Bidikan Kamera

Arsip

Links











Berita seputar kegiatan Pemerintah Kota Palembang klik di sini

Pertamina Palembang Kelola Sampah Berbasis Jaminan Sosial

Jumat 19/05/17, 22:49 PM oleh Ria Amelia.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Tim Corporate Social Responsibility (CSR) Pertamina Refinery Unit (RU) III Palembang meluncurkan program peningkatan kesejahteraan untuk masyarakat (Patratura) melalui manajemen pengelolaan sampah terintegrasi berbasis jaminan sosial.

General Manager Pertamina RU III Palembang, Eman Salman Arief, menjelaskan, Patratura ini merupakan program integrasi terhadap kegiatan-kegiatan CSR Pertamina RU III sebelumnya dalam pengolahan sampah

“Program CSR Patratura ini baru diadakan di tahun ini,” ungkapnya usai peluncuran program Patratura di Gedung Patra Ogan Plaju, Jumat (19/5/2017).

Eman menerangkan, tingginya produksi sampah yang dihasilkan Kota Palembang setiap hari, belum diimbangi dengan pengelolaan sampah yang terintegrasi. Mayoritas sampah masih dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir.

Pertamina RU III Palembang sendiri, mengolah sampah organik dan sampah an organik di beberapa kelurahan di ring I perusahan.

“Sampah-sampah tersebut kami olah jadi pupuk padat dan pupuk cair,” kata Eman.

Ia juga mengatakan, pengolahan sampah ini juga untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Di mana, masyarakat yang mengikuti program ini akan tergabung sebagai nasabah dalam bentuk jaminan sosial sederhana, yang nantinya sampah ini akan diolah pada Bank Sampah Angrah.

“Inilah yang menjadi nilai tambah dari Patratura, karena dapat mengubah perilaku masyarakat dari hanya membuang sampah, menjadi aktif mengelola sampah. Selain itu juga program ini selaras dengan program pemerintah kota Palembang melalui gotong royong kebersihan,” Eman mengatakan.

Ia melanjutkan, Patratura juga mencakup pengolahan enceng gondok. Tanaman air ini diolah secara kreatif menjadi barang-barang kerajinan oleh masyarakat yang tergabung dalam kelompok Melati.

Selain itu, enceng gondok juga diolah menjadi pakan ternak sapi. Sementara sampah anorganik diolah menjadi kerajinan sampah plastik oleh kelompok masyarakat Sinar Fajar.

Meskipun baru diluncurkan di tahun ini, antusiasme masyarakat terhadap Patratura sangat tinggi. Soalnya, kata Eman, masyarakat merasa bahwa Bank Sampah Angrah berbasis jaminan sosial menawarkan sistem yang adil, sesuai kontribusi dan tercatat dalam buku tabungan.

Di mana pencatatan dalam buku tabungan ini nantinya jadi bukti untuk ditukarkan dengan jaminan sosial yang saat ini terdiri dari biaya berobat, biaya pendidikan, dan nota tagihan listrik.

“Dengan catatan jumlahnya sesuai dengan saldo,” kata Eman.

Area Manager CSR & SMEPP Sumbagsel, Susarwanto, yang juga ketua tim CSR, mengatakan, Patratura merupakan bentuk dukungan aktif Pertamina terhadap isu lingkungan.

“Patratura memang terfokus pada isu lingkungan, namun jangan lupa bahwa inti CSR adalah partisipasi dan pemberdayaan masyarakat. Target awal kami adalah membagikan 50 Patrakomposer kepada 5 kelurahan. Dengan harapan pada satu bulan pertama akan mengurangi 20% sampah rumah tangga yang dibuang begitu saja tanpa diolah,” Susarwanto menerangkan.

Adapun kelurahan itu, yakni Kelurahan Mariana, Desa Sungai Gerong, Desa Sungai Rebo, Kelurahan Talang Putri, dan Kelurahan Plaju Darat.

Susarwanto berharap Patratura akan berkesinambungan memberi manfaat dan terus meningkatkan kesejahteraan masyarakat sebagai nasabahnya.

Wali Kota Palembang Harnojoyo, yang diwakili Kepala Bappeda Kota Palembang, Sapri HN,  sangat mengapresiasi program CSR Patratura yang diluncurkan Pertamina RU III.

“Sampah merupakan tanggung jawab setiap warga Palembang. Kami sangat mengapresiasi sekali. Karena hal ini mendukung program Pemerintah Kota Palembang untuk mewujudkan Indonesia bebas sampah 2020. Patratura bahkan mampu mengubah sampah dari tidak bernilai menjadi memiliki nilai manfaat kesejahteraan bagi masyarakat,” ujar Sapri.

Ia pun berharap dengan adanya Patratura ini dapat mengurangi volume sampah di wilayah RU III yang dibuang di TPA, mengingat RU III memiliki Bank Sampah Angrah sebagai wadah pengolahan sampah berbasis jaminan sosial.

Apalagi Kota Palembang juga membutuhkan banyak bank sampah yang dapat mengelola sampah rumah tangga menjadi bermanfaat.

“Saat ini kita baru memiliki 47 bank sampah. Idealnya satu kelurahan itu satu bank sampah,” kata Sapri pula.

Serah terima Patrakomposter menjadi inti dalam acara ini. Patrakomposter sendiri adalah inovasi dari Patratura yang berfungsi untuk mengolah sampah organik skala rumah tangga menjadi pupuk cair dan pupuk padat.

Patrakomposter dinilai lebih ekonomis dari segi biaya, efisiensi, serta jumlah yang dihasilkan dari Keranjang Takakura.

Patrakomposter dan Buku Tabungan ini akan dibagikan secara bertahap kepada 2.099 rumah tangga yang sudah mendaftar sebagai nasabah Bank Sampah Angrah. (*)

Penulis: Ria Amelia

Penyunting: Hidayatullah

 


.....

Tidak ada Komentar

No comments yet.

Sorry, the comment form is closed at this time.




Pengunjung ke :
hit counters

Untuk mendapatkan tampilan terbaik sebaiknya menggunakan Mozzila Firefox browser.