Bidikan Kamera

Arsip

Links











Berita seputar kegiatan Pemerintah Kota Palembang klik di sini

Ketika Hati Telah Suci, Jangan Lagi Dikotori

Jumat 18/09/09, 12:28 PM oleh Hidayatullah Adronafis.

Jagalah hati……..jangan kau kotori,
Jagalah hati……..lentera hidup ini,
Jagalah hati……  jangan kau nodai,
Jagalah hati……..cahaya Ilahi……………..

Begitulah bait-bait syair yang sering dilantunkan (lebih lanjut…)


Dewan Setujui Raperda APBD Perubahan 2009

Kamis 17/09/09, 14:24 PM oleh Wahyu Hidayat.

  

Paripurna

•    Dewan Ucapkan Selamat Lebaran

Seluruh fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Palembang, menerima rancangan peraturan daerah pemerintah kota soal APBD Perubahan Tahun 2009, untuk dituangkan menjadi peraturan daerah.

Hal itu terungkap dalam rapat paripurna keenam di gedung Dewan, Kamis (17/9), dengan agenda pendapat akhir fraksi atas laporan komisi-komisi.

“Fraksi Demokrat dapat memahami dan mensetujui Raperda tentang APBD Perubahan Tahun 2009 dijadikan perda,” kata ketua Fraksi Partai Demokrat, Fanani Yahya.

Pernyataan serupa juga diungkapkan ketua Fraksi Partai Golongan Karya Abdullah S Nato dan fraksi-fraksi yang lain. Sementara, fraksi Partai Keadilan Sejahtera sedikit memberikan masukan kepada eksekutif.

Melalui juru bicaranya Taufik Hidayat, PKS meminta Pemerintah Kota Palembang untuk tetap berupaya meningkatkan pendapatan asli daerah. Pemerintah kota juga diminta untuk segera mengatasi defisit anggaran yang sebesar Rp 44 miliar dari APBD 2009 melalui penyempurnaan sistem yang ada.

“Secepat mungkin bus Transmusi untuk segera juga direalisasikan sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat,” kata Taufik Hidayat.

Yang menarik, selain menyetujui rancangan peraturan itu, juru bicara masing-masing fraksi, secara bergiliran kompak mengucapkan “minal aidzin walfaidzin, mohon maaf lahir batin”, di dalam ruang paripurna tersebut.

Apa pasal? Selain mulai besok terhitung sebagai cuti bersama hingga tanggal 24 September, yang berarti tak ada aktivitas selama hampir sepekan, baik di Dewan maupun pemerintah kota, ternyata akhir masa jabatan anggota Dewan periode 2004-2009 juga berakhir menjelang Hari Raya Idul Fitri.

“Berakhirnya masa jabatan, bukan berarti berarti silaturahmi. Silaturahmi harus kita teruskan, meskipun tak lagi di gedung yang sama,” kata Wali Kota Palembang Eddy Santana Putra, menanggapi hal ini.

Selama ini, gedung Dewan dan Pemerintah Kota Palembang memang berada dalam satu kawasan. Namun, mulai tahun depan, gedung Dewan berada di Jakabaring. Saat ini gedung itu terus diperbaiki. (why)

Parliament Approves Draft Local Regulation of Amended Municipal Budget in 2009

• Parliament says Selamat Lebaran

All the factions in the House of Representatives of Palembang city, received the draft local regulations of municipal government of Palembang about the municipal budget changes in 2009, to be poured into local regulations.

This was revealed in the sixth plenary session in the Council building, Thursday (17 / 9), with the agenda of a final opinion of the faction for commissions report.

“Democratic Faction can understand and agree draft local law on amended municipal budget 2009 made changes to be local regulations,” said the chairman of the Democratic Party Faction, Yahya Fanani.

The similar statement also expressed by the chairman of Golkar faction Abdullah S Nato and other factions. Meanwhile, the Prosperous Justice Party (PKS) faction gives little input to the executive.

Through his spokesman Taufik Hidayat, PKS asked the municipal government of Palembang to keep on and to improve local revenue. The municipal government was also asked to immediately address the budget deficit of Rp 44 billion from the budget 2009 through the improvement of the available system.

“As soon as possible to get the Transmusi bus also realized that the benefits can be felt by society,” said Taufik Hidayat.

Interestingly, other than that approved the draft regulations, the spokesman of each faction, in turn to compact say “minal aidzin Walfaidzin, sorry physically and spiritually”, in the plenary hall.

Why? Apart from tomorrow counted as a together vacation until September 24, which means there is no activity for almost a week, either in Council or the municipal government, was the end of the term of office members of the Council over the period 2004-2009 was also ahead of Idul Fitri.

“The end of the term of office, does not mean stop of hospitality. We should go on hospitality , though no longer in the same building, “said Palembang mayor Eddy Santana Putra, respond to this

Until now, the building of the Council and the municipal Government of Palembang is located in one area. However, starting next year, the building of local parliament was at Jakabaring . We have been keeping on repairing the building this time. (why)


Wali Kota : Pedagang Jangan Menaikkan Harga Secara Berlebihan

Selasa 15/09/09, 14:22 PM oleh Wahyu Hidayat.

  

•    Peninjauan ke Pasar Cinde

Wali Kota Palembang Eddy Santana Putra, Selasa (15/9), sekitar pukul 10 pagi tadi, melakukan peninjauan ke Pasar Cinde, di Jl. Jenderal Sudirman. Peninjauan itu terkait dengan peningkatan harga kebutuhan bahan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri yang kurang dari sepekan lagi.

Bersama dengan jajarannya, wali kota mengelilingi Pasar Cinde untuk memantau langsung perkembangan harga bahan kebutuhan pokok. Karena, seperti sudah jadi tren, menjelang lebaran, harga-harga bahan kebutuhan pokok selalu meningkat.

“(peninjauan) Ini rutin kita lakukan setiap menjelang Idul Fitri,” kata Wali Kota Eddy Santana, kepada wartawan di sela-sela peninjauan tersebut.

Hasil peninjauan di Pasar Cinde, ujar Eddy Santana, didapati kenaikan harga masih cukup wajar, dengan kenaikan antara 10 hingga 15 persen. Ia menyebutkan, harga gula merek Gulaku sudah di atas Rp 10 ribu, namun gula lokal masih dikisaran Rp 10 ribu. Begitu juga dengan harga daging yang sekarang Rp 68 ribu per kilonya dari sebelumnya Rp 65 ribu.

“Kenaikan harga 10-15% itu masih wajar, tapi kalau 20 persen itu berlebihan,” ujar Eddy Santana.

“Kita mengimbau kepada para pedagang untuk tidak mencari kesempatan dengan cara menaikkan harga yang berlebihan, sehingga tidak memberatkan pembeli,” Eddy menegaskan.

Sekitar satu jam orang nomor satu di Palembang ini meninjau harga kebutuhan bahan pokok guna memastikan tak terjadi kenaikan harga secara ekstrim. Setelah dari Cinde, ia dan rombongan kemudian ke Pasar Lemabang untuk melakukan kegiatan serupa. (why)

Mayor: Traders Do not Raise Prices In Overstated

• Observation to Cinde Market

Mayor of Palembang Eddy Santana Putra, Tuesday (15 / 9), about 10 o’clock this morning, conduct an observation to Cinde Market on Sudirman Street. The observation was associated with an increased price of basic commodities demand ahead of Idul Fitri is less than a week longer.

Together with staff, mayors around the Cinde market to monitor directly the development of basic commodity price. Because, as has become the trend, ahead of Lebaran, the prices of basic commodities always rise.

“(Observation) This is a routine we do every before Idul Fitri,” said the mayor Eddy Santana, told reporters on the sidelines of the observation.

The results of the observation in Cinde Market, said Eddy Santana, found the price increase was still quite reasonable, with an increase between 10 to 15 percent. He said, the price of sugar has Gulaku brands above Rp 10 thousand, but the local sugar was still Rp 10 thousand. The same with the price of meat was Rp 68 thousand per kilo from the previous was Rp 65 thousand.

“10-15% increase in price is still reasonable, but if 20 percent were excessive,” said Eddy Santana.

“We appeal to the traders not to use the opportunities by increasing prices too much, so as not to burden the buyer,” Eddy asserted.

Approximately one hour the number one in Palembang was reviewing prices of basic commodities needs to ensure no price increase occurs in the extreme. After the Cinde, he and his entourage then to Lemabang market for similar activities. (why)


Perpustakaan Mesti Diperbanyak

Senin 14/09/09, 15:32 PM oleh Hidayatullah Adronafis.

Kesadaran membaca harus ditumbuhkembangkan sejak dini kepada generasi muda. Dan upaya ini perlu dilakukan terus-menerus. Salah satunya dengan memperbanyak ruang-ruang baca dan perpustakaan. (yat)


Rp 1 Miliar untuk Bangun Pos Baca

Senin 14/09/09, 14:48 PM oleh Wahyu Hidayat.

  

Peresmian Taman Bacaan

•    Wali Kota Resmikan Perpustakaan Cinta Baca

Pemerintah Kota Palembang terus berkomitmen menggalakkan minat baca di masyarakat. Setelah beberapa waktu lalu menggagas pembangunan perpustakaan di masjid-masjid, pemerintah kota akan kembali membangun 70 pos baca selama setahun.

Wali Kota Palembang Eddy Santana Putra mengemukakan hal itu, saat meresmikan perpustakaan cinta baca dan pencanangan pembukaan 70 pos baca selama setahun, di Jl. KH. Wahid Hasyim, Kelurahan 1 Ulu Kecamatan Seberang Ulu 1 Palembang, Senin (14/9).

“Saya mempunyai komitmen dengan semua jajaran untuk membangun lebih banyak  pos bacaan,   kerja sama dengan siapa saja untuk  terus mendongkrak minat baca di masyarakat,” kata Eddy Santana.

Pembangunan pos baca ini bekerja sama dengan Lembaga Swadaya Masyarakat Perpustakaan Cinta Baca Indonesia dan organisasi Green Heart dari Jerman. Rencananya, pada tahap awal, pos-pos baca itu akan ditempatkan di setiap kelurahan.

“Pos baca ini akan terus kita bangun. Sampai dua taman bacaan kecil di setiap kelurahan. Jadi ada 214 pos baca nantinya,” ujar Eddy.

Bahkan, pada anggaran tahun 2010 nanti, pemerintah kata Eddy berencana memperbesar anggaran untuk pembangunan pos baca ini.

“Maunya di tahun 2010 kita tingkatkan menjadi Rp 1 miliar. Artinya lebih besar dari 2009 (Rp 500 juta). Sehingga pengembangannya lebih cepat dan tepat,” Eddy menerangkan.

Pembangunan pos-pos baca ini, kata Eddy, juga akan diiringi dengan lomba baca-tulis di tingkat pelajar, dengan ragam hadiah yang menarik, seperti bea siswa dan alat-alat elektronik. Tujuannya, kata dia, untuk memotivasi serta meningkatkan minat baca generasi muda.

Minat baca masyarakat Indonesia memang masih rendah. Menurut Direktur Perpustakaan dan Sanggar Baca Cinta Baca Indonesia, Harison Hasibuan, negara berpenduduk padat ini ada di nomor urut 38 dari 39 negara Asia untuk urusan minat baca.

Karena itu, kata Hasibuan, upaya yang dilakukan Pemerintah Kota Palembang diharapkan dapat memperbaiki rating Indonesia di negara-negara Asia.

“Kita berharap akan semakin banyak pembangunan pos-pos baca di setiap wilayah, dapat menaikkan minat baca Indonesia,” ujar Hasibuan.

Peresmian pos baca di Kecamatan Seberang Ulu 1 ini merupakan yang kedua di wilayah Palembang. Sebelumnya, pos serupa diresmikan di Kecamatan Gandus pada 2008. (why)

Rp 1 Billion to Build the Reading Post

• Mayor Love Reading Library Opens

Municipal government of Palembang is committed to promote reading in the public interest. After some time ago initiated the development of libraries in the mosques, the municipal government of Palembang will build 70 the reading post for one year.

Palembang mayor Eddy Santana Putra suggests that, when inaugurated the library love to read and announce the opening of 70 posts to read for a year, on KH. Wahid Hasyim street, 1 ulu village (kelurahan), Seberang Ulu 1 sub-district, Palembang 1, Monday (14 / 9).

“I have a commitment to all levels to build more reading posts, working with everyone to continue to boost interest in reading in the community,” said Eddy Santana.

The building of this reading post cooperated with Non Government Organization (NGO) of Indonesian Love Reading Library and the organization of Green Heart of Germany. The plan, in the early stages, the reading posts that will be placed in every village.

“This reading post will be continued to be built keep. Up to two small reading garden in each village. So there are 214 posts to read later, “said Eddy.

In fact, on the 2010 budget year later, Eddy said the government plans to increase the budget to build this reading post.

“I wish the year 2010 we increase to Rp 1 billion. This means greater than in 2009 (RP 500 million). So the development is more quickly and accurately, “Eddy explained.

The development of this reading posts, Eddy said, will also be accompanied by literate competition for student level, with an interesting variety of gifts, such as scholarships and electronic equipment. The goal, he said, to motivate and increase interest in reading for the young generation.

The reading interest of Indonesian society is still low. According to the Director of Library and Indonesian Reading Studios of Reading Love, Harison Hasibuan, this densely populated country in 38 sequential numbers from 39 Asian countries for interest in reading business.

Because of that, said Hasibuan, the efforts of municipal government of Palembang is expected to improve the rating of Indonesia in Asian countries.
“We hope the building of more reading posts in every area, will increase interest in reading in Indonesia,” said Hasibuan.

The inauguration of the reading post at Seberang Ulu 1 sub-district is the second one in the region of Palembang. Previously, a similar post was inaugurated at Gandus Sub-district in 2008. (why)





Pengunjung ke :
hit counters

Untuk mendapatkan tampilan terbaik sebaiknya menggunakan Mozzila Firefox browser.