Bidikan Kamera

Arsip

Links











Berita seputar kegiatan Pemerintah Kota Palembang klik di sini

Pemkot Palembang Latih Pewarnaan Kain bagi IKM

Senin 07/08/17, 15:36 PM oleh Ratih Syam.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Pemerintah Kota Palembang membuka pelatihan pewarnaan jumputan bagi Industri Kecil Menengah (IKM) di Griya Kain Tuan Kentang, di Jalan Aiptu Wahab, Kelurahan Tuan Kentang, Kecamatan Seberang Ulu I, Senin (7/8/2018).

Pelatihan berlangsung selama lima hari diikuti 30 peserta dari IKM di Palembang.

“Selain meningkatkan mutu, terutama dari sisi pewarnaan, pelatihan ini juga bertujuan memberikan pengarahan terhadap penggunaan bahan pewarna yang lebih aman dan ramah lingkungan setelah menjadi limbah,” kata Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Palembang, Darma Budhy.

Pelatihan ini juga, sambung dia untuk mempelajari gradiasi warna dan variasinya, sehingga akan muncul kreasi atau inovasi baru. Namun, tentunya tidak akan mengubah ciri khas kain tradisional Palembang.

Kepala Dinas Perindustrian Kota Palembang, Masripin, mengatakan kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan mutu Sumber Daya Manusia (SDM) agar lebih terampil dalam memproduksi kain yang berkualitas. Dengan begitu, produksi kain di kawasan Tuan Kentang ini dapat berdaya saing dan mendunia.

“Karena itu, kawasan ini akan terus ditata, harapan ke depan bukan saja menjadi sentral kain tradisional, melainkan juga bisa menjadi lokasi wisata kuliner, wisata budaya, dan lainnya,” ujar Masripin.

Sementara itu, owner Centra Tenun, Udin Abdillah, mengatakan, selama ini dalam pewarnaan kain yang dipakai adalah zat yang relatif aman.

“Zat kimia dalam pewarna yang kami pakai agak sederhana dan ramah lingkungan. Sejauh ini untuk keluhan pewarnaan tak ada masalah,” ujarnya.

Namun, rendahnya minat masyarakat, terutama pemuda di Kewasan Tuan Kentang untuk berkecimpung dalam industri kain tradisional ini sangat mempengaruhi usahanya.

Sebab, kekurangan SDM menjadi tantangan bagi industri kain tradisional ini untuk berkembang di era modern.

“Dulu saat saya muda, banyak yang tertarik, sekarang sedikit sekali. Sekarang anak muda lebih suka kerja di kantoran atau di mal, padahal usaha ini sangat menjanjikan. Pergeseran ini sangat terasa kira-kira mulai tahun 2005 lalu,” keluhnya.

Dalam hal ini, pihaknya terus bersosialisasi kepada anak muda supaya tertarik kembali pada dunia industri kain ini.

“Kita terus mengajak anak muda terutama di lingkungan sini. Selama ini masyarakat sekitar telah kami libatkan dalam industri kami, atau diberdayakan, tapi perlu ditingkatkan kembali. Maka, kalau kami diminta oleh pemerintah untuk mengisi pelatihan kami pun siap,” ujarnya.

Sedangkan terkait penyambutan Asian Games 2018, pihaknya telah memproduksi berbagai produk berbahan kain yang dijadikan suvenir, seperti bros, dompet dan tas. (*)

Penulis: Ratih

Penyunting: Hidayatullah

 


.....

Tidak ada Komentar

No comments yet.

Sorry, the comment form is closed at this time.




Pengunjung ke :
hit counters

Untuk mendapatkan tampilan terbaik sebaiknya menggunakan Mozzila Firefox browser.