Berita Terbaru Bulletin Metropolis
- Mangkir Kerja Setelah Cuti, Disanksi
- Puncak Mudik Diperkirakan H-2
- Nunggak Pajak dari Ratusan Juta hingga Miliaran
- Tinjau Tiga Posko Pengamanan Jelang Hari Raya Idul Fitri 1431 H/2010 M (Berita Foto)
- Kewirausahaan untuk Mengatasi Pengangguran
- Puskesmas Tak Libur, Posko Disiagakan
- Sampah Meningkat 50 Ton Sehari
- Wali Kota: Pedagang Jangan Mempermainkan Harga
- Asap Tebal di Gardu Listrik Pasar 16 Ilir (Berita Foto)
- Demo Mengutuk Rencana Pembakaran Al Quran (Berita Foto)
- Macet, Padat, Merayap (Berita Foto)
- Tahun Depan Gaji Pasukan Kuning Naik lagi
- Bisa Untung Rp 10 Juta
- Bandara SMB II Ditambah CCTV
- Persediaan Darah Menurun 30 Persen
Get Our Link
Links
Statistik Pengunjung
Edisi Sebelumnya
Produk Kami
Arsip 2009
Bidikan Kamera
- Pram: TNI AU Tak Perlu Tegur Kolonel Adjie Secara Terbuka 09/07/2010
- Pertemuan Malaysia-RI di Kinabalu Seperti Pemenang & Pecundang 09/07/2010
- ASEMUS Rayakan Dasawarsa Pertukaran Asia Eropa 09/07/2010
- Nyawa Tentara AS Dalam Bahaya Jika Gereja Florida Jadi Membakar Alquran 09/07/2010
- 4 Ribu Penjual Voucher Pulsa Mudik Gratis 09/07/2010
- 4 Bus Pengangkut Pemudik Bermotor Tersedia di Jl Lemah Abang Bekasi 09/07/2010
- KKP: Malaysia Tak Boleh Asal Main Tangkap Nelayan Indonesia 09/07/2010
- Operasi Penyelamatan Butuh Dana Jutaan Dolar AS 09/07/2010
- Kemlu Akan Dampingi 5 Nelayan yang Ditangkap Malaysia 09/07/2010
- Orangtua Paskibra Korban Pelecehan Seksual Akan Mengadu ke Bang Yos 09/07/2010

Palembang Dapat Mesin Pengolah Karet
Selasa 02/02/10, 3:21 PM oleh Wahyu Hidayat.
Menteri Perindustrian dan Perdagangan akan memberikan bantuan berupa satu unit mesin pengolahan karet mentah untuk diolah menjadi bahan jadi siap pakai. Bantuan itu akan diserahkan kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Palembang.
Begitu diungkapkan Asisten II Bidang ekonomi dan Pembangunan Pemerintah Kota Palembang Apriadi Busri, kepada wartawan seusai membahas soal bantuan ini, Selasa (2/2) di Kantor Pemerintah Kota Palembang.
Apriadi mengatakan, bantuan mesin itu nantinya akan dikelola salah satu koperasi di kota tua ini. Saat ini, katanya, ada lima koperasi yakni Koperasi Bhakti Jaya, Koperasi Indoman, Koperasi Ananta CV, Koperasi Adi Guna Sukses Mandiri dan Koperasi Dakota, yang masuk dalam catatan pemerintah kota.
“Akan kita bahas apakah mesin ini akan dihibahkan atau dikelola salah satu koperasi. Pengawasannya tetap di Disperindag,” ujarnya.
Dia menerangkan, mesin itu dapat dimanfaatkan untuk mengolah bahan mentah menjadi barang siap pakai, seperti telapak sepatu, karpet karet mobil, keset kaki, step sepeda motor dan pedal kendaran roda dua.
”Dalam satu unit mesin ini sudah ada mesin pres, cetaknya untuk membuat beberapa item bahan jadi,” kata dia.
Dia menambahkan, Kota Palembang punya potensi untuk mengelola bahan karet karena kota yang bervisi internasional ini punya sekitar 20 pabrik karet.
Apabila produksi karet jadi barang jadi melalui mesin bantuan itu berhasil dioptimalkan, kata Apriadi, pihaknya akan mengusulkan bantuan mesin lagi ke pemerintah pusat.
“Ini demi pengusaha kecil kita.” (why)
Silahkan tinggalkan komentar anda di sini.
Tidak ada Komentar »
Belum ada komentar.
Tinggalkan komentar



