Berita seputar kegiatan Pemerintah Kota Palembang klik di sini

Palembang Akan Ikut Pasar Malam di Belanda

Kamis 04/02/10, 1:31 PM oleh Wahyu Hidayat.

•    Butuh Dana Rp 25-30 juta

Kota Palembang, mewakili Provinsi Sumatera Selatan, akan mengikuti Pasar Malam Indonesia di Malleveid, Den Haag Belanda, 1-5 April mendatang. Selain Sumsel, pasar malam itu juga bakal diikuti Sumatera Utara dan Jawa Timur.

“Sekarang baru tahap awal, masih dalam rencana persiapan,” ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Palembang Wantjik Badaruddin, di Kantor Pemerintah Kota Palembang, Kamis (4/2).

Karena itu, Wantjik belum bisa memastikan siapa saja dan berapa banyak peserta yang bakal ikut serta.

“Kemungkinan rombongan yang bakal berangkat terdiri dari Disperindag, Dinas Pariwisata dan Penanaman Modal Daerah (PMD),” katanya.

Dana yang dibutuhkan untuk berangkat ke negeri Kincir Angin itu diperkirakan Rp 25-30 juta per orang. Dana tersebut untuk biaya transportasi dan akomodasi peserta selama lima hari di sana.

“Tapi itukan baru ancar-ancar (perkiraan-red),” katanya.

Biasanya, kata dia, dana yang dibutuhkan lebih kecil. Pihaknya juga sedapat mungkin akan menekan biaya pengeluaran. Salah satunya dengan menginap di wisma. “Kalau tidak di hotel mungkin biayanya bisa lebih murah.”

Pola ini diterangkan Wantjik pernah dilakukan pihaknya saat di Inggris. Di negeri Elizabeth itu, katanya, cuma butuh Rp 29 juta  per orang. “Itu sudah murah loh.”

Dalam acara yang digelar oleh Dubes Indonesia untuk Belanda tersebut, Wantjik mengatakan kemungkinan akan ditampilkan sejumlah seni, budaya dan hasil industri khas Kota Palembang.

“Soal apa yang bakal ditampilkan nanti akan dikoordinasikan dengan pemerintah tingkat satu (provinsi, red),” tuturnya.

Wakil Ketua II DPRD Kota Palembang Jimmi Oscar Haris, saat dikonfirmasi mengaku belum tahu rencana keberangkatan jajaran pemerintah kota ini.

“Kita belum terima laporan mengenai itu,” ujar Jimmi.

Disinggung soal dana keberangkatan yang kisaran Rp 25-30 juta, menurut Jimmi itu hal yang wajar. Apalagi untuk promosi dan kemajuan Kota Palembang.

Meski begitu, Dewan kata Jimmi akan menanyakan soal dana itu. “Sumbernya dari mana,” katanya.

“Kalau menggunakan APBD seharusnya ada laporan ke kita untuk apa kegiatannya,” ujar dia.

Sebagai fungsi kontrol, media massa kata Jimmi harus pula dilibatkan. Dengan begitu, warga Palembang dapat mengetahui apa saja yang dikerjakan pemerintah selama  di sana. “Kalau tidak kan rakyat tidak tahu, apakah di sana pelesiran saja.” (why)


Silahkan tinggalkan komentar anda di sini.

Tidak ada Komentar »

Belum ada komentar.

Tinggalkan komentar




Pengunjung ke :
hit counters

Untuk mendapatkan tampilan terbaik sebaiknya menggunakan Mozzila Firefox browser.