Berita Terbaru Bulletin Metropolis
- Pasar Tradisional Ramai Dipadati pada H-1 Jelang Lebaran (Berita Foto)
- Arus Mudik Melalui Kereta Api Stasiun Tj.Karang-Kertapati dan Sebaliknya Jelang Lebaran 2010 Menurun
- Pasang 40 Unit Tenda Untuk Sholat Ied (Berita Foto)
- Amankan Lalu Lintas Bundaran Air Mancur Sampai Malam Takbiran (Berita Foto)
- Idul Fitri, Ampera Ditutup
- Mangkir Kerja Setelah Cuti, Disanksi
- Open House Wali Kota Terbuka untuk Umum
- Puncak Mudik Diperkirakan H-2
- Nunggak Pajak dari Ratusan Juta hingga Miliaran
- Tinjau Tiga Posko Pengamanan Jelang Hari Raya Idul Fitri 1431 H/2010 M (Berita Foto)
- Kewirausahaan untuk Mengatasi Pengangguran
- Puskesmas Tak Libur, Posko Disiagakan
- Sampah Meningkat 50 Ton Sehari
- Wali Kota: Pedagang Jangan Mempermainkan Harga
- Asap Tebal di Gardu Listrik Pasar 16 Ilir (Berita Foto)
Get Our Link
Links
Statistik Pengunjung
Edisi Sebelumnya
Produk Kami
Arsip 2009
Bidikan Kamera
- Malam Lebaran, Listrik Kembali Padam di Pekanbaru 09/10/2010
- Tol Pejagan Arah Brebes Macet Total 09/10/2010
- Habibie: Lebaran Tanpa Ibu Ainun Berat Bagi Saya 09/10/2010
- Jenazah Joni Diberangkatkan ke Garut 09/10/2010
- Istri Joni Titipkan Uang Santunan Pada Polisi 09/10/2010
- Dino Patti Djalal Sapa Masyarakat Indonesia di AS 09/10/2010
- Istri Tolak Jenazah Joni Malela Diotopsi 09/10/2010
- Menkes: Selidiki Penyebab Kematian, Joni Harus Diotopsi 09/10/2010
- Menkes: Joni Meninggal Bukan karena Kekerasan atau Terinjak 09/10/2010
- Nagreg Diguyur Hujan, Kendaraan Arah Tasik Padat Merayap 09/10/2010

Dinkes Lakukan Pengasapan di 70 Titik
Senin 08/03/10, 5:27 PM oleh Wahyu Hidayat.
Health Agency Conducted Fogging at 70 Points
Banjir yang masih melanda sejumlah kawasan di Kota Palembang dikhawatirkan menimbulkan berbagai penyakit, seperti demam berdarah dan malaria. Karena itu, dalam waktu dekat ini, atau tepatnya sesudah banjir mulai surut, Dinas Kesehatan Kota Palembang bakal melakukan pengasapan (fogging).
Menurut Anton Suwindro, Kepala Bidang Penanggulangan Masalah Kesehatan di dinas itu, kendati dari laporan warga dan puskesmas belum dijumpai ada warga terjangkit penyakit akibat banjir, pengasapan tetap dilakukan.
“Ini juga (pengasapan) instruksi dari Wali Kota Palembang. Minggu depan akan kita lakukan,” katanya, Senin, (8/3) di ruang kerjanya.
Dia menerangkan, pengasapan bakal dipusatkan di 70 titik posko banjir yang sudah didirikan sebelumnya. Di posko-posko itu, Dinas Kesehatan menurunkan tiga tim yang masing-masing tim diisi 4-5 petugas.
“Mereka akan digilirkan untuk melakukan fogging,” ujar Anton.
Menurut dia, dari 70 posko itu, Kelurahan Pulokerto Kecamatan Gandus dan Kelurahan Tanjung Rawo Kecamatan Ilir Barat I merupakan kawasan yang rawan penyakit demam berdarah. Sebabnya, dua kelurahan itu telah lebih dulu terendam air saat air Sungai Musi pasang. Di samping itu, “Genangan airnya juga lebih tinggi dan agak lama surutnya,” kata Anton.
Selain pengasapan, Anton menambahkan, pihaknya juga bakal membagikan bubuk abate bagi warga yang terkena banjir. “Satu bungkus untuk satu rumah,” katanya lagi. (why)
Floods still hit some areas in the city of Palembang is feared cause various diseases, like dengue fever and malaria. Therefore, in the near future, or rather after the floods began to recede, Palembang City Health Office will conduct fumigation (fogging).
According to Anton Suwindro, Head of Management Problems in the service’s health, despite the reports of citizens and health centers have not seen people contract the disease from floods, smoking is still being done.
“It’s also (fumigation) instructions from the mayor of Palembang. Next week we’ll do, “he said, Monday, (8 / 3) in his study.
He explained, smoking will be focused on flood post 70 points already established previously. In the post-post it, Public Health Service lowered three teams, each team of 4-5 officers charged.
“They’re going to do digilirkan fogging,” says Anton.
According to him, from the 70 post, Pulokerto of District and Sub-District District GANDUS Rawo Cape Western Ilir District I is the area prone to dengue fever. Why, the two urban villages that had already inundated when the water tide Musi River. In addition, the “puddle of water was also higher and the decline for some time,” said Anton.
In addition to fumigation, Anton added, his department would distribute abate powder for residents affected by flooding. “One pack for one house,” she said again. (why)
Titik-titik Rawan Banjir Akan Didata
Senin 08/03/10, 1:28 PM oleh Wahyu Hidayat.
The points of flood will be recorded.
Titik-titik rawan banjir, khususnya di kawasan yang tergenang saat air Sungai Musi pasang, bakal diinventarisir oleh Pemerintah Kota Palembang.
Tahap awal, kata Lukman, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat Kota Palembang, pihaknya meminta lurah dan camat agar melakukan pendataan.
“Dengan begitu, kita bisa tahu dan segera mengantisipasi kalau terjadi banjir. Untuk rumah-rumah yang tidak bertiang, kita harapkan memasang tiang. Jadi, walaupun banjir, rumahnya tidak tergenang,” katanya, Senin (8/3).
Selain itu, ujar dia, pihaknya juga sudah menyiapkan tim penanggulangan bencana untuk membantu warga.
Soal ancaman air pasang di Sungai Musi, Lukman mengatakan hal itu sudah disampaikan pada warga. Meski begitu, dia tak terlalu khawatir dengan siklus lima tahunan ini. “Karena banjir di daerah Hulu sudah surut. Jadi, kalaupun pasang tidak akan setinggi beberapa waktu lalu,” katanya.
Sebelumnya, Wali Kota Palembang Eddy Santana Putra mengatakan bahwa banjir yang terjadi di Palembang merupakan fenomena alam. “Memang biasa terjadi tiap lima tahun sekali,” katanya.
Dia juga meminta camat dan lurah serta instansi terkait memasang semacam tanda patok di titik banjir. Patok itu, kata Eddy, jadi penanda bahwa di lokasi itu bangunannya bangunannya mesti ditinggikan, maupun direhab. (why)
The points prone to floods, especially in areas that were inundated by the tide of Musi River water, would be taken inventory by the City Government of Palembang.
Early stages, said Lukman, head of National Unity and Community Protection Palembang asked the head of the subdistrict and village to perform data collection.
“That way we can know and anticipate immediately if there was a flood. For houses that are not pole, we expect to install the pole. Thus, although the flood, the house is not stagnant, “he said, Monday (8 / 3).
In addition, he said, his department has prepared disaster response team to assist residents.
About the threat of high water in the Musi River, Lukman said it had been conveyed to the citizens. Still, he’s not too worried with this five-year cycle. “Since the floods in the Upper gone down. So, if high tide will not some time ago, “he said.
Previously, Palembang mayor Eddy Santana Putra said the flooding that occurred in Palembang is a natural phenomenon. “It happens once every five years,” he said.
He also asked the head of the subdistrict and village heads and relevant agencies put a sign at the point of flooding stakes. Shares, said Eddy, a marker that the building is the building’s location should be exalted, and direhab. (why)



