendaraan mereka. Beberapa petugas juga membantu.

“Razia ini kita lakukan secara persuasif,” ujar Heriyanto.

Selain merazia bus ber-stiker, petugas juga menahan surat-surat mengemudi empat kendaraan. Dua diantaranya merupakan angkutan kota jurusan Sekip, dua kendaraan lagi merupakan travel angkutan kota dalam provinsi atau AKDP, yang dilarang melintas dalam kota sesuai dengan Perda Nomor 17 Tahun 2005.

Sementara itu, Kepala Unit Patroli Poltabes Palembang Iptu Hardiman, mengatakan, dalam razia kali ini pihaknya bersama dengan Dinas Perhubungan telah menjaring 130 kendaraan umum.

“Ini razia hari ke-tiga,” sebutnya, “kendaraan tersebut stikernya kita bongkar secara paksa di lapangan.”

“Kalau kendaraan tertutup terlalu berlebihan oleh stiker dan aksesoris lain, dapat saja menyebabkan kecelakaan. Selain itu, stiker dapat memberi ruang bagi pelaku tindak kejahatan beraksi secara leluasa karena tidak kelihatan dari luar,” tutur Hardiman. (why)

Oversticker, The City Buses Were Carried Out a Raid by Officer

As many as 47 city buses from various heading from in Palembang city carried out a raid by Transportation Agency and Large City Territorial Police of Palembang.

The buses were carried out a raid because of having oversticker on front windshield and on back windshield, so it would close the view in the bus. Oversticker was worried about triggering a criminal act in public transportation.

“ The forcing stickers pulled down were regulated on local regulation no. 10 in 2005 about vehicle Regulations. Police raid carried out was the third times in this month,” said the section head of civil servant investigator of Palembang Transportation Agency Heriyanto met while carrying out a raid on Mayor Tjik Agus Kemas street, Thursday (25/06).

However, the buses were swept up in a raid not to be arrested. The bus drivers with selfawareness pulling down the stickers on their bus. Some officers also helped them.

“This police a raid carried out with persuasive,” said Heriyanto.

Beside carrying out a raid the sickers, the officer also arrested the driver’s license of four vehicles , two of them were transportation from Sekip heading from and the others were from travel of city transportation in a province. The last ones were forbidden to go through in city related with the local government regulation no 17 in 2005.

Meanwhile, the unit head of Patrol of Large City Territorial Police of Palembang Iptu Hardiman said in this police raid, the police together with the transportation Agency had carried out a raid swept up in a raid 130 public transportation.

“ This police raid was the third day , and the stickers were forced to pull down ,” said Hardiman.

“ If the closed vehicles having oversticker and other accessories can cause the accident. Beside it would give the perpetrator to do criminal act freely because not to be seen by the traffic police,” said Hardiman.


Diperlukan, Kamus Bahasa Palembang

Selasa 23/06/09, 12:51 PM oleh Wahyu.

click flag to display the contents - klik bendera untuk menampilkan berita
 
  

Wali Kota Palembang Eddy Santana Putra menginginkan adanya kamus khusus berbahasa asli Palembang. Soalnya, penutur bahasa asli Palembang saat ini semakin langka.

“Kalau memakai bahasa daerah masing-masing, kan sulit dimengerti. Hanya, sepertinya memang diperlukan upaya pelestarian Bahasa Palembang yang asli sehingga tidak hilang nantinya,” katanya.

Kamus bahasa, kata Eddy, diperlukan sebagai acuan bagi masyarakat.

“Kami memang butuh kamus khusus untuk bahasa Palembang. Bahasa Komering saja ada kamusnya. Pemkot siap memfasilitasi,” katanya, seusai beraudiensi dengan panitia seminar bahasa di Kantor Wali Kota, Senin (21/6).

Menurut Eddy, ada kamus bahasa Palembang yang dibuat dan disimpan perorangan. Karena itu, di harapkan nantinya pakar-pakar bahasa, khususnya bahasa daerah, dapat membahas masalah tersebut.

Eddy juga mengatakan, adalah tidak mungkin bagi pemerintah melarang warganya untuk menggunakan bahasa Palembang modern seperti saat ini. Meski begitu, ia meminta tetap di lakukan evaluasi sehingga pemakaian bahasa itu tetap santun dan beretika.

“Kemungkinan rencana tersebut akan ditindaklanjuti dalam muatan lokal di sekolah,” ujar Eddy.

Sementara itu, Rektor Universitas Sriwijaya Badiah Parizade, mengatakan, Kota Palembang pada 23 Juli mendatang akan menyelenggarakan seminar pendidikan bahasa. Seminar ini rencananya dihadiri peserta dari Jakarta, Banten dan Kalimantan.

“Ini seminar wilayah barat yang akan mengupas masalah bahasa, termasuk bahasa daerah,” katanya. (why)

Palembangnese Dictionary Is Needed

The Mayor of Palembang city Eddy Santana Putra hoped the existence of native-Palembangnese dictionary, because the speakers of native-Palembangnese nowadays less and less.

“If everyone uses his own local language , it will be hard to be understood. To make the native-palembangnese everlasting should be done in order not to be abused .The native-palembangnese dictionary would be needed as a standard for society ,” said Eddy.

“ We really need the native-Palembangnese dictionary , as the Komering language dictionary has existed. The government of Palembang city will facilitate it,” said Eddy Santana Putra after having an audience with language seminar committee in the Mayor office, Monday (21/06).

According to Eddy, there had been native-palembangnese dictionary made and saved personally. So it would be hoped that the linguists, especially the linguists of local language, could discuss the problem.

Eddy also said that it would be impossible for the government of Palembang city forbade the citizen to use the modern palembangnese this time. However, he asked to evaluate the user sof the language were politely and linguistic etiquette.

“ The possibility of the planning will be taken the next step on the local content ( the local subject of the school ) in the schools,” said Eddy Santana Putra.

Meanwhile , the rector of Sriwijaya University Badiah Parizade said that the Palembang city on the next July 23 will hold the language educational seminar. The seminar will be planned in the presence of the participants from Jakarta, Banten, and kalimantan.

“This western zone seminar will discuss about the language matter included the local language,” said Badiah.






*Untuk mendapatkan tampilan terbaik sebaiknya menggunakan Mozzila Firefox browser.