Berita Terbaru Bulletin Metropolis
- Macet, Padat, Merayap
- Bisa Untung Rp 10 Juta
- Bandara SMB II Ditambah CCTV
- Persediaan Darah Menurun 30 Persen
- Jangan Sembarangan Beri Sedekah
- Kue Kering Marak di Palembang (Berita Foto)
- Tetap Beroperasi, Halte Bakal Dipasang Lampu
- Lebaran, RSUD Palembang Bari Tetap Buka
- Industri Kue Kering Harus Buat Izin
- Trans Studio Akan Hadir di Palembang
- 247 Atlet Diganjar Fulus
- Poltabes-Dana Persada Bagikan Helm Standar
- Masih Sepi, Lonjakan Penumpang Diprediksi H-4
- Langgar Aturan, Mobil Digembok Petugas (Berita Foto)
- Bekas Pasar Buah Dijadikan Taman Kota
Get Our Link
Links
Statistik Pengunjung
Edisi Sebelumnya
Produk Kami
Arsip 2009
Bidikan Kamera
- Wiranto: Rakyat Sejahtera Dulu, Baru DPR Bangun Gedung Baru 09/03/2010
- Risty Rustarto Bantah Punya Skandal Asmara Dengan Freddy Numberry 09/03/2010
- PPATK Telah Terima Surat Kompolnas Terkait Pencalonan Kapolri 09/03/2010
- PD: Hasil Survey Menunjukkan Pemilih SBY-Boediono Justru Bertambah 09/03/2010
- Pimpinan DPR Setuju Evaluasi Ulang Fungsi BURT 09/03/2010
- Presiden SBY Respons Wacana Pemindahan Ibukota 09/03/2010
- Paskibra Putra Resmi Laporkan 3 Seniornya Terkait Pelecehan 09/03/2010
- Wiranto: Tak Layak Kedaulatan Diukur dari Ekonomi 09/03/2010
- PD: Wajar Kepuasan Masyarakat Terhadap SBY Naik dan Turun 09/03/2010
- Andi Arief: Penurunan Popularitas SBY Hal yang Wajar 09/03/2010

20 Sekolah Dapat Rp 300 Ribu
Jumat 30/07/10, 4:53 PM oleh Wahyu Hidayat.
20 Schools get IDR 300 Thousand
• Program Bank Sampah
Dua puluh sekolah dasar di Palembang bakal mendapat bantuan masing-masing senilai Rp 300 ribu.
Dana itu, kata Kepala Badan Lingkungan Hidup Kota Palembang Kemas Abubakar, berasal dari program tanggung jawab sosial atau CSR PT Indofood. Sekolah yang sudah dibantu harus memanfaatkan uang itu untuk mengelola sampah di sekolah masing-masing jadi bernilai ekonomis.
“Setidaknya, sekolah-sekolah itu sudah memisahkan sampah organik dan anorganik,” ujar Abubakar, di Kantor Pemerintah Kota Palembang, Jumat (30/7).
Nama program itu: Bank Sampah. Dikatakan begitu karena, sesuai namanya, pelajar harus menabung dalam bentuk sampah yang telah dikelompokkan sesuai jenisnya.
Sampah dan pupuk yang sudah ditabung pelajar itu akan dijual. “Uangnya kan bisa untuk kepentingan sekolah,” kata Abubakar.
Untuk menaksir harga jual sampah itu, kata Abubakar pihaknya akan bekerja sama dengan pengumpul barang bekas dan pengolah pupuk organik.
Abubakar menerangkan, pemerintah sengaja pada tahap awal program ini membidik pelajar di sekolah dasar. Tujuannya, selain menumbuhkan kreatifitas, juga agar pelajar kian peduli dengan lingkungan sedari dini.
“Tugasnya kan tidak berat. Hanya memisahkan sampah anorganik seperti plastik dan sampah organik. Kalau sampah anorganik itu bisa dijual lagi. Sampah organik bisa jadi pupuk kompos,” kata Abubakar.
Setelah pelajar SD, program bank sampah bakal menyasar ke pelajar SMP dan seterusnya. Pada tataran ini, Abubakar mengharapkan sudah ada upaya mengurangi, menggunakan dan mendaurulang sampah.
“Target kami memang di tingkat pelajar,” begitu kata Abubakar.
Beberapa waktu lalu, Wali Kota Palembang Eddy Santana Putra mengatakan kesadaran warga Palembang dalam pengelolaan sampah masih perlu ditingkatkan. Warga yang membuang sampah sembarangan, ujar Eddy, masih kerap dijumpai.
“Karena itu, upaya agar warga menjaga lingkungan terus kita sosialisasikan. Kita tanamkan kesadaran kepada pelajar sejak dini. Agar tumbuh rasa cinta dan peduli lingkungan,” kata Eddy pula. (why)
• Trash Bank Program
Twenty primary schools in Palembang will receive individual assistance worth IDR 300 thousand.
Fund, said the Environment Agency Head of Palembang Kemas Abubakar, derived from the social responsibility program or CSR PT Indofood. Which have assisted schools should use that money to manage waste in their respective schools to be economically valuable.
“At least, those schools had to separate the organic and inorganic waste,” Abubakar said, at the Government Office in Palembang, Friday (30 / 7).
Name of program: Trash Bank. It is said so because, as the name suggests, students should be saving in the form of garbage that have been grouped according to type.
Garbage and manure that has saved students will be sold. “The money could have for the school,” said Abubakar.
To estimate the selling price of that crap, Abubakar said his party would cooperate with the junk collector and processor of organic fertilizer.
Abubakar explained that the government deliberately in the early stages of this program targeting students in elementary school. The goal, in addition to foster creativity, and also to students increasingly care about the environment early on.
“His job’s not heavy. Just separate the inorganic waste such as plastic and organic waste. If inorganic waste that can be sold again. Organic waste compost could be, “said Abubakar.
After elementary school students, the program will be targeting the waste banks to students of junior and beyond. At this level, Abubakar expects existing efforts to reduce, use and recycle waste.
“Our target is at the student level,” he said Abubakar.
Some time ago, Palembang mayor Eddy Santana Putra said the awareness of the resident of Palembang in waste management still needs improvement. Residents who discard litter, Eddy said, were often encountered.
“Therefore, efforts to keep our citizens instituted to preserve the environment. We cultivate the awareness to the students early. To be a growing sense of love and caring environment, “said Eddy as well. (why)
Silahkan tinggalkan komentar anda di sini.
Tidak ada Komentar »
Belum ada komentar.
Tinggalkan komentar




