Bidikan Kamera

Arsip

Links











Berita seputar kegiatan Pemerintah Kota Palembang klik di sini

Palembang Akan Bangun Empat Pos Pemadam Kebakaran

Rabu 09/08/17, 19:30 PM oleh Ratih Syam.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Dinas Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (DPB-PK) Kota Palembang akan menambah pos di beberapa titik agar mudah menjangkau lokasi kebakaran.

Kepala DPB-PK Palembang, Edison, mengatakan, saat ini baru ada tujuh pos pemadam kebakaran dan penanggulangan bencana.

Yakni di Jalan Merdeka, Seberang Ulu I, Seberang Ulu II, Sako, Alang-Alang Lebar, dan Gandus dan Benteng Kuto Besak (BKB).

“Dalam waktu dekat ini ada penambahan satu pos lagi. Di Jalan R Sukamto, Kecamatan Kemuning. Pembangunan ditargetkan rampung September 2018. Kalau bisa cepat, sebelum Asian Games 2018 pada Agustus,” kata Edison, dalam acara Sosialisasi Norma, Standar, Prosedur, dan Manual Pencegahan Bahaya Kebakaran Bagi Tokoh Masyarakat dan Ketua Rukun Tetangga Rawan Kebakaran, di Hotel Royal Asia, Rabu (9/8/2017).

Selanjutnya, pihaknya akan kembali menambah tiga Pos Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana di Ilir Timur II, Ilir Barat I dan Jakabaring. Artinya, Kota Palembang akan memiliki 11 pos untuk mengantisipasi bencana kebakaran yang kerap terjadi di kota pempek ini.

Sehingga, sejalan dengan itu akan ada penambahan armada untuk disiagakan di po-pos tersebut. Meski untuk personel atau petugas kebakaran tidak ada penambahan.

“Armada ada 26, berupa mobil pemadam kebakaran (damkar), dan dua speet boad untuk di pos jalur air di BKB. Untuk petugas ada 408 orang. Dengan adanya penambahan pos, akan ada penambahan penambahan armada, namun untuk petugas kita optimalkan petugas yang sudah ada,” Edison menerangkan.

Ia menyebutkan, di Palembang ada tujuh titik daerah rawan kebakaran. Yakni, Kecamatan Seberang Ulu I, Kecamatan Seberang Ulu II, Kecamatan Plaju, Kecamatan Kertapati, Kecamatan Ilir Barat II, Kecamatan Ilir Timur I, dan Kecamatan Ilir Timur II.

“Daerah-daerah tersebut padat penduduk, dan kebanyakan bangunannya dari kayu, sehingga mudah terbakar,” kata Edison.

Karena itu, lanjut Edison, harus dilakukan pencegahan dan penanggulan bencana ini secara cepat, dan tepat. Terlebih jika berkaca dari data yang ada. Selama dua bulan lalu terjadi peningkatan bencana kebakaran di Palembang. Pada bulan Juni 2017 hanya ada 18 kasus kebakaran, meningkat tajam di bulan Juli 2017 menjadi 21 kasus kebakaran.

“Kasus kebakaran mulai naik, karena memasuki musim kemarau. Harus waspada, dan bersama-sama kita melakukan pencegahan,” ucapnya.

Untuk itu, pihaknya mengundang tokoh masyarakat untuk menghadiri sosialisasi tentang pencegahan kebakaran di Hotel Royal Asia ini.

“Tokoh masyarakat, seperti RT dan RW adalah terdekat dengan masyarakat, mereka yang akan menyampaikannya dengan masyakat.”

Edison menambahkan, selama ini pihaknya sering kesulitan menjangkau lokasi kebakaran, akibat sempitnya jalan, kemacetan, atau kendaraan parkir sembarangan, maupun padatnya warga yang menyaksikan kebakaran.

“Karena itu, kami meminta masyarakat tanggap jika ada kebakaran dan bekerja sama dengan petugas,” kata Edison pula. (*)

Penulis: Ratih

Penyunting: Hidayatullah

 


.....

Tidak ada Komentar

No comments yet.

Sorry, the comment form is closed at this time.




Pengunjung ke :
hit counters

Untuk mendapatkan tampilan terbaik sebaiknya menggunakan Mozzila Firefox browser.