Bidikan Kamera

Arsip

Links











Berita seputar kegiatan Pemerintah Kota Palembang klik di sini

Pemkot Palembang Siap Fasilitasi 5000 UMKM Dapat Bantuan Modal

Selasa 08/08/17, 15:23 PM oleh Ratih Syam.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Pemerintah Kota Palembang siap memfasilitasi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) mendapat akes permodalan melalui pinjaman dana bergulir tanpa bunga dan agunan lewat Bank Perkreditan Rakyat Perkreditan Sarana Rakyat (BPR Pasar).

“Target kita 5000 UMKM di 16 kecamatan dan 107 kelurahan bisa difasilitasi,” kata Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahtaraan Rakyat Setda Kota Palembang, Sulaiman Amin, usai rapat pembahasan pinjaman dana bergulir bagi UMKM tanpa Bunga dan agunan Tahun 2017, di kantor wali kota, Selasa (8/8/2017).

Adapun UMKM itu untuk semua jenis usaha, misalnya penjualan pempek, gorengan mi tek-tek, siomay, bakso, suvenir.

Disebutkan Amin, untuk tahap awal ini, UMKM ini akan mendapat dana bergulir sebesar Rp 3 juta dengan tenor/limit satu tahun. Selanjutnya, pinjaman dapat meningkat sebesar Rp 5 juta-Rp 10 juta.

“Kalau nilainya besar UMKM malah takut akan membebani mereka. Kalau dihitung Rp 3 juta dibagi 12 bulan, sekitar 270 ribu per bulan atau kira-kira hanya sekitar Rp 10 ribu per hari pedagang menyisihkan uang. Nanti kalau sudah lunas baru bisa pinjam lebih besar lagi,” kata Sulaiman.

Ia menyebutkan, pinjaman bergulir bukan tanpa bunga, namun bunga itu disubsidi oleh Pemkot Palembang melalui sistem penyertaan modal kepada BPR Pasar. Kendati saat ini nilainya masih dalam perhitungan, namun sesuai aturan Bank Indonesia.

Kepala Dinas UMKM dan Koperasi Kota Palembang, Hardayani, mengatakan, platform pinjaman hanya Rp 3 juta itu cukup membantu pengusaha mikro untuk memajukan usahanya.

“Iya, platfrom Rp 3 juta itu cukup, karena untuk pengusaha mikro, bahkan dulu pernah ada pinjaman hanya Rp 500 ribu. Ada contoh, penjual pempek pertama pinjaman hanya Rp 500 ribu, kemudian meningkat Rp 1,5 juta, Rp5 juta kemudian usaha membesar sampai bisa buka toko sendiri,” Hardayani menuturkan.

Karena itu, UMKM di Palembang dapat mengembangkan usahanya dengan program ini, dengan catatan usaha itu sudah berjalan.

“Usaha harus sudah berjalan, bukan baru mau berdiri. Nanti habis uangnya hanya untuk modal awal usaha. Pinjaman ini untuk mengembangkan usaha,” kata Hardayani.

Sedangkan untuk pendaftaran, pelaku usaha dapat menghubungi pihak kecamatan di masing-masing wilayah.

“Kita minta bantu camat dan lurah untuk cek di lapangan.”

Adapun untuk pertumbuhan UMKM, dikatakan Hardayani, jelang Asian Games 2018 mengalami peningkatan sebesar 15 persen untuk bidang suvenir. Namun, di sisi lain, UMKM pengalami gulung tikar sebesar 10 persen yang didominasi bidang kuliner. Sedangkan untuk jumlah UMKM mencatat ada 36.100.

“Selama ini banyak UMKM yang tidak izin atau laporan dengan kami. Padahal, kalau ada izin itu mempermudah untuk mendapat bantuan. Penyebab UMKM gulung tikar itu banyak sebabnya, salah satunya banyaknya persaingan dan turunnya daya beli. Seperti di suatu tempat ada banyak 3-4 penjual es, artinya persaingan mereka semakin ketat.” (*)

Penulis: Ratih

Penyunting: Hidayatullah

 


.....

Tidak ada Komentar

No comments yet.

Sorry, the comment form is closed at this time.




Pengunjung ke :
hit counters

Untuk mendapatkan tampilan terbaik sebaiknya menggunakan Mozzila Firefox browser.