Berita seputar kegiatan Pemerintah Kota Palembang klik di sini

Titik-titik Rawan Banjir Akan Didata

Senin 08/03/10, 1:28 PM oleh Wahyu Hidayat.

  

The points of flood will be recorded.

Titik-titik rawan banjir, khususnya di kawasan yang tergenang saat air Sungai Musi pasang, bakal diinventarisir oleh Pemerintah Kota Palembang.

Tahap awal, kata Lukman, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat Kota Palembang, pihaknya meminta lurah dan camat agar melakukan pendataan.

“Dengan begitu, kita bisa tahu dan segera mengantisipasi kalau terjadi banjir. Untuk rumah-rumah yang tidak bertiang, kita harapkan memasang tiang. Jadi, walaupun banjir, rumahnya tidak tergenang,” katanya, Senin (8/3).

Selain itu, ujar dia, pihaknya juga sudah menyiapkan tim penanggulangan bencana untuk membantu warga.

Soal ancaman air pasang di Sungai Musi, Lukman mengatakan hal itu sudah disampaikan pada warga. Meski begitu, dia tak terlalu khawatir dengan siklus lima tahunan ini. “Karena banjir di daerah Hulu sudah surut. Jadi, kalaupun pasang tidak akan setinggi beberapa waktu lalu,” katanya.

Sebelumnya, Wali Kota Palembang Eddy Santana Putra mengatakan bahwa banjir yang terjadi di Palembang merupakan fenomena alam. “Memang biasa terjadi tiap lima tahun sekali,” katanya.

Dia juga meminta camat dan lurah serta instansi terkait memasang semacam tanda patok di titik banjir. Patok itu, kata Eddy, jadi penanda bahwa di lokasi itu bangunannya bangunannya mesti ditinggikan, maupun direhab. (why)

The points prone to floods, especially in areas that were inundated by the tide of Musi River water, would be taken inventory  by the City Government of Palembang.

Early stages, said Lukman, head of National Unity and Community Protection Palembang asked the  head of the subdistrict and village  to perform data collection.

“That way we can know and anticipate immediately if there was a flood. For houses that are not pole, we expect to install the pole. Thus, although the flood, the house is not stagnant, “he said, Monday (8 / 3).

In addition, he said, his department has prepared disaster response team to assist residents.

About the threat of high water in the Musi River, Lukman said it had been conveyed to the citizens. Still, he’s not too worried with this five-year cycle. “Since the floods in the Upper gone down. So, if high tide will not some time ago, “he said.

Previously, Palembang mayor Eddy Santana Putra said the flooding that occurred in Palembang is a natural phenomenon. “It happens once every five years,” he said.

He also asked the head of the subdistrict and village heads and relevant agencies put a sign at the point of flooding stakes. Shares, said Eddy, a marker that the building is the building’s location should be exalted, and direhab. (why)


Silahkan tinggalkan komentar anda di sini.

Tidak ada Komentar »

Belum ada komentar.

Tinggalkan komentar




Pengunjung ke :
hit counters

Untuk mendapatkan tampilan terbaik sebaiknya menggunakan Mozzila Firefox browser.