Bidikan Kamera

Arsip

Links











Berita seputar kegiatan Pemerintah Kota Palembang klik di sini

Australia Apresiasi Komitmen Lingkungan Pemkot Palembang

Rabu 07/02/18, 19:01 PM oleh Solihin.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Pemerintah Australia mengapresiasi komitmen Pemerintah Kota Palembang terkait penataan lingkungan.

Counsellor for Infrastructure and Economic Governance DFAT, Australian Embassy, Bridie Rushton, menyampaikan, saat ini Indonesia terus mengalami kerugian ekonomi yang disebabkan persoalan kesehatan dan lingkungan akibat layanan sanitasi yang kurang memadai.

“Kerugian akibat hal tersebut mencapai sekitar 2,3% dari PDB (Produk Domestik Bruto) tahunan atau sebesar US$ 6,3 miliar,” ujar Rushton, di sela-sela kegiatan Social Marketing Implementasi Program Air Limbah Domestik di Grand Ballroom Hotel Aryaduta Palembang hari ini, Rabu (7/2/18).

Di sisi lain, Pemerintah Kota Palembang berkomitmen menata lingkungan. Karena itu, Australia membantu pembangunan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) skala perkotaan.

Rushton menyampaikan, Wali Kota Palembang, Harnojoyo, bekerja sangat baik dan memiliki interest yang tinggi untuk meningkatkan sanitasi di Palembang.

Itu yang menjadi alasan kuat pemerintah Australia mengucurkan hibah 45 juta AUSD atau Rp450 miliar untuk perbaikan sistem sanitasi.

“Pemerintah Autralia sanggat mendukung dari program Pemerintah Palembang terkait akses universal. Karena, masalahnya sekarang tidak hanya mengenai sanitasi saja, tapi juga terkait masalah ekonomi kreatif,” ujar Rushton.

Ia melanjutkan, dengan menyediakan akses sanitasi dan sistem pengelolaan air limbah, diharapkan masyarakat Palembang jauh lebih sehat dan tidak terkontaminasi zat-zat berbahaya.

“Penyakit diare masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Tentu hal itu akan mengganggu produktifitas dan perkembangan perekonomian. Karena itu, kawasan rumah tangga yang tidak diimbangi sanitasi yang benar, menjadi pemicu stunting.

Di mana, anak yang mengalami stunting atau pertumbuhan anak yang kurang seimbang, memiliki biaya ekonomi yang lebih besar, di samping risiko kematian anak.

“Stunting akan mengurangi daya dari aktifitas pendidikan dan produktifitas di sekolahnya. Di mana, masalah stunting pada anak adalah berkaitan dengan gizi dan ketersediaan asupan yang berkualitas, termasuk air bersih,” ujar Rushton.

Wali Kota Palembang Harnojoyo menyambut baik bantuan dan kerja sama dari pemerintah Australia.

“Semoga Palembang dapat menjadi pilot project bagi kabupaten/kota di Indonesia dalam pengembangan sanitasi skala perkotaan, untuk memperbaiki pertumbuhan ekonomi Asia,” ujar Harnojoyo.

Harnojoyo sangat berharap jika hibah Australia yang diketahui sebesar 250 juta AUSD, dapat diberikan lagi untuk kebutuhan peningkatan infrastruktur yang berkaitan dengan pelayanan masyarakat.

“Saat ini kami sedang mempersiapkan diri menjadi tuan rumah perhelatan akbar Asian Games yang akan berlangsung tahun ini. Mungkin, Pemerintah Australia bisa memberikan bantuan berupa hibah alat kebersihan, seperti mesin penyapu jalan yang lebih efisien dalam mengatasi sampah di Palembang.”

Harnojoyo mengucapkan banyak terimakasih kepada Pemerintah Australia yang terus mendorong Pemkot Palembang untuk bagaimana menangani sanitasi dan masalah kebersihan.

“Kami sangat berkomitmen, sesuai dengan apa yang disampaikan beberapa waktu lalu. Di mana, tidak hanya limbah cair, limbah padat pun saat ini menjadi perhatian serius kami.” (*)

Penulis: M Solihin

Penyunting: Hidayatullah


.....

Tidak ada Komentar

No comments yet.

Sorry, the comment form is closed at this time.




Pengunjung ke :
hit counters

Untuk mendapatkan tampilan terbaik sebaiknya menggunakan Mozzila Firefox browser.