Berita Terbaru Bulletin Metropolis
- Pasar Tradisional Ramai Dipadati pada H-1 Jelang Lebaran (Berita Foto)
- Arus Mudik Melalui Kereta Api Stasiun Tj.Karang-Kertapati dan Sebaliknya Jelang Lebaran 2010 Menurun
- Pasang 40 Unit Tenda Untuk Sholat Ied (Berita Foto)
- Amankan Lalu Lintas Bundaran Air Mancur Sampai Malam Takbiran (Berita Foto)
- Idul Fitri, Ampera Ditutup
- Mangkir Kerja Setelah Cuti, Disanksi
- Open House Wali Kota Terbuka untuk Umum
- Puncak Mudik Diperkirakan H-2
- Nunggak Pajak dari Ratusan Juta hingga Miliaran
- Tinjau Tiga Posko Pengamanan Jelang Hari Raya Idul Fitri 1431 H/2010 M (Berita Foto)
- Kewirausahaan untuk Mengatasi Pengangguran
- Puskesmas Tak Libur, Posko Disiagakan
- Sampah Meningkat 50 Ton Sehari
- Wali Kota: Pedagang Jangan Mempermainkan Harga
- Asap Tebal di Gardu Listrik Pasar 16 Ilir (Berita Foto)
Get Our Link
Links
Statistik Pengunjung
Edisi Sebelumnya
Produk Kami
Arsip 2009
Bidikan Kamera
- Malam Lebaran, Listrik Kembali Padam di Pekanbaru 09/10/2010
- Tol Pejagan Arah Brebes Macet Total 09/10/2010
- Habibie: Lebaran Tanpa Ibu Ainun Berat Bagi Saya 09/10/2010
- Jenazah Joni Diberangkatkan ke Garut 09/10/2010
- Istri Joni Titipkan Uang Santunan Pada Polisi 09/10/2010
- Dino Patti Djalal Sapa Masyarakat Indonesia di AS 09/10/2010
- Istri Tolak Jenazah Joni Malela Diotopsi 09/10/2010
- Menkes: Selidiki Penyebab Kematian, Joni Harus Diotopsi 09/10/2010
- Menkes: Joni Meninggal Bukan karena Kekerasan atau Terinjak 09/10/2010
- Nagreg Diguyur Hujan, Kendaraan Arah Tasik Padat Merayap 09/10/2010

MTQ Sarana Meningkatkan Pemahaman Akan Al-Quran
Selasa 09/03/10, 5:00 PM oleh Hidayatullah Adronafis.
MTQ is Means to Improve Understanding of the Qur’an
Palembang mayor Eddy Santana Putra expect Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) 2010 Palembang level can be used as a means to increase faith and piety of Muslims, and provide insight in studying the holy book.
Wali Kota Palembang Eddy Santana Putra mengharapkan Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Kota Palembang 2010 dapat dijadikan sarana untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan umat Islam, serta memberi pemahaman dalam mempelajari kitab suci Al-Quran.
Hal itu dikemukakannya saat membuka lomba MTQ tingkat kecamatan yang dipusatkan di Masjid Nurul Taqwa dan Masjid Al Hidayah Kelurahan Srimulya, Kecamatan Sematang Borang, Senin (8/3). Lomba ini diselenggarakan selama lima hari, 8-13 Maret 2010.
“Melalui MTQ Tingkat Kota Palembang, kita harapkan juga untuk mengukir prestasi gemilang dalam menyongsong MTQ Tingkat Provinsi Sumsel yang akan di gelar pada pada 22 Maret 2010 mendatang, dan SEA Games Tahun 2011 nanti,” ujar Eddy, dalam sambutannya.
Selain itu, dirinya berharapa MTQ Tingkat Kota Palembang 2010 dapat menjalin serta mempererat tali silaturahmi.
“Apalagi kan perlombaan MTQ ini dapat meningkatkan kemampuan seni baca dan tulis Al-Qur’an yang merupakan bagian tak terpisahkan dalam pembangunan masyarakat pada umumnya. Jadi, masyarakat Kota Palembang dapat terbebaskan dari buta aksara Al-Qur’an,” papar Eddy.
Sementara itu, Marwan Idris, ketua panitia pelaksana, menerangkan, peserta MTQ ini terdiri dari 379 peserta utusan dari 16 kecamatan se-Palembang. Mereka dibagi dalam 19 kelompok dalam perlombaan itu. Antara lain, untuk Tilawah anak-anak putra dan putri, peserta sebanyak 30 orang, Tilawah remaja putra dan putri 28 orang, Tilawah cacat netra pria dan wanita 10 orang.
Kemudian Tilawah dewasa pria dan wanita 31 orang, Qira’at sab’ah pria dan wanita 19 orang, Tartilul Qur’an putra dan putri 27 orang, Hifzil Qur’an 1 juz dan Tilawah putra dan putri 20 orang.
Selanjutnya, Hifzil Qur’an 5 juz dan Tilawah putra dan putri 19 orang, Hifzil Qur’an 10 juz putra dan putri 10 orang, Hifzil Qur’an 20 juz putra dan putri 10 orang, Hifzil Qur’an 30 juz putra dan putri 10 orang. Lalu, Tafsir bahasa Arab pria dan wanita 9 orang, Tafsir bahasa Indonesia pria dan wanita 8 orang, Tafsir bahasa Inggris pria dan wanita 2 orang, Khotil Qur’an naskah pria dan wanita 19 orang, Khotil Qur’an Dekorasi pria dan wanita 19 orang, Khotil Qur’an Hiasan Mushaf pria dan wanita sebanyak 20 orang.
Untuk kategori beregu, Marwan menyebutkan, Fahmil Qur’an dengan 12 regu, Syahril Qur’an sebanyak 10 regu.
”Dewan Hakim ada 50 orang, terdiri dari 38 pria dan 12 wanita,” kata Marwan.
Untuk hadiah, masing-masing peserta yang menang akan mendapat trophy tetap perorangan, uang pembinaan, serta piagam penghargaan.
”Terbaik I, akan diikutsertakan pada Training Center guna persiapan MTQ tingkat provinsi,” kata Marwan pula.
Cabang Baru
Dia melanjutkan, dalam MTQ ini sebetulnya ada cabang baru yang akan dilombakan, yakni Musabaqah Menulis Kandungan Al-Qur’an. Namun, hal itu belum dapat dilaksanakan karena beberapa sebab.
”Peserta yang mendaftar hanya dua orang, dan itupun hanya utusan dari Kecamatan Sematang Borang. Selain itu, cabang ini belum tercakup dalam anggaran penyelenggaraan kegiatan MTQ tahun ini,” terang Marwan.
Untuk mengisi kekosongan ini pada MTQ tingkat provinsi nanti, Marwan mengatakan bakal meminta bantuan dari Institut Agama Islam Negeri Raden Fatah Palembang.
”Apabila Wali kota setuju, kita mintakan bantuan dari Lembaga Tahfidz dan Tilawah Fakultas Ushuluddin IAIN Raden Fatah Palembang, untuk melaksanakan seleksi,” ungkapnya. (dyt)
Palembang mayor Eddy Santana Putra expect Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) 2010 Palembang level can be used as a means to increase faith and piety of Muslims, and provide insight in studying the holy book the Koran.
That’s said when opening MTQ sub-district level competitions centered on Nurul Taqwa Mosque and Al- Hidayah Mosque at Srimulya village , Sematang Borang sub-district, Monday (8 / 3). Competition was held for five days, 8-13 March 2010.
“Through MTQ Palembang level, we expect also for the brilliant achievement in facing South Sumatra Provincial MTQ be in the title in the upcoming March 22, 2010, and 2011 SEA Games next year,” said Eddy, in his speech.
In addition, he hoped that MTQ 2010 Palembang level can establish and Hospitality tighten.
“Moreover, this MTQ’s race can improve the art of reading and writing of the Qur’an which was an integral part of community development in general. Thus, the city of Palembang be liberated from illiteracy of the Qur’an, “said Eddy.
Meanwhile, Marwan Idris, chairman of the executive committee, explained, this MTQ participants consisted of 379 participants from 16 sub-district delegates a Palembang. They were divided into 19 groups in the race. Among other things, for children Recitations sons and daughters, as many as 30 people participating, Recitations young men and women 28 people, disabled Recitations blind men and women 10 people.
Then Recitations adult men and women 31 men, Qira’at sab’ah men and women 19 men, Tartilul Qur’an 27 sons and daughters of people, Hifzil Quran Recitations 1 juz and sons and daughters of 20 people.
Furthermore, Hifzil Quran Recitations 5 juz and 19 sons and daughters of men, 10 juz Quran Hifzil sons and daughters of 10 people, 20 juz Quran Hifzil sons and daughters of 10 people, 30 juz Quran Hifzil sons and daughters of 10 guy. Then, Tafsir Arabic men and women 9 men, Tafsir Indonesian men and women 8 men, Interpretation of English men and women 2 men, the Qur’an manuscript Khotil men and women 19 people, the Qur’an Decorations Khotil men and women 19 men , Koran Khotil Ornamentations men and women as much as 20 people.
For the team category, Marwan said, Fahmil Qur’an with 12 teams, Syahril Qur’an as much as 10 teams.
“House of Justice there are 50 people, consisting of 38 men and 12 women,” said Marwan.
For the present, each winning participant will receive a trophy remains an individual, money coaching, and rewards.
“Best I, will be included in the Training Center to prepare MTQ provincial level,” said Marwan too.
New Branch
He continued, in this MTQ there are actually a new branch to be contested, namely Musabaqah Gynecology Writing the Qur’an. However, it may not yet implemented due to several reasons.
“Participants who sign up only two people, and that only a messenger from the District Borang mature. In addition, the branch has not been included in the budget implementation MTQ activities this year, “explained Marwan.
To fill this void at the provincial level MTQ later, Marwan said that would ask for help from the State Islamic Institute Raden Fatah Palembang.
“If the mayor agrees, we ask for help from the Institute of Faculty Tahfidz and Recitations Ushuluddin IAIN Raden Fatah Palembang, to carry out the selection,” he said. (dyt)
Kawasan di Sungai Musi Jadi Prioritas Pembangunan
Selasa 09/03/10, 2:47 PM oleh Febrian Azhar.
Regions in the Musi River Will be the Priority of Development
City Government-Unsri will hold Seminar and Workshop
• Pemkot-Unsri Bakal Gelar Seminar dan Workshop
Program Doctoral Pascasarjana Universitas Sriwijaya bekerja sama dengan Pemerintah Kota Palembang, pada 18-21 Maret 2010, bakal menyelenggarakan seminar dan workshop internasional tentang pengelolaan dan pengembangan wilayah perairan. Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Air se-Dunia yang diperingati tiap tanggal 22 Maret.
Begitu terungkap dalam rapat antara panitia penyelenggara dengan Pemerintah Kota Palembang, Selasa (9/3).
Wali Kota Palembang Eddy Santana Putra menyambut baik rencana ini. Kata Eddy, Palembang adalah kota yang sangat identik dengan wilayah perairan dengan Sungai Musi sebagai pusatnya atau istilahnya Center Zone.
“Jadi titik inilah yang harus menjadi prioritas pembangunan. Bila sudah dibangun, maka pembangunan di tempat-tempat lain mudah dilaksanakan. Karena Palembang sudah sekian lama jadi kota sungai dan 2010 ini direncanakan jadi kota internasional,” kata Eddy.
Seminar dan workshop ini bakal diikuti negara-negara ASEAN dan perwakilan dari Belanda dan Iran. Tak ketinggalan perwakilan dari seluruh provinsi di Tanah Air tentunya.
Pada hari pertama (18 Maret 2010), pembukaan digelar di atas Kapal Pesiar Putri Kembang Dadar, direncanakan dibuka Eddy Santana Putra dan Rektor Universitas Sriwijaya Badiah Parizade.
Setelah pembukaan, Eddy akan menyerahkan hadiah kepada pemenang lomba Fotografi, Mengarang dan Puisi tingkat SMP dan SMA se-Palembang. Dilanjutkan dengan pemaparan mengenai Palembang sebagai kota sungai dan Palembang sebagai kota internasional. Di hari itu juga peserta akan diajak mengarungi Sungai Musi dan berkunjung ke Pulokerto yang dicanangkan sebagai lokasi percontohan pengelolaan dan pengembangan rawa.
Hari kedua (19 Maret 2010), peserta berkunjung ke Pelabuhan Tanjung Api-api, pusat pengembangan dan pengelolaan pengairan. Kemudian bertolak ke area konservasi hutan mangrove dan Kota Terpadu Mandiri Telang. Selanjutnya mengunjungi Taman Nasional Sembilang pada hari ketiga.
Disinggung soal pengelolaan rawa dan pengendalian banjir, Eddy mengatakan pihaknya akan membuat patok–patok banjir yang dipasang di kawasan rawan banjir di Palembang. Patok-patok ini sebagai penanda bahwa di daerah itu tanah maupun bangunannya perlu ditinggikan.
“Kita juga akan melaksanakan perlindungan rawa konservasi dan rawa yang dapat dimanfaatkan, sesuai dengan pelaksanaan Perda tentang Rawa,” ujar Eddy. (feb)
• City Government-Unsri will hold Seminar and Workshop
Graduate of Doctoral Program Sriwijaya University in cooperation with the City Government of Palembang, on 18-21 March 2010, will be holding seminars and international workshops on the management and development of waters. This activity was held in commemoration of Day of the World Water is commemorated every March 22.
Once expressed in a meeting between the organizers and the Government of Palembang City, Tuesday (9 / 3).
Palembang mayor Eddy Santana Putra welcomes this plan. Said Eddy, Palembang is a city that is synonymous with the waters of Musi River as its center or call Center Zone.
“So this point should be a priority of development. When you’ve built, the development in other places easily implemented. Because of Palembang have long become a river city, and 2010 is planned to be an international city, “said Eddy.
This seminar and workshop will be followed by ASEAN countries and representatives from the Netherlands and Iran. Not to forget representatives from all provinces in the country of course.
On the first day (March 18, 2010), the opening was held on the Putri Kembang Dadar Cruises , planned to open Eddy Santana Putra and the Rector of the University of Sriwijaya Badiah Parizade.
After the opening, Eddy will give prizes to winners of Photography, Writing and Poetry junior and senior high school levels as Palembang. Followed by a presentation about the city of Palembang and Palembang river as an international city. On the same day the participants will be invited to navigate the Musi River and visited a proclaimed Pulokerto as a pilot site management and development of the swamp.
The second day (March 19, 2010), participants visited the Port of Tanjung Api-api, the center of irrigation development and management. Then left for mangrove forest conservation areas and Integrated Urban Independent Telang. Next visit Sembilang National Park on the third day.
Mentioned about the management of swamps and flood control, Eddy said it would make a stakes-placed stakes in flood prone areas flood in Palembang. Stakes, these stakes as markers that in the area of land and buildings need to be exalted.
“We will also carry out protection and wetland conservation swamps that can be utilized, in accordance with the implementation of the decision of Slough,” Eddy said. (feb).





