Berita seputar kegiatan Pemerintah Kota Palembang klik di sini

PLN Jangan Asal Menebang Pohon

Kamis 04/02/10, 4:52 PM oleh Hidayatullah Adronafis.

Penebangan pohon oleh Perusahaan Listrik Negara Cabang Palembang, di sejumlah rayon seperti di Ampera, Kenten, A Rivai, dan Sukarame, ditanggapi Wakil Wali Kota Palembang Romi Herton.

“Itu tidak ada masalah. Tapi kita harus berkoordinasi dahulu, tidak bisa langsung ditebang. Itu sudah diatur lewat Perda Kota Palembang,” kata Romi, di sela-sela kunjungan kerjanya di Kecamatan Seberang Ulu II, Kamis (4/2).

Romi mengingatkan bahwa setiap kegiatan penebangan pohon di Palembang lebih dulu harus memenuhi beberapa persyaratan, seperti harus mengganti pohon yang ingin ditebang dengan dengan bibit pohon baru, atau dengan dipungut restribusi.

“Karena penghijauan adalah visi Kota Palembang, jadi pohon tetap harus dipelihara,” Romi menegaskan.

Hal senada juga dikemukakan Kepala Dinas Penerangan Jalan, Pertamanan, dan Pemakaman Kota Palembang Taufik Syakroni. Ia mengimbau Manager Cabang PLN agar mengkoordinasikan hal itu kepada dinasnya.

“Memang selama ini koordinasi PLN agak kurang. Jadi kita perlu Perlu koordinasikan lagi tentang hal itu. Terlebih lagi saat tim mereka melakukan pemangkasan. Mungkin kita akan beritahukan tentang cara pemangkasan yang benar tehadap pohon yang mereka anggap menganggu,” kata Taufik.

Menurut Taufik, pihaknya juga telah punya tim untuk memangkas pohon yang tinggi dan dinilai mengganggu kenyamanan.

Penebangan pohon oleh PLN menyikapi maraknya frekuensi pemadaman ataupun gangguan listrik di Kota Palembang. Salah satu penyebab adalah dahan pohon dan tali layang-layang yang bergelantungan di jaringan tegangan tingkat rendah. Apalagi di musim penghujan seperti sekarang.

Berdasarkan data gangguan yang masuk di PLN Cabang Palembang, selama 2009 lalu, terdapat 280 kali gangguan  di 96 penjulang dengan bobot mencapai 60 persen gangguan, akibat tanam tumbuh.

Karena itu, PLN Cabang Palembang telah membentuk dan menebar tim. Nama tim itu Tim Pangkas Pohon. Tugasnya, ya itu tadi, memangkas pohon yang ketinggiannya sudah melampaui jaringan tegangan rendah (JTR).

Manager PLN Cabang Palembang Ir Rahimuddin mengungkapkan, pemangkasan pohon di Kota Palembang dilakukan secara rutin, terutama di daerah-daerah yang dilintasi kabel udara, seperti Palembang-Sekayu dan Palembang-Kayuagung.

“Di daerah-daerah yang menggunakan kabel udara, salah satu solusi untuk mengurangi frekuensi mati lampu dengan memangkas pohon yang kami lakukan setiap saat dan rutin,” katanya, belum lama ini.

Di antara kawasan yang sering mengalami padam listrik adalah kawasan sekitar daerah yang memiliki tanam tumbuh di luar kota dan daerah dalam kota. Khusus di dalam kota sendiri, PLN sedikit terkendala dengan adanya kebijakan dari Pemkot Palembang yang mempertahankan pohon sebagai paru-paru kota.

Masalahnya, posisi pohon itu ada di bawah jaringan. Sehingga sering kali dahannya-yang basah-menyentuh kabel dan bisa berakibat ledakan.

“Pohonnya sepertinya hanya dirapikan saja, tetapi tidak lama tumbuh dan akan menganggu lagi,” ujar Rahimuddin.

Kalau sudah terjadi gangguan, pelanggan PLN di daerah tersebut mengeluhkan seringnya mati lampu, terlebih saat musim hujan seperti saat ini.

“Ada juga pemilik ruko sengaja menanam tanaman berada di bawah kabel. Begitu membesar dan memanjang, posisinya mengenai jaringan dan sering kali terjadi masalah,” katanya lagi.

Selain karena terhalang dahan pohon, kata dia, biasanya gangguan listrik juga terjadi karena tersangkutnya tali layang-layang.

“Untuk masalah yang satu ini memang agak susah diatasi,” kata Rahimuddin. (dyt)


Silahkan tinggalkan komentar anda di sini.

Tidak ada Komentar »

Belum ada komentar.

Tinggalkan komentar




Pengunjung ke :
hit counters

Untuk mendapatkan tampilan terbaik sebaiknya menggunakan Mozzila Firefox browser.