Pengunjung ke :
hit counters

 

September 2010
S S R K J S M
« Nov    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Klip Metropolis

Himbauan Walikota Palembang


Get Our Link


Get the HTML Code:


Produk Kami







Links













Berita seputar kegiatan Pemerintah Kota Palembang klik di sini

Palembang Punya 5 Ribu Buku Bacaan

Senin 30/11/09, 5:27 PM oleh Wahyu.

click flag to display the contents - klik bendera untuk menampilkan berita
 
  

Pameran Buku

Palembang Got Five Thousand Reading Books

Kepala Perpustakaan Badan Arsip Perpustakaan dan Dokumentasi Kota Palembang Nurhayati mengatakan, idealnya Palembang punya 10 ribu buku bacaan di semua perpustakaan untuk memenuhi kebutuhan minat baca warganya, terutama bagi para pelajar.

“Tapi, sembari menunggu bantuan dari pemerintah pusat, saat ini kita sudah punya 5 ribu buku bacaan untuk semua kalangan,” kata Nurhayati, seusai peluncuran Perpustakaan Badan Arsip Perpustakaan dan Dokumentasi Kota Palembang, di Jl. Tasik, Senin (30/11).

Buku-buku bacaan itu, ujar Nurhayati, saat ini tersedia di Badan Arsip Perpustakaan dan Dokumentasi Kota Palembang, di Jl. Bambang Utoyo, dengan komposisi 60 persen buku pengetahuan umum, dan sisanya 40 persen untuk buku pengetahuan agama.

Dengan telah diluncurkannya badan arsip perpustakaan ini, Nurhayati berharap minat baca di kalangan pelajar di Kota Palembang kian meningkat. Pihaknya, ujar Nurhayati, siap memberikan pelayanan yang optimal bagi pelajar maupun warga yang berkunjung ke perpustakaan.

“Badan Arsip ini terbuka untuk umum. Siapa saja boleh datang. Kita juga siapkan 24 sumber daya manusia untuk pelayanan,” sebut Nurhayati.

Ia menambahkan, pada 2013 pihaknya menargetkan semua perpustakaan di Kota Palembang telah menjadi pusat-pusat bacaan terlengkap. Sehingga, warga tak perlu repot-repot lagi mencari buku maupun literature tentang semua hal di perpustakaan lain di Tanah Air.

“Ini juga sesuai dengan instruksi Wali Kota Palembang,” kata Nurhayati lagi.

Wali Kota Palembang Eddy Santana Putra menyambut positif peluncuran badan arsip ini. Menurut wali kota, dalam sambutannya yang dibacakan staf ahli pemerintah kota bidang Hukum, Sosial Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Sayuti Hadim, perpustakaan merupakan salah satu wahana pendidikan sekaligus rekreasi bagi masyarakat. Pemerintah kota kata Sayuti terus berkomitmen menggalakkan minat baca di masyarakat.

“Komitmen itu antara lain dengan pembangunan 70 perpustakaan di setiap masjid-masjid di Kota Palembang pada tahun 2009 ini,” ujar Sayuti. (why)

Head of the Library Board of Library Archives and Documentation of Palembang city Nurhayati said that Palembang ideally have 10 thousand reading books in the library to meet the needs of the reading interest of its citizens, especially for students.

“But, while waiting for assistance from the central government, now we’ve got 5 thousand books for all the readings,” said Nurhayati, after the launch of the Library Board of Library Archives and Documentation city of Palembang, on Jl. Tasik, Monday (30/11).

The reading books, said Nurhayati, currently available in the Board of Library Archives and Documentation city of Palembang, on Jl. Bambang Utoyo, with 60 percent of the composition of the general knowledge books, and the remaining 40 percent for a book of religious knowledge.

With the launch of this library archives agency, Nurhayati expect interest in reading among students in the city of Palembang increasing. His part, said Nurhayati, ready to provide optimal service for students and residents who visit the library.

” This Board Archive is open to the public. Anyone can come. We also prepared 24 human resources for the service, “said Nurhayati.

He added, in 2013 it targets all libraries in the city of Palembang has become centers of complete reading. Thus, citizens do not have to bother anymore looking for books and literature about all the things in other libraries in the country.

“This also fits with the instructions of Palembang mayor,” said Nurhayati again.

Palembang mayor Eddy Santana Putra agency responded positively to the launch of this file. According to the mayor, in his speech read by the city government’s expert staff of the Law, Social Community and Human Resources Sayuti Hadim, the library is one of the educational and recreational vehicle for the community. Sayuti said the city government is committed to promote reading in the public interest.

“The commitment was partly by the construction of 70 libraries in each of the mosques in the city of Palembang in 2009 this year,” said Sayuti. (why).


2009, Jumlah Anjal Menurun

Minggu 29/11/09, 11:59 AM oleh Dayat.

click flag to display the contents - klik bendera untuk menampilkan berita
 
  

2009, Total Beggar is Decreased

The number of street children (anjal) in Palembang City continues to decline. If in 2008, recorded as many as 900 anjal, beggars and beggars, in 2009 this number only about 500 of the course.

Jumlah anak jalanan (anjal) di Kota Palembang terus menurun. Jika pada 2008, terdata sebanyak 900 anjal, gembel dan pengemis,  pada 2009 ini jumlahnya tinggal sekitar 500-an saja.

Hal itu dikemukakan oleh Kepala Dinas Sosial Kota Palembang Hasbullah Tuwi, kepada wartawan belum lama ini.

Penurunan yang terjadi, kata Hasbulah, karena peran dan upaya yang terus-menerus dari Pemerintah Kota Palembang dalam merazia para “penyakit sosial” itu.

“Setelah dirazia, para anjal, gepeng dan pengemis itu kita kumpulkan untuk diberi  pembinaan dan bekal keterampilan,” katanya.

Menurut dia, anjal, gepeng dan pengemis merupakan salah satu fenomena sosial di perkotaan yang belakangan ini terus ada. Kehadiran mereka disebabkan karena “kegagalan” dalam beradaptasi dengan dinamisnya derap pembangunan di sebuah kota besar.

Kehadiran anjal, gepeng dan pengemis, kata Hasbullah, acapkali meresahkan warga masyarakat. Selain, merusak pemandangan, ulah mereka kadangkala dapat menyebabkan kemacetan pengguna jalan.

“Para gepeng ini sulit sekali untuk ditertibkan. Walaupun sudah sering ditangkap dan diberikan pembinaan, mereka masih saja menekuni pekerjaan mengemis jika telah dibebaskan nanti,” tutur Hasbulah.

Meski para komunitas yang gagal beradaptasi ini tak bisa dihilangkan 100 persen, lanjut Hasbullah, kondisi ini tak menyurutkan niat pihaknya terus melakukan razia anjal, gepeng dan pengemis secara rutin.

“Kita akan terus melakukan patroli terutama di jalan-jalan protokol atau tempat yang dianggap strategis bagi mereka,” ujar Hasbullah.

“Mereka yang ditangkap, nantinya diberikan penyuluhan, pengetahuan, dan keterampilan. Sedangkan orang gila diserahkan ke rumah sakit jiwa untuk diobati,” ia melanjutkan.

Upaya pemerintah ini, kata Hasbullah, haruslah diikuti partisipasi masyarakat dengan tidak membiasakan diri memberi sedekah atau sumbangan kepada anjal, gepeng dan pengemis di jalan-jalan. Sebab, hal ini, kata Hasbullah, “Menjadi faktor berkembangnya jumlah anjal dan pengemis.” (yat)

The number of street children (anjal) in Palembang City continues to decline. If in 2008, recorded as many as 900 anjal, beggars and beggars, in 2009 this number only about 500 of the course.

This was stated by Head of Social Tuwi Hasbullah Palembang, told reporters recently.

The decline is happening, Hasbulah said, because the role and efforts continued from the Government raided the city of Palembang in the “social disease” that.

“After dirazia, the anjal, sprawl and the beggar we gather to give guidance and provision of skills,” he said.

According to him, anjal, flattened and beggars is one of the social phenomenon in the recent urban continues to exist. Their presence was due to “failure” in adapting to the dynamic pace of development in a big city.

Presence anjal, sprawl and beggars, said Hasbullah, often disturbing residents. In addition, damage to scenery, their behavior can sometimes lead to congestion road users.

“The flat is very difficult for the disciplined. Despite often arrested and given guidance, they still have to beg to his job if it has been released later, “said Hasbulah.

Although the community failed to adapt this could not be eliminated 100 percent, more Hasbullah, these conditions did not dampen his party intent on doing raids anjal, flat and beggars on a regular basis.

“We will continue to conduct patrols, especially in the streets or places protocols that are considered strategic for them,” said Hasbullah.

“Those who are arrested, will be given guidance, knowledge, and skills. While assigned to a lunatic asylum for treatment, “he continued.

This government effort, said Hasbullah, must be followed by public participation is not used to giving alms or donations to anjal, sprawl and beggars in the streets. Because of this, Hasbullah said, “Being a growing number of factors anjal and beggars.” (Yat)


Bantuan untuk Ponpes Naik 100 Persen

Sabtu 28/11/09, 6:10 PM oleh Wahyu.

click flag to display the contents - klik bendera untuk menampilkan berita
 
  

sambutan-wako

Help for Ponpes Up to 100 Percent

Palembang City Government consistently pay attention to Islamic boarding schools (Ponpes). The proof, in 2010, the city government will increase budgetary allocations for the 27 cabin printers intellectual-moral generation was up to 100 percent.

Pemerintah Kota Palembang terus konsisten memberikan perhatian kepada pondok pesantren (Ponpes). Buktinya, pada 2010, pemerintah kota akan menaikkan alokasi anggaran bagi 27 pondok pencetak generasi intelektual-moral ini hingga 100 persen.

“Tahun depan, bantuan untuk ponpes akan saya naikkan sebesar Rp 20 juta dari Rp 10 juta setiap tahunnya, sehingga pembinaan kepada anak-anak lebih optimal,” ungkap Wali Kota Palembang Eddy Santana Putra, seusai menyerahkan dana bantuan ke Ponpes se-Palembang di Aula MAN 3 Palembang, Kamis (26/11). Adapun ponpes yang mendapatkan bantuan, antara lain, Ponpes modern Al Ihsan, Ponpes Jamiatul Quro, Ponpes Nurul Qomar di Kecamatan Ilir Timur II.

Usulan untuk peningkatan bantuan tersebut, ujar Eddy, telah diajukan dalam APBD Kota Palembang tahun 2010.

Dikatakan Eddy, bantuan tersebut dimaksudkan untuk menunjang kegiatan operasional Ponpes sehari-hari. Dari situ, diharapkan pembinaan para santri di Ponpes di Kota Palembang tak kalah dengan sekolah negeri maupun swasta. Intinya, bantuan itu, untuk meningkatkan kualitas para santri.

Dia menambahkan, ponpes punya peranan penting dalam membina generasi muda. Di samping mengajarkan ilmu pengetahuan, ponpes juga kata Eddy memberikan pembinaan secara mental dan spiritual.

”Beberapa lulusan kita sudah banyak yang mendapatkan beasiswa di Al-Azhar Kairo. Ini suatu kebanggaan tersendiri bagi kita. Mudah-mudahan kita bisa terus mencetak anak didik yang berprestasi untuk menuntut ilmu di sana (Al-Azhar),” harap Eddy.

Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Sosial Setda Kota Palembang, Herty Mochtar mengatakan, tujuan pemberian bantuan tersebut untuk meningkatkan mutu santri.

“Pemberian bantuan supaya kualitas para santri bisa sejalan dengan visi Kota Palembang menuju kota internasional yang religius,” katanya.

Herty menambahkan, saat ini pihaknya juga terus melakukan pembenahan sistem pengajaran di Ponpes yang ada.

”Kita tetap berkoordinasi dengan Diknas Kota Palembang untuk sistem pendidikannya, agar tetap sama dengan yang ditetapkan oleh pemerintah pusat. Kita harapkan peningkatan sistem pendidikan tersebut akan dapat berjalan seiring dengan kualitas yang dihasilkan setelah anak-anak didik selesai belajar di Ponpes, ” kata Herty. (why)

Palembang City Government consistently pay attention to Islamic boarding schools (Ponpes). The proof, in 2010, the city government will increase budgetary allocations for the 27 cabin printers intellectual-moral generation was up to 100 percent.

“Next year, will help me raise Ponpes Rp 20 million from Rp 10 million each year, so the coaching to the children is more optimal,” said Palembang mayor Eddy Santana Putra, after he handed over the aid funds Ponpes a Palembang in the Hall MAN 3 Palembang, Thursday (26/11). The Ponpes, which is supported, among others, modern Ponpes Al Ihsan, Ponpes Jamiatul Quro, Ponpes Nurul Qomar in East Ilir District II.

The proposal to increase such assistance, Eddy said, have been proposed in the budget year 2010 City of Palembang.

It is said Eddy, this assistance is intended to support the operational activities of daily Ponpes. From there, the students are expected to coaching in the city of Palembang Ponpes no less with public and private schools. In essence, aid, to improve the quality of the students.

He added, Ponpes have an important role in nurturing the younger generation. In addition to teach science, said Eddy Ponpes also provide guidance mentally and spiritually.

“Some of our graduates have much to get a scholarship at Al-Azhar Cairo. This is a pride for us. Hopefully we can continue to print high-achieving students to study there (Al-Azhar), “please Eddy.

Meanwhile, Head of the Secretariat of Social Welfare Palembang, Herty Mochtar said the purpose of providing assistance to improve the quality of students.

“The granting of aid to the quality of the students in line with the vision to Palembang to international religious city,” he said.

Herty added, this time his side also continue to make corrections in Ponpes teaching systems available.

“We are still coordinating with the Department of Education for the City of Palembang education system, to remain the same as that set by the central government. We expect improvement of education system will be able to go along with the resulting quality of the children after students finished studying in Ponpes, “Herty said. (why)


Tak Kembalikan Laptop, Dewan Akan Dikorankan

Kamis 26/11/09, 3:49 PM oleh Wahyu.

click flag to display the contents - klik bendera untuk menampilkan berita
 
  

Laptop DPR

No Return Laptop, the Board will be Written on Newspaper

This is a warning to members of the Regional Representatives Council Palembang 2004-2009 period.


Ini peringatan bagi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Palembang periode 2004-2009.

Jika mereka enggan atau belum mengembalikan komputer jinjing atau biasa disebut laptop, dalam waktu dekat mereka akan diberikan tindakan tegas. Tindakan tegas itu berupa pencantuman nama mereka di media massa.

Menurut Sekretaris Dewan Syaiful, tindakan ini bakal diambil apabila sampai tenggat waktu yang ditentukan, laptop milik Negara ini belum juga dikembalikan ke sekretariat dewan.

“Sebelumnya, surat pemberitahun telah kita layangkan sebanyak dua kali kepada mantan dewan ini, untuk segera memulangkan fasilitas negara yakni laptop, tapi tidak diindahkan,” terang Syaiful, di ruang kerjanya, Rabu (25/11).

“Sekarang SP telah kita layangkan lagi yang ketiga kalinya. Kita beri waktu kepada mereka sampai minggu ini. Apabila SP ini tidak diindahkan lagi, akan kita muat nama mereka di setiap media massa,” Syaiful menegaskan.

Dia menerangkan, dari total 45 anggota dewan periode lalu, hanya 60 persen yang telah memulangkan laptop. Sisanya yang 40 persen lagi belum mengembalikan dengan berbagai alasan saat dikirimkan surat peringatan.

Parahnya lagi, kata Syaiful, ada salah satu anggota berinisial (S) yang bahkan sulit dihubungi terkait pengembalian laptop, itu.

“Dihubungi baik dari ponsel maupun dari SP yang kita berikan, tidak ada jawaban,” ungkap Syaiful.

Meski begitu, bekas kepala Dinas Informasi dan Komunikasi (kini Dinas Komunikasi dan Informatika-red) Kota Palembang, ini mengatakan, pencantuman nama-nama anggota yang belum mengembalikan laptop akan dibatalkan jika mereka secepatnya mengembalikan komputer tangan itu.

“Kita tunggu saja, kalau mereka ada itikad baik, akan kita batalkan memasang nama mereka di media massa,” kata Syaiful. (why)

This is a warning to members of the Regional Representatives Council Palembang 2004-2009 period.If they are reluctant or do not return the laptop computer or laptop usually called, in the near future they will be firm action. Decisive action is the inclusion of their names in the media.

According to the Council Secretary Syaiful, this action to be taken when the specified deadline, this state’s laptop has not returned to the council secretariat.

“Previously, we have pemberitahun letter twice layangkan to the former council, to immediately return a laptop that state facilities, but was ignored,” explained Syaiful, in his office, Wednesday (25/11).

“Now we have layangkan SP again a third time. We give time to them until this week. If the SP is being ignored again, will we fit their names on every news media, “Syaiful asserted.

He explained, from a total of 45 members of the board and the period, only 60 percent who had repatriated laptop. The remaining 40 percent is not returned for various reasons when sent a warning letter.

Worse yet, said Syaiful, there is one member of the initials (S) is even difficult to return the laptop related contacted, it was.

“Contacted by phone or both of the SP that we give, no answer,” said Syaiful.

Even so, the former head of the Office of Information and Communications (now Office of Communications and Information Technology-ed) The city of Palembang, it says, the inclusion of the names of members who have not returned the laptop will be canceled if they immediately return the computer’s hand.

“Let’s see, if they have good intentions, we will cancel the put their names in the media,” said Syaiful. (why)


Biaya Terbatas, Cuma Rehab Dua Panti

Rabu 25/11/09, 5:24 PM oleh Wahyu.

click flag to display the contents - klik bendera untuk menampilkan berita
 
  

Saat ini, secara umum, rumah penampungan milik pemerintah kota itu sudah padat penghuni.

Limited Cost, Just Rehabilitate Two Institutions

The municipal government of Palembang will rehabilitate 2010 Vagrant People Panti Panti Bina Displaced Children and Youth. At present, in general, government-owned shelters already crowded city dwellers.


Pemerintah Kota Palembang pada 2010 bakal merehab Panti Gelandangan Orang Terlantar dan Panti Bina Anak Remaja. Saat ini, secara umum, rumah penampungan milik pemerintah kota itu sudah padat penghuni.

Menurut Kepala Dinas Sosial Kota Palembang Hasbullah Tuwi, awalnya pihaknya berencana merehab tiga panti asuhan. Dana senilai Rp 2 miliar pun sudah diajukan.

“Namun, hanya disetujui dari APBD Rp 500 juta. Untuk sementara kita akan rehab dua panti itu dengan dana tersebut,” kata Hasbullah, di Kantor Pemerintah Kota Palembang, Rabu (25/11).

Dia menerangkan, untuk Panti Gelandangan Orang Terlantar, pihaknya memperbaiki sekaligus melebarkan gedung aula panti itu. Saat ini, katanya, aula yang digunakan untuk menampung  sekitar 150 hingga 200 anak jalanan dan orang terlantar yang terjaring razia, itu tidak memadai lagi, sudah penuh.

“Kita juga akan buat sekat (ruang pemisah) antar ruangan di sana. Perlu ada pemisahan sekat untuk laki-laki dan perempuan dan orang yang telah tua,” kata Hasbullah.

Sementara untuk Panti Bina Anak Remaja, lanjut Hasbullah, karena dana terbatas, perehaban baru akan sebatas pada atap serta bangunan yang dianggap kurang layak.

“Atap panti itu banyak yang bocor. Itu semua perlu diganti. Dan nanti, ada juga sisi bangunan yang harus diperbaiki di panti itu,” ujar Hasbullah. (why)

The municipal government of Palembang will rehabilitate 2010 Vagrant People Panti Panti Bina Displaced Children and Youth. At present, in general, government-owned shelters already crowded city dwellers.According to the Head of Social Tuwi Hasbullah Palembang, initially it plans rehabilitate three orphanages. Funds worth Rp 2 billion had been filed.

“However, only the approval of the budget of Rp 500 million. For a while we’ll rehab the two institutions with the funds, “said Hasbullah, in Palembang City Government Offices, Wednesday (25/11).

He explained, for Therapeutic Displaced People Vagrant, improve and expand his side of the building was the home of the hall. Currently, he said, the hall which is used to accommodate about 150 to 200 street children and displaced persons who netted a raid, it was no longer sufficient, is full.

“We will also create a screen (room divider) between room there. There needs to screen for the separation of men and women and elderly people who have, “said Hasbullah.

As for Panti Bina Child Adolescent, more Hasbullah, because funding is limited, new perehaban be limited to roofs and buildings that are considered less worthy.

“The roof of the home’s many leaks. It all needs to be replaced. And later, there are also the building that must be repaired in the home that, “said Hasbullah. (why)






*Untuk mendapatkan tampilan terbaik sebaiknya menggunakan Mozzila Firefox browser.