Bidikan Kamera

Arsip

Links











Berita seputar kegiatan Pemerintah Kota Palembang klik di sini

Dukung One Day No Rice, Pemkot Gelar Lomba Cipta Menu B2SA

Selasa 01/08/17, 15:17 PM oleh Ratih Syam.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Pemerintah Kota Palembang terus berusaha membiasakan masyarakat untuk mengonsumsi beragam makanan demi meningkatkan ketahanan pangan nasional dan mengangkat produk pertanian lokal.

Ide ini juga sejalan dengan program “one day no rice” atau sehari tanpa nasi yang diterapkan dibeberapa kota di Indonesia.

Terkait hal ini, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palembang, bekerja sama dengan Tim Pengerak PKK Kota Palembang, menggelar lomba cipta menu masakan yang Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) non beras, di halaman rumah dinas wali kota Jalan Tasik, Selasa (1/7/2017).

Wali Kota Palembang, Harnojoyo, mengatakan, Indonesia sangat kaya dan memiliki beragam sumber makananyang sangat berkualitas, dan bergizi tinggi, seperti jagung, kentang, singkong, atau umbi-umbian lainnya. Karena itu, pola konsumsi masyarakat harus berubah.

“Jangan hanya terpaku pada beras, sumber karbohidrat itu bisa jenis makanan lainnya,” ujar Harnojoyo, di sela-sela acara.

Sehingga dapat mengurangi ketergantungan beras, yang mana hal ini dapat mengangkat produk pertanian lokal lainnya. Serta, sebagai antisipasi jika terjadi penceklik akibat gagal panen padi.

“Kalau masyarakat terbiasa makan makanan, seperti ubi, jagung, atau lainnya, tentu permintaan akan ubi, atau jagung akan meningkat. Harga ubi dan jagung pun ikut mahal. Dan ujung-ujungnya akan membawa kesejahteraan bagi masyarakat,” kata Harnojoyo.

Ia menyambut baik lomba cipta menu masakan B2SA dan mengharapkan lomba serupa bisa digelar tiap tahun.

“SDM berkualitas itu bersumber dari makanan bergizi, karena itu kami menyambut baik kegiatan ini.”

Dalam lomba ini, dilaksanakan pula lomba memasak pempek telur besar atau kapal selam, yang merupakan salah satu wadah untuk mempromosikan kuliner tradisional Kota Palembang.

“Pempek itu sudah terkenal di mana-mana, tapi masih diurutan kedua untuk masakan terfavorit di Indonesia. Mudahan-mudahan dengan lomba ini pempek akan semakin terkenal lagi, dan rasanya akan lebih enak. Sehingga pempek mendoninasi, tidak lagi diurutan nomor dua tapi nomor satu,” ujar Harnojoyo.’

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palembang, Harrey Hadi, mengatakan kegiatan hari ini terdiri dari berbagai lomba, antara lain lomba cipta menu makanan B2SA, dan lomba memasak makanan tradisional Palembang (pempek, red).
“Kegiatan ini dimaksudkan agar indivindu bisa menyanjikan menu makanan beragam sesuai dengan potensi daerah masing-masing,” ujar Harrey.

Pemenang lomba akan dikirim ke perlombaan serupa di tingkat provinsi pada September mendatang, dan kemudian akan diikut sertakan ke tingkat nasional yang bertepatan dengan peringatan Hari Pangan Sedunia pada Oktober mendatang di Kalimantan.

Lomba cipta menu makanan B2SA diikuti oleh ibu-ibu PKK, sedangkan lomba masak pempek diikuti oleh sejumlah pejabat di Pemerintah Kota Palembang, mulai dari Wali Kota hingga Organisasi Perengkat Daerah (OPD), camat, dan BUMD yang didominasi oleh laki-laki.

Sekda Kota Palembang, Harobin Mastofa ditemui usai mengikuti lomba masak, mengatakan, selain seabgai ajang promosi, lomba ini mengingatkan beratnya tugas ibu rumah tangga.

“Ternyata pekerjaan ibu rumah tangga itu susah, laki-laki harus hargai itu,” ujar Harobin.

(*)

Penulis: Ratih

 


.....

Tidak ada Komentar

No comments yet.

Sorry, the comment form is closed at this time.




Pengunjung ke :
hit counters

Untuk mendapatkan tampilan terbaik sebaiknya menggunakan Mozzila Firefox browser.