Bidikan Kamera

Arsip

Links











Berita seputar kegiatan Pemerintah Kota Palembang klik di sini

IPAL Selayur, Mengubah Limbah Jadi Air Bersih

Jumat 03/11/17, 05:59 AM oleh Tim Bulletinmetropolis.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

• 22 Ribu Sambungan Target Rampung 2022

Ground breaking pembangunan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) skala perkotaan di Sei Selayur, Kecamatan Kalidoni, Palembang, mulai dilaksanakan, Kamis (2/11/2017).

Acara itu dihadiri, antara lain, Duta Besar Australia untuk Indonesia, Paul Grigson, Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin, Wali Kota Palembang Harnojoyo, Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Sri Hartoyo.

Pembangunan IPAL yang disebut-sebut akan menjadi IPAL terbesar di Indonesia, ini ditarget rampung pada 2022.

Pembangunan IPAL ini bantuan dari pemerintah Australia, yang memberikan hibah murni Rp 500 miliar dari Australia.

“Murni hibah, bukan pinjaman. Tapi, jumlah itu belum cukup. Karena dana total pembangunan IPAL ini Rp 1,2 triliun. Jadi, bisa menggunakan APBD dan APBN,” ujar Wali Kota Palembang Harnojoyo.

Diketahui, IPAL ini diperuntukan untuk wilayah Palembang bagian timur yaitu Ilir Timur (IT) Satu, IT Dua, IT Tiga dan Kalidoni.

Kota Palembang terpilih mendapatkan hibah ini karena 96,07 persen warganya telah memiliki akses air bersih serta memiliki komitmen tinggi dalam meningkatkan sanitasi terkait dengan penanganan drainase, limbah dan sampah.

***

Harnojoyo menjelaskan, tahap awal ini Pemkot bakal memasang 22 ribu sambungan dengan perkiraan pipa distribusi sepanjang 8 kilometer. Pembangunan ini bakal memakan tenggang waktu yang cukup panjang. Sebab, pipa sepanjang 170 km akan dipasang di perumahan penduduk.

“Seperti dapat dilihat, di sepanjang aliran Sungai Musi, sanitasi warga masih jauh dari yang diharapkan. Masih ada yang buang air besar langsung ke sungai, atau jika pun ada WC namun belum ada septic tanknya. Pembenahan ini butuh waktu,” kata Harnojoyo.

Menurutnya, dilaksanakannya pembangunan IPAL tersebut selain merupakan salah satu bentuk keseriusan Pemerintah Kota Palembang dalam menangani permasalahan limbah, juga memang sudah menjadi harapan masyarakat sejak lama.

“Kita sangat serius dalam menangani permasalahan limbah, khususnya limbah padat dari Hilir sampai ke Hulu Kota Palembang,” kata Harnojoyo pula.

***

Tim Leader Construction Management Consultant KIAT, Ronald Van De Kuilland, menerangkan, nantinya limbah akan disedot dari septic tank rumah tangga. Kemudian baru diolah, diinstalasi dan alirkan ke Sungai Musi dalam bentuk air bersih.

“Kita gunakan metode pre prevented vertical drain. Ini sudah ada digunakan di kota lain, seperti Semarang, 25 tahun lalu. Untuk Palembang nantinya, IPAL ini dialirkan ke Sungai Musi bukan limbah lagi. Tapi air dalam keadaan bersih,” kata Ronald.

Duta Besar Australia untuk Indonesia, Paul Grigson, mengatakan, Palembang dipilih karena termasuk kota yang progresif. Segala persyaratan dan perlengkapan terpenuhi. Selain itu juga, Indonesia merupakan tetangga terdekat dengan Negara Australia.

“Proyek ini diharapkan berhasil dengan sukses dan menjadi contoh bagi kota lain,” ujar Grigson.

Ia menyebutkan, dengan tahap awal 12 ribu sambungan, akan ada sekitar 60.000 warga Kota Palembang akan secara langsung mendapat manfaat dari proyek ini. Serta, perluasan di masa depan bisa meningkatkan cakupan layanan untuk lebih dari 21.000 sambungan dan 100.000 orang.

“Semoga ini menjadi hal yang bermanfaat bagi masyarakat Palembang. Karena Walikota nya juga memiliki komitmen kuat terhadap lingkungan,” kata Grigson.

***

Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin mengapresiasi Pemerintah Kota Palembang karena bisa mewujudkan pelaksanaan pembangunan IPAL Selayur. Apalagi, IPAL ini sudah ditunggu masyarakat Palembang.

“Terima kasih kepada Wali Kota atas pembangunan ini. Proyek ini bernilai luar biasa. Selain menciptakan lapangan kerja akan menjadikan masyarakat kota Palembang bisa lebih sehat. Jika masyarakat sehat, maka akan menjadi produktif dalam pergerakan dan perekonomian menjadi besar,” ujar Alex.

Dirjen Cipta Karya, Kementerian PUPR RI, Sri Hartoyo, mengatakan, pengelolaan air limbah menjadi salah satu program nasional yang target capaiannya cukup berat karena memerlukan dana cukup besar.

Sehingga, melalui kerja keras bersama baik pemerintah pusat maupun daerah, diharapkan program tersebut dapat tercapai. Salah satunya di Kota Palembang.

“IPAL ini akan menjadi sebuah sistem sanitasi modern dan menjadi kebanggaan kita semua. Apalagi, Palembang menjadi satu satunya kota yang terpilih mendapatkan hibah dari pemerintah Australia. Semoga Palembang bisa menjadi contoh bagi kota lainnya di Indonesia,” kata Hartoyo. (*)

Penulis: Ria/Wahyu

Penyunting: Hidayatullah

 


.....

Tidak ada Komentar

No comments yet.

Sorry, the comment form is closed at this time.




Pengunjung ke :
hit counters

Untuk mendapatkan tampilan terbaik sebaiknya menggunakan Mozzila Firefox browser.