Bidikan Kamera

Arsip

Links











Berita seputar kegiatan Pemerintah Kota Palembang klik di sini

Dana Bergulir untuk UMKM Sumsel Rp 500 M

Kamis 18/05/17, 21:48 PM oleh Ratih Syam.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Peyerapan dana bergulir untuk Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Sumatera Selatan masih rendah.

Hal ini dikemukakan Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan UMKM (LPDB – KUMKM), Kemas Danial.

“Padahal, koperasi dan UMKM, misalnya di Palembang, punya potensi. Tapi, pengetahuan masyarakat terhadap akses permodalan masih minim. Banyak yang tidak tahu. Ini penyebab rendahnya penyerapan dana bergulir,” ujar Danial, berbicara di Walk in Assesment Bimbingan Teknis bersama Kementerian Koperasi dan UMKM RI, di Hotel Horison Ultima, Palembang, Kamis (18/5). Acara ini dibuka secara resmi oleh Wali Kota Palembang Harnojoyo.

Ia mengku dana bergulir untuk koperasi dan UMKM paling banyak terserap di Pulau Jawa. Karena itu disarankan agar dana itu terserap di luar Jawa. Apalagi, ujar Danial, tahun ini Presiden Joko Widodo menggelontorkan dana bergulir senilai Rp 3 triliun.

“Supaya cepat penyerapannya kita ke Palembang. Terlebih kota ini juga menjadi tuan rumah Asian Games 2018,” kata Danial, dibincangi usai acara.

Disebutkan dia, penyerapan dana bergulir di Sumsel pada tahun lalu hanya sebesar Rp 30 miliar. Untuk penyerapan terbesar ada di Provinsi Jawa Timur Rp 1,6 triliun, Jawa Tengah Rp 1,4 triliun, dan Jawa Barat Rp 1,1 triliun. Dengan sektor dominan di perdagangan.

“Tahun ini kita sediakan sebesar Rp 500 miliar untuk UMKM Sumsel. Setelahnya kita lihat bagaimana perkembangannya. Kita pun bekerja sama dengan Bank Sumsel Babel  yang juga ikut menyalurkan dana bergulir sebesar Rp 100 miliar,” Danial menyebutkan.

Ia mengatakan pula, masyarakat yang memiliki usaha dapat mengajukan dana permodalan, dengan mengajukan proposal dan dialamatkan ke ke Kantor Pusat LPDB-KUMKM, Jalan Letjen MT Haryono Kav 52-53 Jakarta 12770 Kotak Pos 4370.

Danial menerangkan, dana bergulir ini bunganya 0,2 persen untuk sektor rill, dan 0,3 persen untuk simpan pinjam koperasi. Dengan plafon untuk UMKM  Rp 250 juta hingga Rp 10 miliar, dan untuk koperasi mulai Rp 150 juta hingga Rp 50 miliar.

Selain itu, pihaknya berharap di Sumsel dibangun Mall UMKM atau tempat khusus untuk UMKM dapat mengembangkan usahanya.

“Sudah saya bicarakan dengan gubernur wacana ini,” ujar Danial.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Palembang, Hardayani, mengatakan, dalam setahun ada empat pelatihan dan pembinaan untuk UMKM di Palembang.

Pelatihan dan pembinaan dilakukan meliputi tentang laporan keuangan, manageman, cara pengemasan, hingga pemasaran produk.

“Untuk bantuan permodalan tidak ada. Nanti pelaku UMKM dan koperasi di Palembang kita arahkan, salah satunya ke LPDB ini,” ujar Hardayani.
Wali Kota Palembang, Harnojoyo, mengatakan keberadaan  lembaga semacam ini cukup mengembirakan bagi UMKM di Palembang.

“UMKM dapat berkoordinasi dengan dinas terkait, sehingga dana dapat diberikan,” kata Harnojoyo. (*)

Penulis: Ratih

Penyunting: Hidayatullah


.....

Tidak ada Komentar

No comments yet.

Sorry, the comment form is closed at this time.




Pengunjung ke :
hit counters

Untuk mendapatkan tampilan terbaik sebaiknya menggunakan Mozzila Firefox browser.