Bidikan Kamera

Arsip

Links











Berita seputar kegiatan Pemerintah Kota Palembang klik di sini

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

• Anak Kaum Marjinal Rentan Jadi Korban Kejahatan Seksual
• Pendidikan Seksual Harus Diajarkan Sejak Dini

Anak-anak kaum marjinal adalah kelompok yang rentan jadi korban tindak kekerasan seksual. Hal ini mengemuka dalam seminar publik bertajuk “Pentingnya Pendidikan Seksual dalam Keluarga”, yang digagas Women’s Crisis Center (WCC) Palembang, Senin (18/9/2017) di Balai Kota Palembang.

“Berdasarkan penelitian, justru kaum marjinal yang rentan terjadi kekerasan seksual. Mungkin karena rumahnya yang sempit, tidak ada kamar, hanya sekat saja, semua aktifitas dilakukan di sana. Padahal menurut Islam, anak usia 10 tahun sudah harus dipisah tempat tidurnya,” kata Professor Jalaludin Rahmat, pemateri di seminar tersebut.

Terkait hal itu, Jalaludin sangat mendukung upaya Pemerintah Kota Palembang, bekerja sama dengan Badan Amil Zakat dan pihak lainnya, menerapkan program bedah rumah bagi warga tidak mampu.

Menurut Jalal, program bedah ini sejalan dengan usaha mencegah kejahatan seksual di rumah tangga.

“Dengan dibedah, tentu rumah menjadi layak huni, ada kamar-kamarnya.”

Wakil Ketua IV Tim Pengerak PKK Palembang, Erfiana Umar, mengatakan kaum marjinal ini lebih rentan terhadap inces (hubungan seks sedarah). Bisa adik dengan kakak, bahkan orang tua dengan anak.

“Bahkan ada kasus ibu dengan anak bujangnya atau ayah dengan anak gadisnya,” kata Erfiana.

Karena itu, menurut Erfiana, pendidikan seksual sangat penting untuk keluarga, bahkan sedini mungkin.

Dimulai usia 0-5 tahun harus diajarkan, yakni dimulai dengan pengenalan anggota tubuh. Mana aurat yang harus ditutup dan mana yang boleh terlihat.

“Iya, dalam artian harus tahu bagian tubuh, mana mata, mana mulut, mana dada, mana vagina, dan mana penis. Itu semua sudah harus dikenalkan. Kenapa bagian tubuh ada dalam celana, atau harus ditutupi, karena tidak boleh lihat, dan pegang oleh siapa pun,” kata Erfiana.

Ia menyebutkan pula, gadget berdampak pada anak. Karena itu, orang tua harus betul-betul peduli.

Erfiana mengatakan, untuk usia 0-5 tahun anak tidak boleh mengunakan gadget, usia 5-12 tahun harus dalam pengawasan atau pendampingan. Di atas itu pemakaian gadget harus dibatasi.

“Namun kalau fundamentalnya kuat, itu semua tidak akan jadi masalah. Sehingga bekal agama harus diberikan,” kata Erfiana pula.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang, dr Letizia, mengatakan, dengan seminar ini diharapkan, para peserta yang terdiri dari seluruh organisasi perempuan di Palembang bisa menyampaikan informasi ke keluarga dan masyarakat.

“Selama ini pendidikan seksual dianggap tabu. Padahal ini penting, karena banyak sekali kasus kekerasan seksual, pelecehan seksual atau perkosaan. Seminar ini baik sekali,” ujar Letizia.

Ia menambahkan, Dinkes Palembang juga melakukan penyuluhan terkaitan dengan kesehatan reproduksi di puskesmas atau di sekolah-sekolah.

“Kita melatih kader-kader di sekolah yang menjadi pelatih untuk mereka yang sebaya,” ujar Letizia. (*)

Penulis: Ratih

Penyunting: Hidayatullah

 


.....

Tidak ada Komentar

No comments yet.

Sorry, the comment form is closed at this time.




Pengunjung ke :
hit counters

Untuk mendapatkan tampilan terbaik sebaiknya menggunakan Mozzila Firefox browser.