<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Bulletin Metropolis</title>
	<atom:link href="http://bulletinmetropolis.com/home/?feed=rss2" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bulletinmetropolis.com/home</link>
	<description>Berita kegiatan seputar pemerintahan Kota Palembang</description>
	<lastBuildDate>Wed, 16 May 2012 13:03:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Bank Sampah Bahagia Mandiri Wakili Sumsel</title>
		<link>http://bulletinmetropolis.com/home/?p=16747</link>
		<comments>http://bulletinmetropolis.com/home/?p=16747#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 May 2012 13:03:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ria Amelia</dc:creator>
				<category><![CDATA[BERITA HARIAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bulletinmetropolis.com/home/?p=16747</guid>
		<description><![CDATA[Di tangan delapan ibu rumah tangga, pengurus Bank Sampah Bahagia Mandiri di Komplek Griya Bahagia, Kelurahan dan Kecamatan Alang-Alang Lebar, Palembang, sampah diubah menjadi barang berharga. Sampah berupa koran bekas, plastik minuman ringan hingga kardus, itu diubah jadi barang kerajinan yang cantik dan bernilai ekonomi. Misalnya jadi bunga hias, tas jinjing, tas laptop, rompi, tas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://bulletinmetropolis.com/home/wp-content/uploads/2012/05/Pengurus-Bank-Sampah-Bahagia-Mandiri.-Mengolah-sampah-jadi-barang-berharga..jpg"><img class="aligncenter  wp-image-16762" title="Pengurus Bank Sampah Bahagia Mandiri. Mengolah sampah jadi barang berharga. Foto: Cakra Mandala/bulletinmetropolis.com" src="http://bulletinmetropolis.com/home/wp-content/uploads/2012/05/Pengurus-Bank-Sampah-Bahagia-Mandiri.-Mengolah-sampah-jadi-barang-berharga..jpg" alt="" width="442" height="293" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Di tangan delapan ibu rumah tangga, pengurus Bank Sampah Bahagia Mandiri di Komplek Griya Bahagia, Kelurahan dan Kecamatan Alang-Alang Lebar, Palembang, sampah diubah menjadi barang berharga.<span id="more-16747"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Sampah berupa koran bekas, plastik minuman ringan hingga kardus, itu diubah jadi barang kerajinan yang cantik dan bernilai ekonomi.</p>
<p style="text-align: justify;">Misalnya jadi bunga hias, tas jinjing, tas laptop, rompi, tas seminar, sarung bantal, topi, kotak pensil, bros, dan beragam aksesoris. Harga barang-barang itu mulai dari Rp 25 ribu hingga Rp 150 ribu.</p>
<p style="text-align: justify;">Bank Sampah Bahagia Mandiri diresmikan oleh Menteri Lingkungan Hidup Balthasar Kambuaya, 14 April 2012 lalu. Menteri Balthasar memuji keberhasilan dan kreatifitas Kota Palembang dalam mengelola sampah.</p>
<p style="text-align: justify;">“Sehingga, selain menciptakan kota bersih, Palembang mampu memberikan tambahan penghasilan kepada warganya dengan mengelola sampah jadi barang berharga. Palembang konsen dengan lingkungan,” katanya kala itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut Balthasar keberhasilan Kota Palembang dalam mengelola sampah tidak lepas dari kerja keras pemerintah kota untuk membina masyarakat dalam menggalakan kampung ramah lingkungan. Salah satunya lewat program Bank Sampah.</p>
<p style="text-align: justify;">Kini, kata Direktur Bank Sampah Bahagia Mandiri, Syukron Nikmah, hasil kerajinan dari sampah ini siap bersaing.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah sukses mengikuti Jakarta Expo, belum lama ini, Bank Sampah Bahagia Mandiri akan mengikut pameran serupa di Jakarta. Pameran ini diikuti berbagai kota di Tanah Air.</p>
<p style="text-align: justify;">“Nantinya kita akan membawa nama Provinsi Sumsel dalam pameran di pusat nanti. Karena dari kota dan kabupaten yang ada di Sumsel ini, hanya bank sampah kita yang mendapat kepercayaan,” ujar Syukron, saat dibincangi, Rabu (16/5).</p>
<p style="text-align: justify;">Wali Kota Palembang Eddy Santana pun tak malu-malu untuk menunjukkan hasil kerajinan pengurus Bank Sampah Bahagia Mandiri.<br />
Kata Syukron, “Wali Kota Palembang akan memperkenalkan hasil kerajinan ini ke Kamboja, juga Thailand.”</p>
<p style="text-align: justify;">Ia menambahkan, pihaknya juga menerima barang berkas dari warga di luar komplek.</p>
<p style="text-align: justify;">“Sampah yang ada akan kami pilah, dan masyarakat yang memberikan akan kita data layaknya bank sungguhan. Kami juga menerima sampah dari kering dari masyarakat umum untuk kami kelola,” ujarnya, seraya menambahkan, kini di kompleknya ada 82 nasabah yang memberikan sampahnya untuk dikelola.</p>
<p style="text-align: justify;">Sejak Mei lalu, ujar Syukron, dari penjualan sampah berupa botol minuman, kardus, dan kertas, yang dikumpulkan dari nasabah, menghasilkan Rp 3 juta.</p>
<p style="text-align: justify;">Adapun hasil kerajinan berupa topi, rompi, dan aksesoris lainnya mencapai Rp 12 juta. “Uang itu kamu putar kembali untuk membeli peralatan untuk pengelolaan Bank Sampah,” ujar Syukron.</p>
<p style="text-align: justify;">Antara lain untuk membeli alat pemotong. Selama ini, untuk memotong bahan seperti plastik, pengurus Bank Sampai Bahagia Mandiri masih pakai gunting. “Rencananya alat itu dibeli di luar Palembang.”</p>
<p style="text-align: justify;">Syukron dan tujuh anggota lainnya, yakni Safrinah, Imas, Aulia, Ning Icah Eni, Sri dan Yuyun, tidak mengira, ide mengelola sampah jadi barang berharga ini menyita perhatian berbagai pihak.</p>
<p style="text-align: justify;">Syukron menuturkan, “Yang pertama sekali datang orang Jepang dan Wali Kota Palembang. Sejak itu kami mulai kebanjiran order, seperti pesanan topi untuk petugas Dinas Kebersihan Kota, Dinas Penerangan Jalan, Rumah Sakit Charitas. Ada pula pesanan tamu dari Sulawesi dan Kalimantan.”</p>
<p style="text-align: justify;">Syukron, yang juga pegawai di Badan Lingkungan Hidup Kota Palembang ini menambahkan, pihaknya juga akan memanfaatkan kertas bekas.</p>
<p style="text-align: justify;">“Kami lagi mencari informasi soal itu. Kertas bekas juga akan kami daur ulang jadi barang berharga,” ujarnya. <strong>(ria)</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bulletinmetropolis.com/home/?feed=rss2&#038;p=16747</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pemkot Naikkan Retribusi Aset</title>
		<link>http://bulletinmetropolis.com/home/?p=16749</link>
		<comments>http://bulletinmetropolis.com/home/?p=16749#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 May 2012 12:58:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sigit</dc:creator>
				<category><![CDATA[BERITA HARIAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bulletinmetropolis.com/home/?p=16749</guid>
		<description><![CDATA[Pemerintah Kota Palembang tahun ini kembali mengatur penggunaan aset dan kekayaan daerah, sesuai Peraturan Daerah (Perda) Kota Palembang Nomor 2 Tahun 2012. Dalam peraturan itu, banyak penambahan nilai retribusi. Antara lain soal pemakaian ruang terbuka hijau, daerah milik jalan, lapangan olahraga, alat berat, plaza dan kantin di Benteng Kuto Besak, pemakaian kapal wisata, dan lain-lain. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://bulletinmetropolis.com/home/wp-content/uploads/2012/05/Husni-Thamrin-2-2.jpg"><img class="alignleft  wp-image-16757" title="Sekretaris Daerah Kota Palembang Husni Thamrin. Foto: Cakra Mandala/bulletinmetropolis.com" src="http://bulletinmetropolis.com/home/wp-content/uploads/2012/05/Husni-Thamrin-2-2.jpg" alt="" width="111" height="151" /></a>Pemerintah Kota Palembang tahun ini kembali mengatur penggunaan aset dan kekayaan daerah, sesuai Peraturan Daerah (Perda) Kota Palembang Nomor 2 Tahun 2012.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam peraturan itu, banyak penambahan nilai retribusi. Antara lain soal pemakaian ruang terbuka hijau, daerah milik jalan, lapangan olahraga, alat berat, plaza dan kantin di Benteng Kuto Besak, pemakaian kapal wisata, dan lain-lain.<span id="more-16749"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Sekretaris Daerah Kota Palembang Husni Thamrin mengatakan, Perda No 2/2012 ini merupakan revisi dari Perda Nomor 4 Tahun 2009 tentang Retribusi Aset dan Kekayaan Daerah.</p>
<p style="text-align: justify;">Perda baru ini diharapkan bisa mengoptimalkan pendapatan daerah dari retribusi pemakaian aset dan kekayaan daerah.</p>
<p style="text-align: justify;">“Selama ini mungkin banyak aset daerah yang belum diatur dalam perda untuk membayar retribusi. Nah, sekarang sudah diatur, jadi banyak penambahan,” kata Husni, Rabu (16/5) di kantor wali kota.</p>
<p style="text-align: justify;">Pemakaian ruang terbuka hijau 1-7 hari, untuk kepentingan non komersil dikenakan retribusi sebesar Rp 25 ribu per meter persegi. Untuk kepentingan komersial sebesar Rp 50 ribu per meter persegi per kegiatan.</p>
<p style="text-align: justify;">Halaman depan rumah Dinas Wali Kota Palembang, yang dulunya tidak dikenakan retribusi, sekarang dikenakan retribusi sebesar Rp 1.500.000 per kegiatan. Pemakaian kolam retensi untuk kegiatan yang bersifat komersil ditarik retribusi Rp 1.500.000 per kegiatan.</p>
<p style="text-align: justify;">Sedangkan untuk pemakaian gedung serba guna tipe A.1 biaya sewa Rp 2.500.000 per kegiatan dan tipe A.2 Rp 2.000.000 per kegiatan.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk gedung type B.1 sebesar Rp 1.250.000 per kegiatan dan gedung tipe B 2, Rp 750 ribu per kegiatan. Sedangkan untuk pemakaian ruang Parameswara sebesar Rp 5.000.000.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk pemakaian rumah susun sewa dikenakan biaya sewa Rp 2.500 per bulan per kamar. Sedangkan, untuk lapangan olahraga dikenakan retribusi yang berbeda-beda.</p>
<p style="text-align: justify;">Di antaranya, pemakaian lapangan tenis untuk siang hari retribusinya Rp 200 ribu per bulan. Malam hari dikenakan retribusi Rp 250 ribu per bulan.</p>
<p style="text-align: justify;">Lapangan bulutangkis, siang hari dikenakan retribusi Rp 100 ribu per bulan, malam hari retribusinya Rp 150 ribu per bulan. Lapangan bola kaki yakni di Lapangan Hatta ditarik retribusi Rp 150 ribu per satu kali kegiatan.</p>
<p style="text-align: justify;">Lapangan bola kaki Kamboja Rp 150 ribu per satu kali kegiatan. “Tapi, kalau dipakai untuk pameran lain lagi retribusinya. Lapangan Hatta Rp 4,5 juta per satu kali kegiatan, begitu juga lapangan Kamboja,” Husni menyebutkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Retribusi di Plaza Benteng Kuto Besak naik dari Rp 2 juta menjadi Rp 3 juta per hari. Sedangkan untuk pemakaian sebagian area plaza BKB ditarik Rp 10 ribu per meter persegi.</p>
<p style="text-align: justify;">“Kenaikan retribusi ini salah satu upaya kita meningkatkan pendapatan asli daerah, menggantikan retribusi yang banyak dihapuskan. Seperti retribusi surat izin usaha perdagangan (SIUP). Mudah-mudahan, dengan adanya aturan Perda Nomor 2 Tahun 2012 ini, pemakaian aset dapat lebih tertib dan PAD Kota Palembang dapat lebih meningkat,” kata Husni. <strong>(sigit)</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bulletinmetropolis.com/home/?feed=rss2&#038;p=16749</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pemkot Akan Naikkan Dana Insentif Ketua RT dan RW</title>
		<link>http://bulletinmetropolis.com/home/?p=16751</link>
		<comments>http://bulletinmetropolis.com/home/?p=16751#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 May 2012 12:57:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wahyu Hidayat</dc:creator>
				<category><![CDATA[BERITA HARIAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bulletinmetropolis.com/home/?p=16751</guid>
		<description><![CDATA[Pemerintah Kota Palembang akan menaikkan dana insentif bagi ketua RT dan ketua RW pada 2013. “Tapi berapa besar kenaikannya belum tahu persis. Tergantung pendapatan asli daerah kita tahun ini,” ujar Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Kota Palembang, Nasir Kadir, Rabu (16/5). Dana instentif ketua RT dan RW itu dibagikan sejak 2008, nilainya Rp 100 ribu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://bulletinmetropolis.com/home/wp-content/uploads/2012/05/Nasir-Kadir-Kepala-BPMK-Kota-Palembang.jpg"><img class="alignleft  wp-image-16756" title="Nasir Kadir, Kepala BPMK Kota Palembang. Foto: Ria Amelia/bulletinmetropolis.com" src="http://bulletinmetropolis.com/home/wp-content/uploads/2012/05/Nasir-Kadir-Kepala-BPMK-Kota-Palembang.jpg" alt="" width="111" height="157" /></a>Pemerintah Kota Palembang akan menaikkan dana insentif bagi ketua RT dan ketua RW pada 2013.</p>
<p style="text-align: justify;">“Tapi berapa besar kenaikannya belum tahu persis. Tergantung pendapatan asli daerah kita tahun ini,” ujar Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Kota Palembang, Nasir Kadir, Rabu (16/5).</p>
<p style="text-align: justify;">Dana instentif ketua RT dan RW itu dibagikan sejak 2008, nilainya Rp 100 ribu per bulan, atau Rp 1,2 juta tiap tahun, yang dibayar tiap tiga bulan Rp 300 ribu.<span id="more-16751"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Di Palembang, total ada 4.917 RT dan RW. Perinciannya, 4.008 RT dan dan 909 RW. Tahun ini pemerintah kota mengalokasikan dana APBD senilai Rp 59.004.000.000 untuk insentif RT dan RW.</p>
<p style="text-align: justify;">Nasir mengatakan, bantuan ini merupakan bentuk penghargaan pemerintah atas kinerja ketua RT dan RW.</p>
<p style="text-align: justify;">“Tugas-tugas ketua RT dan RW ini sangat banyak. Mereka jadi penghubung pemerintah dan masyarakat. Karena mereka tak ada gaji, jadi diberikan dana insentif,” ujarnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Ia berharap bantuan pemerintah ini bisa memotivasi ketua RT dan RW bekerja lebih optimal lagi melayani masyarakat.</p>
<p style="text-align: justify;">Nasir menambahkan, tahun ini ada pembentukan 10 RT baru. Tentu saja alokasi dana untuk ketua RT dan RW bakal bertambah pula. Meski begitu, Nasir mengatakan ketua RT yang baru ini belum akan mendapat dana insentif tahun 2012.</p>
<p style="text-align: justify;">“Karena mereka belum masuk data. Tapi bisa dianggarkan saat APBD Perubahan nanti, bisa juga dirapel. Tapi, kalau tidak saat APBD induk 2013,” Nasir menerangkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Ia mengatakan, penambahan RT diperlukan karena jumlah warga yang terus bertambah. Idealnya, ujar Nasir, suatu RT membawahkan sekitar 50-100 kepala keluarga. Jika lebih sebaiknya dipecah atau dibentuk RT baru.</p>
<p style="text-align: justify;">“Supaya ketua RT tidak kewalahan melayani warga.” <strong>(wahyu)</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bulletinmetropolis.com/home/?feed=rss2&#038;p=16751</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Matahari Department Store Hadir di PSX</title>
		<link>http://bulletinmetropolis.com/home/?p=16745</link>
		<comments>http://bulletinmetropolis.com/home/?p=16745#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 May 2012 12:51:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rindu Puji</dc:creator>
				<category><![CDATA[BERITA HARIAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bulletinmetropolis.com/home/?p=16745</guid>
		<description><![CDATA[•    Serap 400 Tenaga Kerja Lokal Matahari Department Store kini hadir di Palembang Square Extension (PSX). Ini merupakan gerai ke-107 di Indonesia dan yang ke dua di Kota Palembang. Peresmian dilakukan oleh Wali Kota Palembang yang diwakili Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Taufik Sya’roni, Rabu (16/5). Direktur PT Matahari Department Store (MDS), Sunny Setiawan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><a href="http://bulletinmetropolis.com/home/wp-content/uploads/2012/05/matahari-logo-l.jpg"><img class="alignleft  wp-image-16753" title="Logo Matahari. Foto: ISTIMEWA." src="http://bulletinmetropolis.com/home/wp-content/uploads/2012/05/matahari-logo-l.jpg" alt="" width="111" height="111" /></a>•    Serap 400 Tenaga Kerja Lokal</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Matahari Department Store kini hadir di Palembang Square Extension (PSX). Ini merupakan gerai ke-107 di Indonesia dan yang ke dua di Kota Palembang.</p>
<p style="text-align: justify;">Peresmian dilakukan oleh Wali Kota Palembang yang diwakili Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Taufik Sya’roni, Rabu (16/5).<span id="more-16745"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Direktur PT Matahari Department Store (MDS), Sunny Setiawan mengatakan, gerai Matahari di PSX seluas 6.100 meter persegi. Di sini dijual lebih dari 210 produk-produk pakaian, kosmetik, sepatu merek terkemuka. Area permainan untuk anak pun tersedia.</p>
<p style="text-align: justify;">“Kehadiran MDS diharapkan dapat memberikan tempat belanja terbaik. Apalagi di department store ini, kami komitmen dengan fashion value, bergaya, dan harganya pun terjangkau,” ujar Sunny.</p>
<p style="text-align: justify;">Depatment Store Matahari yang pertama berlokasi di International Plaza. Di IP, sasaran konsumennya adalah kaum pria. Adapun di PSX diutamakan kebutuhan kaum wanita.</p>
<p style="text-align: justify;">Sunny mengatakan, pihaknya juga peduli dengan penyerapan tenaga kerja lokal. “Kami menyerap 400 tenaga kerja. Mereka warga Kota Palembang.”</p>
<p style="text-align: justify;">Menjelang pembukaan gerainya, Matahari juga memberikan potongan harga 20 persen untuk semua produk.</p>
<p style="text-align: justify;">“Selain itu, Matahari akan memberikan hiburan bagi masyarakat, dengan menampilkan Tangga Band, dan akan memberikan diskon lebih besar 70 persen. Matahari Store ingin selalu memberikan pelayanan maksimal dan produk terbaik,” kata Sunny.</p>
<p style="text-align: justify;">Soal target penjualan, Sunny belum bisa memastikan. “Untuk saat ini kami promosi selama 1-2 minggu dulu.”</p>
<p style="text-align: justify;">Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kota Palembang, Taufik Sya’roni, mengatakan, pemerintah kota menyambut baik gerai Matahari Departement Store yang baru.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Tadi disebutkan, jumlah tenaga kerja di Matahari Departemen Store sebanyak 400 ratus, dan semuanya tenaga kerja lokal. Dengan demikian, pemerintah kota sangat terbantu dengan kehadiran Matahari Departement Store. Ini bagus untuk meningkatkan pereekonomian Palembang,” ujar Taufik. <strong>(rindu)</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bulletinmetropolis.com/home/?feed=rss2&#038;p=16745</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>RRI Harus Netral dan Independen, dan Jangan Jadul</title>
		<link>http://bulletinmetropolis.com/home/?p=16741</link>
		<comments>http://bulletinmetropolis.com/home/?p=16741#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 May 2012 14:49:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ria Amelia</dc:creator>
				<category><![CDATA[BERITA HARIAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bulletinmetropolis.com/home/?p=16741</guid>
		<description><![CDATA[Wali Kota Palembang Eddy Santana Putra menginginkan Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) Palembang terus berkembang. “RRI itu dituntut kreatif dan inovatif. Serta independen sebagai media. Cara itu efektif memperbaiki citra RRI yang dianggap jadul (jaman dulu, kuno),” kata Eddy, dalam Diskusi dan Penyerapan Aspirasi Publik bertajuk “Penguatan Independensi dan Netralitas RRI Sebagai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://bulletinmetropolis.com/home/wp-content/uploads/2012/05/DISKUSI-DAN-PENYERAPAN-ASPIRASI-PUBLIK.jpg"><img class="aligncenter  wp-image-16742" title="Diskusi dan Penyerapan Aspirasi Publik, di Aula LPP RRI Palembang. Foto: Cakra Mandala/bulletinmetropolis.com" src="http://bulletinmetropolis.com/home/wp-content/uploads/2012/05/DISKUSI-DAN-PENYERAPAN-ASPIRASI-PUBLIK.jpg" alt="" width="442" height="294" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Wali Kota Palembang Eddy Santana Putra menginginkan Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) Palembang terus berkembang.<span id="more-16741"></span></p>
<p style="text-align: justify;">“RRI itu dituntut kreatif dan inovatif. Serta independen sebagai media. Cara itu efektif memperbaiki citra RRI yang dianggap <em>jadul</em> (jaman dulu, kuno),” kata Eddy, dalam Diskusi dan Penyerapan Aspirasi Publik bertajuk “Penguatan Independensi dan Netralitas RRI Sebagai Lembaga Penyiaran Publik”, Selasa (15/5) di Aula RRI Palembang.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut Eddy, image RRI sebagai radio pemerintah tak perlu terlalu dirisaukan. Pendengar, kata dia, tak mau tahu radio itu milik siapa. “Kalau siarannya menarik orang pasti dengar.”</p>
<p style="text-align: justify;">“Jadi RRI jangan <em>jadul</em>. Harus berani berinovasi, tetap kreatif dan selalu <em>up to date</em> menjawab kebutuhan pendengar setianya,” Eddy berujar.</p>
<p style="text-align: justify;">Tidak harus dengan peralatan yang canggih, cukup dengan studio sederhana, asal kaya dengan ide-ide menarik, Eddy yakin RRI Palembang akan merebut simpati pendengar.</p>
<p style="text-align: justify;">Ia mencontohkan siaran soal resep masakan Palembang. Jika dikemas sedemikian rupa, Eddy yakin program itu akan memiliki penggemar setia, utamanya kaum perempuan.</p>
<p style="text-align: justify;">“Orang kalau pertama kali ke Palembang, sampai di Bandara, itu yang pertama kali dipikirkan biasanya, mau makan apa, cari kuliner pindang atau apa. Nah ini menarik, kenapa tidak dikemas jadi sebuah acara,” ujarnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Eddy juga berharap RRI bersikap netral dan dan independen. Yakni mengedepankan kepentingan masyarakat, bukan golongan tertentu.</p>
<p style="text-align: justify;">“RRI bisa lebih bebas berinovasi karena tidak bergantung dengan iklan. Beda dengan swasta. Makanya RRI tidak boleh membeda-bedakan golongan untuk menjaga netralitasnya, meskipun RRI didanai APBN.”</p>
<p style="text-align: justify;">Ucapan Eddy itu diamini Tias Anggoro, Anggota Dewan Pengawas LPP RRI. Tias mengatakan RRI-yang punya 70 stasiun, tersebar di Tanah Air-didirikan di atas kepentingan semua golongan.</p>
<p style="text-align: justify;">RRI, ujar Tias, tidak boleh berpihak pada kepentingan politik apa pun. Fungsi independensi, itu kata Tias termaktub dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran.</p>
<p style="text-align: justify;">“Walaupun sampai sekarang sebagian besar dana operasional RRI berasal dari APBN, tetap saja arah kebijakan RRI tidak boleh di atas kepentingan siapa pun, kecuali rakyat,”  jelasnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Ia menambahkan, diskusi dengan tema serupa juga digelar di 12 kota di Indonesia. “Kami sengaja lebih awal mengangkat isu netralitas dan independensi itu, agar RRI tidak jatuh dan berpihak pada kepentingan tertentu,” ujar Tias, yang pernah berkarir di beberapa radio swasta, ini. <strong>(ria)</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bulletinmetropolis.com/home/?feed=rss2&#038;p=16741</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menguji Fakta, Mendidik, Taat Kode Etik Jurnalistik</title>
		<link>http://bulletinmetropolis.com/home/?p=16737</link>
		<comments>http://bulletinmetropolis.com/home/?p=16737#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 May 2012 14:04:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rindu Puji</dc:creator>
				<category><![CDATA[BERITA HARIAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bulletinmetropolis.com/home/?p=16737</guid>
		<description><![CDATA[Dalam meliput suatu konflik atau kekerasan, media harus bersikap profesional. Pemberitaan yang tidak akurat dan berimbang, serta tendensius, bisa memperkeruh persoalan. Demikian salah satu poin penting dalam diskusi bertajuk Upgrading Posisi Media dalam Liputan konflik, di Hotel Swarna Dwipa, Palembang, Selasa (15/5). Acara ini diselenggarakan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia Sumatera Selatan, bekerja sama dengan Pemerintah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://bulletinmetropolis.com/home/wp-content/uploads/2012/05/Diskusi-upgrading-posisi-media-dalam-liputan-konflik.jpg"><img class="aligncenter  wp-image-16738" title="Diskusi bertajuk upgrading posisi media dalam liputan konflik dan kode etik jurnalistik. Foto: Rindu Puji/bulletinmetropolis.com" src="http://bulletinmetropolis.com/home/wp-content/uploads/2012/05/Diskusi-upgrading-posisi-media-dalam-liputan-konflik.jpg" alt="" width="442" height="330" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Dalam meliput suatu konflik atau kekerasan, media harus bersikap profesional. Pemberitaan yang tidak akurat dan berimbang, serta tendensius, bisa memperkeruh persoalan.<span id="more-16737"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Demikian salah satu poin penting dalam diskusi bertajuk Upgrading Posisi Media dalam Liputan konflik, di Hotel Swarna Dwipa, Palembang, Selasa (15/5).</p>
<p style="text-align: justify;">Acara ini diselenggarakan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia Sumatera Selatan, bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Sumsel, Dewan Pers, Kompas Gramedia.</p>
<p style="text-align: justify;">enurut Ketua Komisi Pendidikan, Pelatihan, dan Pengembangan Profesi Wartawan Dewan Pers, Uni Z Lubis, berdasarkan laporan yang masuk ke lembaganya, konflik maupun kekerasan di suatu tempat terkadang dipicu pemberitaan media massa yang tidak akurat, berimbang.</p>
<p style="text-align: justify;">“Terkadang media massa membesar-besarkan permasalahan tanpa mengetahui kasus yang sebenarnya,” ujar Uni Lubis.</p>
<p style="text-align: justify;">Peran media itu, kata Uni Lubis, harus informatif dan mencerahkan. Empati wartawan yang meliput daerah konflik pun sangat dibutuhkan. Wartawan harus memikirkan betul dampak negatif maupun positif yang mungkin timbul dari tulisannya. Media di mana wartawan bekerja pun mesti arif menyikapi konflik.</p>
<p style="text-align: justify;">“Wartawan harus menguji fakta. Karena dalam suatu konflik bisa saja ada fakta yang sengaja dikaburkan, tidak dimunculkan, atau diekspos dengan versi pihak tertentu,” kata Uni Lubis.</p>
<p style="text-align: justify;">Di Indonesia, sejumlah konflik pernah terjadi. Misalnya konflik di Poso dan Maluku, Nusa Tenggara Barat, Jawa Tengah. Teranyar konflik di Mesuji, Lampung dan terakhir di Pelabuhan Sape, Nusa Tenggara Barat. Isu konflik macam-macam.</p>
<p style="text-align: justify;">“Bila terjadi konflik, tonjolkan kesamaan, bukan perbedaan, agar persoalan tidak meluas lagi. Taati Kode Etik Jurnalistik,” ujar Uni Lubis lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Sumatera Selatan, Ajun Komisaris Besar Polisi Djarod Padakova, yang juga jadi pembicara di diskusi itu, mengatakan, peran media itu sebagai pengawas dan kontrol sosial.</p>
<p style="text-align: justify;">“Karena itu, media mesti menyajikan pemberitaan yang mencerahkan, informatif, dan mendidik,” ujarnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Senada dengan Uni Lubis, Djarod mengharap wartawan menaati Kode Etik Jurnalistik dalam melakukan peliputan. Ini agar pemberitaan yang disajikan sesuai kaidah dan tidak ada pihak-pihak yang dirugikan.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketua Ikatan Jurnalis dan Televisi Indonesia Sumatera Selatan Purwantoro mengatakan, diskusi ini bertujuan memberi pemahaman dan wawasan kepada wartawan, khususnya di Sumatera Selatan, dalam meliput konflik.</p>
<p style="text-align: justify;">Sumatera Selatan sendiri tak sunyi dari konflik. Mulai dari konflik batas wilayah hingga perampasan tanah.</p>
<p style="text-align: justify;">“Wartawan itu ujung tombak dalam peliputan. Ia harus bisa memposisikan dirinya di tengah konflik dan kekerasan secara proporsional dan profesional,” ujar Purwantoro.<strong> (rindu)</strong></p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bulletinmetropolis.com/home/?feed=rss2&#038;p=16737</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lurah Dapat Insentif Rp 1 Juta</title>
		<link>http://bulletinmetropolis.com/home/?p=16733</link>
		<comments>http://bulletinmetropolis.com/home/?p=16733#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 May 2012 08:27:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sigit</dc:creator>
				<category><![CDATA[BERITA HARIAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bulletinmetropolis.com/home/?p=16733</guid>
		<description><![CDATA[Wali Kota Palembang Eddy Santana Putra mengajak warganya untuk terus bergotong-royong. Menurut wali kota, ada banyak program pembangunan yang bisa dilaksanakan dengan gotong-royong. “Misalnya, perbaikan jalan setapak, tempat mandi, cuci, kakus, hingga pembangunan tempat ibadah. Atau, masyarakat terlibat aktif dalam program nasional pemberdayaan masyarakat (PNPM) Mandiri Perkotaan,” kata Eddy, usai membuka Perancangan Bulan Bakti Gotong-Royong [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://bulletinmetropolis.com/home/wp-content/uploads/2012/05/Wali-Kota-Palembang-Eddy-Santana-Putra-serahkan-bantuan-Rp-1-juta-kepada-107-lurah-12.jpg"><img class="aligncenter  wp-image-16734" title="Wali Kota Palembang Eddy Santana Putra menyerahkan dana insentif kepada lurah didampingi camat. Foto: Sigit Purwito/bulletinmetropolis.com" src="http://bulletinmetropolis.com/home/wp-content/uploads/2012/05/Wali-Kota-Palembang-Eddy-Santana-Putra-serahkan-bantuan-Rp-1-juta-kepada-107-lurah-12.jpg" alt="" width="442" height="324" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Wali Kota Palembang Eddy Santana Putra mengajak warganya untuk terus bergotong-royong. Menurut wali kota, ada banyak program pembangunan yang bisa dilaksanakan dengan gotong-royong.<span id="more-16733"></span></p>
<p style="text-align: justify;">“Misalnya, perbaikan jalan setapak, tempat mandi, cuci, kakus, hingga pembangunan tempat ibadah. Atau, masyarakat terlibat aktif dalam program nasional pemberdayaan masyarakat (PNPM) Mandiri Perkotaan,” kata Eddy, usai membuka Perancangan Bulan Bakti Gotong-Royong Masyarakat IX, dan peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK ke 40 Tahun 2012, di Lapangan Sumpah Pemuda Kecamatan Sukarame, Selasa (15/5).</p>
<p style="text-align: justify;">Dia menilai, saat ini kegiatan gotong royong di Palembang berjalan baik. Dia mencontohkan 176 masjid yang dibangun masyarakat.</p>
<p style="text-align: justify;">Wali Kota Eddy juga mengharapkan gerakan PKK terus memberdayakan masyarakat, terutama di bidang pendidikan, misalnya pemberantasan buta aksara.</p>
<p style="text-align: justify;">Eddy menyebut, penderita buta aksara di Palembang relatif kecil. “Sekitar satu koma sekian persen. Tapi ini harus dituntaskan untuk meningkatkan indeks pembangunan manusia di Palembang. Mudah-mudahan gerakan PKK bisa mengupayakan ini.”</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Eddy Santana juga menyerahkan dana intensif kepada lurah. Tiap lurah dapat Rp 1 juta. Pemerintah juga tiap tahun memberikan dana stimulan kepada 107 kelurahan. Nilainya Rp 40 juta untuk tahun ini. Tapi yang dibagikan hari ini adalah dana insentif.</p>
<p style="text-align: justify;">Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Kelurahan Kota Palembang HM.Nasir Kadir menambahkan, dana insentif ini merupakan dana operasional untuk pembangunan di kelurahan.</p>
<p style="text-align: justify;">“Total dana kita keluarkan Rp 107 juta. Kita harapkan ada dana swadaya dari masyarakat untuk penambahannya,” ujar Nasir.</p>
<p style="text-align: justify;">Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Palembang, Eva Santana Putra mengatakan, selain peduli pendidikan, PKK Palembang juga berfokus di bidang kesejahteraan keluarga, khususnya pelayanan kesehatan.</p>
<p style="text-align: justify;">“Kami akan meningkatkan pelayanan posyandu termasuk posyandu khusus lansia. Untuk program pendidikan, PKK akan terus membantu pemerintah salah satunya dengan memberikan bantuan bagi siswa yang tidak mampu untuk bisa melanjutkan sekolahnya,“ kata Eva Santana. <strong>(sigit)</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bulletinmetropolis.com/home/?feed=rss2&#038;p=16733</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Peserta Menangis saat Berzikir</title>
		<link>http://bulletinmetropolis.com/home/?p=16729</link>
		<comments>http://bulletinmetropolis.com/home/?p=16729#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 May 2012 07:49:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wahyu Hidayat</dc:creator>
				<category><![CDATA[BERITA HARIAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bulletinmetropolis.com/home/?p=16729</guid>
		<description><![CDATA[Lampu di ruang pertemuan di Hotel Best Skip itu dipadamkan, Selasa (15/5). Suasana jadi temaram. Sejurus kemudian zikir dilantunkan. Terdengar isak tangis dari belasan orang di ruang itu. Belasan orang itu, tepatnya 18 orang, adalah peserta pertemuan pengguna narkoba jenis jarum suntik. Sebelum acara dimulai, mereka diajak berzikir dulu oleh ustadz Syahril dari Yayasan Ar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://bulletinmetropolis.com/home/wp-content/uploads/2012/05/SOSIALISASI-NARKOBA.jpg"><img class="aligncenter  wp-image-16730" title="Sosialisasi bahaya narkoba di Hotel Best Skip, Palembang. Foto: Cakra Mandala/bulletinmetropolis.com" src="http://bulletinmetropolis.com/home/wp-content/uploads/2012/05/SOSIALISASI-NARKOBA.jpg" alt="" width="442" height="294" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Lampu di ruang pertemuan di Hotel Best Skip itu dipadamkan, Selasa (15/5). Suasana jadi temaram. Sejurus kemudian zikir dilantunkan. Terdengar isak tangis dari belasan orang di ruang itu.<span id="more-16729"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Belasan orang itu, tepatnya 18 orang, adalah peserta pertemuan pengguna narkoba jenis jarum suntik. Sebelum acara dimulai, mereka diajak berzikir dulu oleh ustadz Syahril dari Yayasan Ar Rahman, Tegal Binangun.</p>
<p style="text-align: justify;">“Selama satu jam, mereka kita ajak berzikir, khusyuk mengingat kebesaran Allah SWT. Mereka sepertinya lebih menghayati. Banyak yang menangis,” ujar Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Kota Palembang, Zailani UD.</p>
<p style="text-align: justify;">Ia menerangkan, mayoritas peserta pertemuan atau sosialisasi ini adalah peserta baru. Mereka sebelumnya diajak temannya satu komunitas yang lebih dulu ikut sosialisasi soal bahaya narkoba jarum suntik.</p>
<p style="text-align: justify;">“Jadi sifatnya berantai. Peserta sosialisasi ini diharapkan juga mengajak teman-temannya untuk ikut sosialisasi. Begitu seterusnya,” ujar Zailani.</p>
<p style="text-align: justify;">Upaya gencar KPAID Palembang ini lumayan memuaskan. Dalam tiga tahun terakhir, jumlah pengguna narkoba jenis jarum suntik di Palembang menurun tajam.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada 2009, tercatat sebanyak 1.152 pengguna. Tahun 2012 ini, hasil pendataan Komisi itu bekerja sama dengan lembaga terkait, hanya ada 338 pengguna di 16 kecamatan.</p>
<p style="text-align: justify;">Kecamatan Ilir Timur II paling banyak pengguna narkoba jarum suntik, sebanyak 59 orang. Kemudian Kecamatan Seberang Ulu II sebanyak 57 orang, Sukarami sebanyak 41 orang dan Kecamatan Ilir Barat I sebanyak 30 orang. Sisanya tersebar di kecamatan-kecamatan lain. Jumlah ini berdasarkan data lapangan yang dikumpulkan KPA Palembang pada 2010.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut Zailani, menurunnya jumlah pengguna narkoba jarum suntik ini karena beberapa faktor. Antara lain pengguna menempuh terapi metadon yang disebut-sebut bisa mengurangi ketergantungan pada narkoba. Faktor lain adalah timbul kesadaran yang tinggi akan bahaya narkoba bagi kehidupan.</p>
<p style="text-align: justify;">Apalagi narkoba jarum suntik. Kata Zailani, narkoba jenis ini potensial sekali menularkan virus HIV dan AIDS.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebabnya, “Pengguna memakai jarum suntik yang tidak steril. Terkadang jarum itu dipakai bersama-sama dengan pengguna lain. Ini mempermudah penularan,” ujar Zailani.</p>
<p style="text-align: justify;">Ia mengatakan KPA Palembang tak menargetkan berapa banyak pengguna narkoba jarum suntik yang bisa disembuhkan.</p>
<p style="text-align: justify;">“Kami terus berupaya. Melakukan penyuluhan dan sosialisasi ke komunitas pengguna narkoba jarum suntik. Mereka juga kami rekrut untuk jadi duta KPA menyosialisasikan bahaya narkoba, ke komunitasnya masing-masing,” kata Zailani.</p>
<p style="text-align: justify;">Kaur Bin Ops Satres Narkoba Polresta Palembang Aiptu Agus Mulyadi menyambut positif sosialisasi yang diadakan KPAID Kota Palembang.</p>
<p style="text-align: justify;">“Ini program yang bersinergi untuk memberantas penggunaan narkoba, kami dari kepolisian mendukung penuh,” ujar Mulyadi.</p>
<p style="text-align: justify;">Ia mengatakan, narkoba adalah salah satu kasus yang jadi prioritas kepolisian. Sudah banyak kasus narkoba yang diungkap.</p>
<p style="text-align: justify;">“Pada Januari 2012 sebanyak 28 kasus; Februari 32 kasus; Maret 45 kasus; dan April 33 kasus,” Mulyadi menyebutkan. <strong>(wahyu)</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bulletinmetropolis.com/home/?feed=rss2&#038;p=16729</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sule cs Bakal Hadir di Benteng Kuto besak</title>
		<link>http://bulletinmetropolis.com/home/?p=16725</link>
		<comments>http://bulletinmetropolis.com/home/?p=16725#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 May 2012 06:37:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sigit</dc:creator>
				<category><![CDATA[BERITA HARIAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bulletinmetropolis.com/home/?p=16725</guid>
		<description><![CDATA[Artis Sule, Nunung, Andre, Aziz, Parto, beserta rombongan akan memeriahkan hari jadi Palembang ke-1329, tanggal 17 Juni. Mereka akan tampil pada panggung hiburan rakyat yang digelar pada Senin (18/6) malam di Benteng Kuto Besak. Rencananya, acara ini disiarkan langsung TRANS 7 dalam acara Opera van Java (OVJ). “Saya sudah komunikasi dengan Pak Chairul Tanjung, Pimpinan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://bulletinmetropolis.com/home/wp-content/uploads/2012/05/Eva-Santana-Putra-ketua-panitia-acara-besar-hari-jadi-Kota-Palembang-12..jpg"><img class="aligncenter  wp-image-16726" title="Eva Santana Putra, ketua panitia acara besar hari jadi Kota Palembang. Foto: Sigit Purwito/bulletinmetropolis.com" src="http://bulletinmetropolis.com/home/wp-content/uploads/2012/05/Eva-Santana-Putra-ketua-panitia-acara-besar-hari-jadi-Kota-Palembang-12..jpg" alt="" width="442" height="385" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Artis Sule, Nunung, Andre, Aziz, Parto, beserta rombongan akan memeriahkan hari jadi Palembang ke-1329, tanggal 17 Juni.<span id="more-16725"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Mereka akan tampil pada panggung hiburan rakyat yang digelar pada Senin (18/6) malam di Benteng Kuto Besak. Rencananya, acara ini disiarkan langsung TRANS 7 dalam acara Opera van Java (OVJ).</p>
<p style="text-align: justify;">“Saya sudah komunikasi dengan Pak Chairul Tanjung, Pimpinan TransCorp untuk meminta OVJ mengisi acara pesta rakyat HUT Kota Palembang. Mereka sudah setuju, tinggal mencocokkan jadwal saja,” kata Ketua panitia acara besar hari ulang tahun (HUT) Palembang, Eva Santana Putra.</p>
<p style="text-align: justify;">“Sebenarnya, untuk bulan Juni ini mereka (OVJ) sudah padat, bisanya bulan Oktober. Tapi, kita harapkan Juni ini artis OVJ bisa manggung di Palembang,” ujar Eva, yang dibincangi saat menghadiri pencanangan bulan bakti gotong royong dan bulan bakti PKK, di Lapangan Sumpah Pemuda, Kecamatan Sukarami, Selasa (15/5).</p>
<p style="text-align: justify;">Eva menambahkan, selain OVJ, pihaknya juga akan mengundang artis lain seperti ilusionis Demian dan Band Armada. Akan ada pula pertunjukkan kembang api selama 30 menit untuk menyemarakkan acara.</p>
<p style="text-align: justify;">“Yang penting acara ini kita tidak pakai APBD lho. Ini semua bantuan dari sponsor. Alhamdulillah, ada yang mau mensponsori acara HUT Palembang.”</p>
<p style="text-align: justify;">Eva Santana mengatakan, selain untuk menghibur masyarakat, acara kali ini juga untuk menyosialisasikan hari jadi ke seluruh warga Palembang.</p>
<p style="text-align: justify;">“Karena itu tahun ini kami buat berbeda dengan tahun sebelumnya, dan tentunya lebih meriah,” ujarnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain hiburan rakyat, sejumlah kegiatan juga digelar untuk memeriahkan hari jadi Palembang.</p>
<p style="text-align: justify;">Asisten III Setda Kota Palembang Bidang Adminitrasi, HMY Badarudin, menerangkan, pada tanggal 10 Juni, seluruh warga Palembang akan bergotong-royong membersihkan lingkungan masing-masing.</p>
<p style="text-align: justify;">Kemudian pada tanggal 15-17 diadakan pawai budaya sekaligus perlombaan bidar. Tanggal 16 Juni digelar malam final Pemilihan Bujang Gadis Palembang 2012. Puncaknya, tanggal 18 malam dihelat pesta rakyat, di Benteng Kuto Besak.</p>
<p style="text-align: justify;">“Kita juga akan menyelenggarakan Palembang Expo, Integrity Fair, jalan sehat, dan ziarah ke makam kesultanan Palembang. Selain itu, kita juga ada bakti sosial donor darah,“ kata Badaruddin. <strong>(sigit)</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bulletinmetropolis.com/home/?feed=rss2&#038;p=16725</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>KTP Elektronik (Berita Foto)</title>
		<link>http://bulletinmetropolis.com/home/?p=16721</link>
		<comments>http://bulletinmetropolis.com/home/?p=16721#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 May 2012 09:20:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cakra</dc:creator>
				<category><![CDATA[FOTO HARI INI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bulletinmetropolis.com/home/?p=16721</guid>
		<description><![CDATA[Mahmud, menunjukkan Kartu Tanda Penduduk elektronik miliknya yang sudah dicetak. Pria 77 tahun ini mengambil KTP elektronik di kantor Kecamatan Kemuning, Senin (14/5). Di beberapa kecamatan di Palembang, KTP elektronik mulai didistribusikan. (cakra)]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://bulletinmetropolis.com/home/wp-content/uploads/2012/05/KTP-ELEKTRONIK.jpg"><img class="aligncenter  wp-image-16722" title="Mahmud menunjukkan KTP elektronik. Foto: Cakra Mandala/bulletinmetropolis.com" src="http://bulletinmetropolis.com/home/wp-content/uploads/2012/05/KTP-ELEKTRONIK.jpg" alt="" width="442" height="293" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Mahmud, menunjukkan Kartu Tanda Penduduk elektronik miliknya yang sudah dicetak. Pria 77 tahun ini mengambil KTP elektronik di kantor Kecamatan Kemuning, Senin (14/5).</p>
<p style="text-align: justify;">Di beberapa kecamatan di Palembang, KTP elektronik mulai didistribusikan. <strong>(cakra)</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bulletinmetropolis.com/home/?feed=rss2&#038;p=16721</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>215 PNS Palembang Terima Penghargaan dari Presiden</title>
		<link>http://bulletinmetropolis.com/home/?p=16705</link>
		<comments>http://bulletinmetropolis.com/home/?p=16705#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 May 2012 09:08:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sigit</dc:creator>
				<category><![CDATA[BERITA HARIAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bulletinmetropolis.com/home/?p=16705</guid>
		<description><![CDATA[Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono akan memberikan penghargaan Satya Lencana Karya Satya kepada 215 pegawai negeri sipil di lingkungan Pemerintah Kota Palembang. Ratusan pegawai itu adalah mereka yang sudah mengabdi selama 10, 20, dan 30 tahun. Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Diklat Kota Palembang, Agus Kelana mengatakan, Satya Lencana itu akan diberikan pada upacara [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://bulletinmetropolis.com/home/wp-content/uploads/2012/05/AGUS-KELANA-12.jpg"><img class="alignleft  wp-image-16719" title="Agus Kelana, Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat Kota Palembang. Foto: Sigit Purwito/bulletinmetropolis.com" src="http://bulletinmetropolis.com/home/wp-content/uploads/2012/05/AGUS-KELANA-12.jpg" alt="" width="111" height="145" /></a>Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono akan memberikan penghargaan Satya Lencana Karya Satya kepada 215 pegawai negeri sipil di lingkungan Pemerintah Kota Palembang.</p>
<p style="text-align: justify;">Ratusan pegawai itu adalah mereka yang sudah mengabdi selama 10, 20, dan 30 tahun.</p>
<p style="text-align: justify;">Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Diklat Kota Palembang, Agus Kelana mengatakan, Satya Lencana itu akan diberikan pada upacara peringatan hari Jadi Kota Palembang ke-1329, 17 Juni mendatang.<span id="more-16705"></span></p>
<p style="text-align: justify;">“Nanti ada 9 perwakilan PNS yang maju dan disematkan lencana oleh Wali Kota Palembang,” ujar Agus, Senin (14/5) di ruang kerjanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi perincian berapa PNS yang menerima penghargaan sesuai masa pengabdiannya, Agus belum bisa menyebutkan. “Kami masih menunggu surat keputusan resminya dari Jakarta.”</p>
<p style="text-align: justify;">Ia menambahkan, untuk mendapat Satya Lencana, pihaknya sebelumnya melakukan penilaian. Antara lain masa kerja, penilaian kinerja baik dan diusulkan langsung oleh atasan PNS yang bersangkutan, pegawai yang diusulkan tidak terlibat kasus hukum, dan lain-lain.</p>
<p style="text-align: justify;">“Berkas ini harus dikirimkan ke pemerintah pusat dua bulan sebelum pembagian Satya Lencana. Biasanya, penghargaan ini dibagikan tiap peringatan haji Palembang pada bulan Juni, dan bulan Agustus saat peringatan hari kemerdekaan RI,” Agus menerangkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Kepala Bidang Kepangkatan dan Jabatan Badan Kepegawaian dan Diklat Kota Palembang, Rusmiati, mengatakan, tahun kemarin sebanyak 900 PNS mendapat Satya Lencana Karya Satya.</p>
<p style="text-align: justify;">“Tahap pertama ini ada 215. Tahap kedua akan jumlahnya mungkin lebih banyak lagi,” ujar Rusmiati. <strong>(sigit)</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bulletinmetropolis.com/home/?feed=rss2&#038;p=16705</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Palembang Terbanyak Penderita HIV dan AIDS</title>
		<link>http://bulletinmetropolis.com/home/?p=16704</link>
		<comments>http://bulletinmetropolis.com/home/?p=16704#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 May 2012 09:02:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ria Amelia</dc:creator>
				<category><![CDATA[BERITA HARIAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bulletinmetropolis.com/home/?p=16704</guid>
		<description><![CDATA[Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia Daerah Sumatera Selatan menyatakan, sejak 1995 hingga 2011, jumlah penderita HIV di Sumsel sebanyak 743 orang. Dari jumlah itu, penderita paling banyak ditemukan di Palembang, sepanjang Januari-Desember 2011. “Ada 78 penderita,” ujar Direktur Pelaksana Daerah PKBI Sumsel Amirul Husni, Senin (14/5) di kantornya. Tertinggi kedua adalah Kota Prabumulih dengan 19 penderita [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://bulletinmetropolis.com/home/wp-content/uploads/2012/05/Amirul.jpg"><img class="alignleft  wp-image-16716" title="Amirul Husni, Direktur Pelaksana Daerah Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia Sumatera Selatan. Foto: Cakra Mandala/bulletinmetropolis.com" src="http://bulletinmetropolis.com/home/wp-content/uploads/2012/05/Amirul.jpg" alt="" width="111" height="149" /></a>Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia Daerah Sumatera Selatan menyatakan, sejak 1995 hingga 2011, jumlah penderita HIV di Sumsel sebanyak 743 orang.</p>
<p style="text-align: justify;">Dari jumlah itu, penderita paling banyak ditemukan di Palembang, sepanjang Januari-Desember 2011.</p>
<p style="text-align: justify;">“Ada 78 penderita,” ujar Direktur Pelaksana Daerah PKBI Sumsel Amirul Husni, Senin (14/5) di kantornya.</p>
<p style="text-align: justify;">Tertinggi kedua adalah Kota Prabumulih dengan 19 penderita dan Kabupaten Musi Banyuasin (12 penderita).<span id="more-16704"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Adapun secara kumulatif, dari tahun 1995-2011, di Palembang ada 557 penderita HIV, di Prabumulih ada 46 penderita, kemudian di Kota Lubuk Linggau sebanyak 29 penderita.</p>
<p style="text-align: justify;">Mayoritas pengidap HIV itu adalah kelompok usia 20-29 tahun dengan 442 penderita; kelompok usia 30-39 tahun dengan 199 penderita, dan kelompok usia 40-49 tahun sebanyak 45 penderita.</p>
<p style="text-align: justify;">“Penderita HIV ini didominasi pelaku seks bebas (hetero seksual) dan pemakai narkoba jenis jarum suntik,” kata Amirul.</p>
<p style="text-align: justify;">Ia menerangkan, pencegahan HIV ini tak mudah. Ini disebabkan kurangnya kesadaran dari mereka yang rentan terjangkit penyakit ini, yakni komunitas homo seksual, hetero seksual, pemakai narkoba jarum suntik, dan waria, untuk memeriksakan kesehatannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Kendala lain, geliat ekonomi Palembang sebagai ibu kota provinsi. Kota perdagangan dan jasa ini kerap didatangi warga luar.</p>
<p style="text-align: justify;">“Misalnya penderita dari luar Palembang berkunjung, bahkan menetap di Palembang. Ia bisa saja menularkan virus HIV,” ujar Amirul.</p>
<p style="text-align: justify;">Kendati begitu, PKBI Sumsel, kata Amirul, bersama instansi terkait lain terus menggencarkan sosialisasi, penyuluhan bahaya HIV maupun AIDS kepada pengguna narkoba, pelaku seks bebas, hingga masyarakat umum.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>AIDS</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Amirul menambahkan, di Sumsel pun ditemukan penderita AIDS. Jumlahnya beda-beda tipis dengan penderita HIV, ada 427 penderita AIDS, kurun 1995-2011.</p>
<p style="text-align: justify;">Dari jumlah itu penderita laki-laki sebanyak 336 orang, dan perempuan 91 orang.</p>
<p style="text-align: justify;">Mayoritas pengidapAIDS itu adalah kelompok usia 20-29 tahun dengan 178 penderita; kelompok usia 30-39 tahun dengan 174 penderita; dan kelompok usia 40-49 tahun sebanyak 38 penderita.</p>
<p style="text-align: justify;">Penderita AIDS terbanyak ada di Palembang, dengan 334 orang. Kemudian Kabupaten Ogan Komering Ulu sebanyak 22 penderita, dan Kabupaten Ogan Komering Ilir sebanyak 15 penderita. <strong>(ria)</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bulletinmetropolis.com/home/?feed=rss2&#038;p=16704</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Siswa Beradu Kemampuan di LCMM</title>
		<link>http://bulletinmetropolis.com/home/?p=16703</link>
		<comments>http://bulletinmetropolis.com/home/?p=16703#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 May 2012 08:59:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rindu Puji</dc:creator>
				<category><![CDATA[BERITA HARIAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bulletinmetropolis.com/home/?p=16703</guid>
		<description><![CDATA[Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Sriwijaya menggelar lomba cerdas cermat matematika (LCMM) tingkat SMP dan SMA se-Sumatera. Lomba bertajuk Matematika Membangun Prestasi, itu dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan Ade Karyana, Senin (14/5) di Aula Magister Manajemen Unsri. Ketua Panitia Arif Priyono mengatakan, LCMM yang digelar mulai hari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://bulletinmetropolis.com/home/wp-content/uploads/2012/05/Kepala-Dinas-Pendidikan-Provinsi-Sumsel-Ade-Karyana-saat-membuka-Lomba-Cerdas-Cermat-Matemati-12ka-Se-Sumatera.jpg"><img class="aligncenter  wp-image-16712" title="Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan Ade Karyana saat membuka Lomba Cerdas Cermat Matematika. Foto: Rindu Puji/bulletinmetropolis.com" src="http://bulletinmetropolis.com/home/wp-content/uploads/2012/05/Kepala-Dinas-Pendidikan-Provinsi-Sumsel-Ade-Karyana-saat-membuka-Lomba-Cerdas-Cermat-Matemati-12ka-Se-Sumatera.jpg" alt="" width="442" height="318" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Sriwijaya menggelar lomba cerdas cermat matematika (LCMM) tingkat SMP dan SMA se-Sumatera.<span id="more-16703"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Lomba bertajuk Matematika Membangun Prestasi, itu dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan Ade Karyana, Senin (14/5) di Aula Magister Manajemen Unsri.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketua Panitia Arif Priyono mengatakan, LCMM yang digelar mulai hari ini hingga tanggal 16 Mei, diikuti peserta dari Provinsi Sumsel, Jambi, dan Bandar Lampung.</p>
<p style="text-align: justify;">“Tanggal 16 Mei itu babak finalnya,” ujar Arif.</p>
<p style="text-align: justify;">Peserta terdiri dari beregu SMA dan perorangan SMP. Total ada 47 regu, 31 regu SMA dan 16 regu SMP. Sementara dari perorangan 45 orang dari tingkat SMA, dan 25 orang dari tingkat SMP.</p>
<p style="text-align: justify;">Provinsi Sumsel mengirim 29 regu di tingkat SMP dan 14 regu di tingkat SMA. Provinsi Jambi mengirim 6 regu di tingkat SMP saja, Provinsi Lampung juga mengirim 6 regu. Adapun juri berasal dari para dosen di FKIP Jurusan Pendidikan Matematika Unsri.</p>
<p style="text-align: justify;">Arif menerangkan, pada hari pertama akan diseleksi sembilan regu terbaik dari masing-masing kelompok lomba, baik SMP maupun SMA beregu, dan SMP maupun SMA perorangan. Pemenang lomba akan mendapat piala bergilir dari Gubernur Sumsel.</p>
<p style="text-align: justify;">Arif mengatakan, tujuan lomba ini adalah meningkatkan motivasi dan rasa percaya diri siswa dalam mempelajari matematika. Selain itu, untuk mengukur keberhasilan siswa dalam menguasai materi pelajaran matematika.</p>
<p style="text-align: justify;">“Ini sebagian dari upaya meningkatkan mutu pendidikan sekolah.”</p>
<p style="text-align: justify;">Ade Karyana menyambut positif penyelenggaraan lomba cerdas cermat matematika. “Karena dari even ini akan lahir anak-anak luar biasa, yang berbakat di bidang matematika,” ujar Karyana. <strong>(rindu)</strong></p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bulletinmetropolis.com/home/?feed=rss2&#038;p=16703</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Palembang Galakkan Tanam Pohon Buah</title>
		<link>http://bulletinmetropolis.com/home/?p=16702</link>
		<comments>http://bulletinmetropolis.com/home/?p=16702#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 May 2012 08:54:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wahyu Hidayat</dc:creator>
				<category><![CDATA[BERITA HARIAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bulletinmetropolis.com/home/?p=16702</guid>
		<description><![CDATA[Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Kota Palembang Sudirman Tegoeh mengatakan, pihaknya kini menggencarkan penanaman pohon buah di sejumlah kawasan di kota ini. Antara lain di Pulo Kemaro, Pulo Kerto, Gandus, dan Jakabaring. “Sekarang sudah mencapai 20 persen dari total 2.885 hektare yang bisa dijadikan kawasan hijau,” ujar Sudirman, Senin (14/5). Ia mengatakan, pohon buah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://bulletinmetropolis.com/home/wp-content/uploads/2012/05/Sudirman-Tegoeh-1-.jpg"><img class="alignleft  wp-image-16710" title="Sudirman Tegoeh, Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Kota Palembang. Foto: Cakra Mandala/bulletinmetropolis.com" src="http://bulletinmetropolis.com/home/wp-content/uploads/2012/05/Sudirman-Tegoeh-1-.jpg" alt="" width="111" height="149" /></a>Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Kota Palembang Sudirman Tegoeh mengatakan, pihaknya kini menggencarkan penanaman pohon buah di sejumlah kawasan di kota ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Antara lain di Pulo Kemaro, Pulo Kerto, Gandus, dan Jakabaring. “Sekarang sudah mencapai 20 persen dari total 2.885 hektare yang bisa dijadikan kawasan hijau,” ujar Sudirman, Senin (14/5).</p>
<p style="text-align: justify;">Ia mengatakan, pohon buah dipilih sebagai pengganti pohon jenis damar yang dulu kerap ditanam di sejumlah kawasan.<span id="more-16702"></span></p>
<p style="text-align: justify;">“Karena pohon buah lebih bermanfaat bagi masyarakat.”</p>
<p style="text-align: justify;">Salah satu pohon buah yang ditanam adalah mangga, karena pohonnya lebih rindang.</p>
<p style="text-align: justify;">Agar pohon ini cepat tumbuh, Sudirman mengatakan pihaknya langsung menanam pohon, bukan bibit.</p>
<p style="text-align: justify;">“Tapi kami juga perlu dukungan dan bantuan dari instansi terkait dan masyarakat, untuk ikut juga menanam pohon buah. Hasilnya kita juga yang akan menikmatinya.”</p>
<p style="text-align: justify;">Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Sumatera Selatan Anwar Sadat menyambut baik program penanaman pohon buah ini. Tapi, ia juga meminta pemerintah konsisten.</p>
<p style="text-align: justify;">“Jangan hanya menanam, tapi juga merawat secara berkelanjutan,” ujar Sadat.</p>
<p style="text-align: justify;">Ia juga mengatakan, lembaganya akan terus memantau dan tak segan-segan mengkritik kebijakan pemerintah terkait pelestarian lingkungan di Palembang, dan Sumatera Selatan secara umum. <strong>(wahyu)</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bulletinmetropolis.com/home/?feed=rss2&#038;p=16702</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>KFC Buka Cabang Outlet Simpang Bandara</title>
		<link>http://bulletinmetropolis.com/home/?p=16698</link>
		<comments>http://bulletinmetropolis.com/home/?p=16698#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 May 2012 10:26:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rindu Puji</dc:creator>
				<category><![CDATA[BERITA HARIAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bulletinmetropolis.com/home/?p=16698</guid>
		<description><![CDATA[Perusahaan waralaba Kentucky Fried Chicken (KFC), membuka cabang outletnya yang ke-427. Outlet itu berdiri di Jalan Kolonel H Barlian, simpang empat Tanjung Api-Api, tepatnya di Ruko Bandara Mas Palembang. Cabang KFC tersebut diresmikan oleh Wakil Gubernur Sumsel Eddy Yusuf, Jumat (11/5). Public Relation Manajer PT Fast Food Maman Sudarisman mengatakan outlet ini merupakan cabang ke [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://bulletinmetropolis.com/home/wp-content/uploads/2012/05/Wagub-Sumsel-saat-meresmikan-grand-opening-KFC-Simpang-Bandara-Palembang-12.jpg"><img class="aligncenter  wp-image-16699" title="Wakil Gubernur Sumsel Eddy Yusuf (kiri) saat meresmikan KFC simpang Bandara. Foto: Rindu Puji/bulletinmetropolis.com" src="http://bulletinmetropolis.com/home/wp-content/uploads/2012/05/Wagub-Sumsel-saat-meresmikan-grand-opening-KFC-Simpang-Bandara-Palembang-12.jpg" alt="" width="442" height="313" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Perusahaan waralaba <em>Kentucky Fried Chicken</em> (KFC), membuka cabang outletnya yang ke-427.<span id="more-16698"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Outlet itu berdiri di Jalan Kolonel H Barlian, simpang empat Tanjung Api-Api, tepatnya di Ruko Bandara Mas Palembang. Cabang KFC tersebut diresmikan oleh Wakil Gubernur Sumsel Eddy Yusuf, Jumat (11/5).</p>
<p style="text-align: justify;">Public Relation Manajer PT Fast Food Maman Sudarisman mengatakan outlet ini merupakan cabang ke 9 di Palembang.</p>
<p style="text-align: justify;">“Kami memilih kawasan ini karena lebih hidup, dekat dengan bandara. Tentunya konsumen lebih nyaman bersantap di sini,” ujarnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Ia mengatakan, KFC sudah 32 tahun beroperasi di Indonesia. Selama itu, KFC telah melahirkan berbagai inovasi, seperti penyempurnaan ayam goreng <em>original recipe</em> menjadi <em>new improved original ricipe</em>.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Inovasi ini mampu menghadirkan dua kenikmatan dalam satu rasa yaitu <em>crispy</em> di luar dan<em> juicy</em> di dalam,&#8221; kata Maman.</p>
<p style="text-align: justify;">Di KFC ini juga disediakan paket menu sarapan pagi, antara lain breakfast combo, breakfast praktis, dan produk goceng breakfast. Jika tak mau repot datang ke KFC, petugas akan mengantarkan pesanan ke rumah, layanannya 24 jam.</p>
<p style="text-align: justify;">“Target penjualan kami Rp 1 miliar per bulan,” ujar Maman.</p>
<p style="text-align: justify;">Dia menambahkan, KFC juga peduli lingkungan, lewat program <em>green action</em>. Program ini berfokus ke tiga hal: lingkungan hijau, peduli organik, dan <em>packaging</em> ramah lingkungan.</p>
<p style="text-align: justify;">Maman menerangkan, sejak 2008 KFC sudah menanam 1 juta pohon penghijauan. Sedangkan peduli organik, KFC memulainya melalui <em>rice organic</em>, di mana dalam produksinya KFC bekerja sama dengan petani kecil dan tidak menggunakan pestisida kimia.</p>
<p style="text-align: justify;">Beras organik jelas lebih sehat, selain terbukti mengandung serat alami lebih tinggi dan gizi lebih berimbang. Rasanya pun lebih enak dan pulen, serta lebih tahan basi.</p>
<p style="text-align: justify;">Adapun <em>packaging</em> ramah lingkungan, KFC melakukannya dengan menggunakan <em>biodegradable</em> dan bahan <em>nonsteyrofoam</em> yang ramah lingkungan.</p>
<p style="text-align: justify;">Kemasan ini mampu terurai hanya dalam beberapa tahun, terbuat dari bahan ramah lingkungan dan tidak merusak tanah.</p>
<p style="text-align: justify;">Wakil Gubernur Sumsel Eddy Yusuf menyambut positif kehadiran KFC ini. Menurut dia, kehadiran KFC bisa meningkat ekonomi Palembang, juga menyerap tenaga kerja, dan peluang bagi peternak ayam.</p>
<p style="text-align: justify;">“Dengan adanya 9 cabang KFC di Kota Palembang ini, peternak ayam di Kota Palembang dilibatkan, harus ayam diternak dari sini. Ini upaya untuk mengembangkan pertumbuhan ekonomi di Kota Palembang agar lebih baik,” ujar Eddy Yusuf.</p>
<p style="text-align: justify;">Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kota Palembang, Sudirman Tegoeh, mengakui belum ada kerja sama antara KFC dengan 9 kelompok peternak unggas binaan dinasnya.</p>
<p style="text-align: justify;">“Kita akan terus memotivasi dan membina peternak unggas, sehingga ke depan kerja sama ini bisa dilaksanakan,” katanya.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Opening store</em> KFC simpang Bandara, Palembang ini dimeriahkan oleh Ello, Band Armada, dan Tuffa Band.</p>
<p style="text-align: justify;">KFC juga menyerahkan plakat <em>green action</em> kepada ELLO sebagai bukti kepedulian artis terhadap lingkungan dan dukungan terhadap program KFC <em>Green Action.</em> <strong>(rindu)</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bulletinmetropolis.com/home/?feed=rss2&#038;p=16698</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

