September 2010
S S R K J S M
« Agu    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Berita Terbaru Bulletin Metropolis

Get Our Link



Get the HTML Code:



Links











Statistik Pengunjung

Berita seputar kegiatan Pemerintah Kota Palembang klik di sini

20 Sekolah Dapat Rp 300 Ribu

Jumat 30/07/10, 4:53 PM oleh Wahyu Hidayat.

  

20 Schools get IDR 300 Thousand

•    Program Bank Sampah

Dua puluh sekolah dasar di Palembang bakal mendapat bantuan masing-masing senilai Rp 300 ribu.

Dana itu, kata Kepala Badan Lingkungan Hidup Kota Palembang Kemas Abubakar, berasal dari program tanggung jawab sosial atau CSR PT Indofood. Sekolah yang sudah dibantu harus memanfaatkan uang itu untuk mengelola sampah di sekolah masing-masing jadi bernilai ekonomis.

“Setidaknya, sekolah-sekolah itu sudah memisahkan sampah organik dan anorganik,” ujar Abubakar, di Kantor Pemerintah Kota Palembang, Jumat (30/7).

Nama program itu: Bank Sampah. Dikatakan begitu karena, sesuai namanya, pelajar harus menabung dalam bentuk sampah yang telah dikelompokkan sesuai jenisnya.

Sampah dan pupuk yang sudah ditabung pelajar itu akan dijual. “Uangnya kan bisa untuk kepentingan sekolah,” kata Abubakar.

Untuk menaksir harga jual sampah  itu, kata Abubakar pihaknya akan bekerja sama dengan pengumpul barang bekas dan pengolah pupuk organik.

Abubakar menerangkan, pemerintah sengaja pada tahap awal program ini membidik pelajar di sekolah dasar. Tujuannya, selain menumbuhkan kreatifitas, juga agar pelajar kian peduli dengan lingkungan sedari dini.

“Tugasnya kan tidak berat. Hanya memisahkan sampah anorganik seperti plastik dan sampah organik. Kalau sampah anorganik itu bisa dijual lagi. Sampah organik bisa jadi pupuk kompos,” kata Abubakar.

Setelah pelajar SD, program bank sampah bakal menyasar ke pelajar SMP dan seterusnya. Pada tataran ini, Abubakar mengharapkan sudah ada upaya mengurangi, menggunakan dan mendaurulang sampah.

“Target kami memang di tingkat pelajar,” begitu kata Abubakar.

Beberapa waktu lalu, Wali Kota Palembang Eddy Santana Putra mengatakan kesadaran warga Palembang dalam pengelolaan sampah masih perlu ditingkatkan. Warga yang membuang sampah sembarangan, ujar Eddy, masih kerap dijumpai.

“Karena itu, upaya agar warga menjaga lingkungan terus kita sosialisasikan. Kita tanamkan kesadaran kepada pelajar sejak dini. Agar tumbuh rasa cinta dan peduli lingkungan,” kata Eddy pula. (why)

• Trash Bank Program

Twenty primary schools in Palembang will receive individual assistance worth IDR 300 thousand.

Fund, said the Environment Agency Head of Palembang Kemas Abubakar, derived from the social responsibility program or CSR PT Indofood. Which have assisted schools should use that money to manage waste in their respective schools to be economically valuable.

“At least, those schools had to separate the organic and inorganic waste,” Abubakar said, at the Government Office in Palembang, Friday (30 / 7).

Name of program: Trash Bank. It is said so because, as the name suggests, students should be saving in the form of garbage that have been grouped according to type.

Garbage and manure that has saved students will be sold. “The money could have for the school,” said Abubakar.

To estimate the selling price of that crap, Abubakar said his party would cooperate with the junk collector and processor of organic fertilizer.

Abubakar explained that the government deliberately in the early stages of this program targeting students in elementary school. The goal, in addition to foster creativity, and also to students increasingly care about the environment early on.

“His job’s not heavy. Just separate the inorganic waste such as plastic and organic waste. If inorganic waste that can be sold again. Organic waste compost could be, “said Abubakar.

After elementary school students, the program will be targeting the waste banks to students of junior and beyond. At this level, Abubakar expects existing efforts to reduce, use and recycle waste.

“Our target is at the student level,” he said Abubakar.

Some time ago, Palembang mayor Eddy Santana Putra said the awareness of the resident of Palembang in waste management still needs improvement. Residents who discard litter, Eddy said, were often encountered.

“Therefore, efforts to keep our citizens instituted to preserve the environment. We cultivate the awareness to the students early. To be a growing sense of love and caring environment, “said Eddy as well. (why)


Silahkan tinggalkan komentar anda di sini.

Tidak ada Komentar »

Belum ada komentar.

Tinggalkan komentar




Pengunjung ke :
hit counters

Untuk mendapatkan tampilan terbaik sebaiknya menggunakan Mozzila Firefox browser.