Bidikan Kamera

Arsip

Links











Berita seputar kegiatan Pemerintah Kota Palembang klik di sini

Tanpa ke Malaysia, TKI Dapat Hidup Lebih Baik

Jumat 26/06/09, 14:59 PM oleh Wahyu Hidayat.

  

Wakil Walikota Palembang, Romi Herton

* Wawako Dukung Penghentian TKI ke Malaysia
* Warga Palembang Manfaatkan Peluang Yang Ada

Wakil Wali Kota Palembang Romi Herton, mendukung rencana pemerintah pusat menghentikan sementara pengiriman tenaga kerja Indonesia (TKI) di sektor informal ke Malaysia.

“Larangan itu lebih baik. Karena kalau bangsa ini mau besar, tidak harus  mengirimkan TKI keluar dan bangsa kita akan punya harga diri,” kata Romi, di Kantor Pemerintah Kota Palembang, Jumat (26/6).

Menurutnya, tanpa mengirim tenaga kerja ke Malaysia, Indoenesia masih dapat hidup lebih baik melalui lapangan pekerjaan yang ada.

Seperti diketahui, pemerintah melalui Menteri Tenaga Kerja Erman Soeparno, kemarin memutuskan bahwa besok (hari ini-red) pemerintah akan menghentikan sementara pengiriman TKI di sektor informal ke negeri jiran Malaysia. Hal ini terkait dengan maraknya kasus penyiksaan dan penganiayaan yang dialami pekerja Indonesia di sana.

Penghentian TKI, kata menteri, dilakukan sampai peninjauan ulang (review) nota kesepahaman atau MoU antara Indonesia dan Malaysia dilakukan pada 15 Juli mendatang. Mou tentang TKI sebelumnya ditandatangani kedua belah pihak pada Juni 2006.

Menyikapi keputusan ini, Pemerintah Kota Palembang, kata Romi akan melakukan berbagai upaya. Antara lain menjalin kerja sama dengan dengan masyarakat melalui dinas dan instansi pemerintah.

“Kita akan melakukan pembinaan keahlian. Ini untuk meningkatkan skill para pencari kerja, sehingga dengan skill yang dimiliki dapat meningkatkan taraf hidup,” katanya.

Romi juga mengatakan, sebenarnya para pencari kerja asal Palembang dapat memanfaatkan berbagai peluang yang ada di kota ini untuk mencari nafkah. Apalagi, katanya, Palembang bervisi menjadi kota internasional.

“Visi Palembang kota internasional dapat membuka peluang peningkatan kunjungan wisata. Dari situ, mereka (para pencari kerja) bisa memanfaatkan peluang yang ada, dengan menjadi pemandu wisata atau membuka jajanan khas daerah,” beber Romi.

“Masyarakat harus mampu berbahasa asing untuk menjadi pemandu wisata nantinya. Dan juga bisa membuka lapangan kerja sendiri,” demikian Romi. (why)

Without going to malaysia, Indonesian Worker in a Foreign Country (TKI) Can Live in a Better Condition.

Wakil Walikota Palembang, Romi Herton

* Vice-Mayor supported TKI go to Malaysia
* The society of Palembang make use of the available Chance.

Vice-mayor of Palembang city Romi Herton supported the planning of central government to stop provisionally the sending of TKI in formal sector to Malaysia.

“ The prohibition is better, because if this country will be great, it shouldn’t send the TKI abroad and our nation will be national self-respect,” said Romi in the office of Palembang city government, Friday(26/6).

According to Romi, without sending the worker to Malaysia, Indonesia can live in a better condition get by the available job. The government through the minister of labor Erman Soeparno, decided that tomorrow (today-red) the government will stop provisionally the sending of TKI in formal sector to Malaysia. The stopping of TKI , said the minister carried out till the review of MoU between Indonesia and Malaysia done on the next July 15. The previous MoU about TKI signed by the two party on June, 2006.

With this agreement the government of Palembang city would do some efforts among others to cooperate with the community get by the government agency.

“We are going to do the skill formation . it will be done to increase the skill of laborer so they can increase their standard of living ,” said Romi.

Romi also said that actually the laborer from Palembang city could make use of the available opportunity in this city to earn their living. Moreover, said Romi Palenmbang having a vision to be an international city.

“ The vision of Palembang to be an international city can open the opportunity to increase the tourist visit . it will give the opportunity for the laborer to be guide or to sell the various kinds of traditional food/snacks, “ said Romi.

“ The community should be able to master foreign language in order to be guide, and should also open the jobs, “ said Romi. (why)


Stiker Berlebihan, Bus Kota Dijaring Petugas

Kamis 25/06/09, 12:30 PM oleh Wahyu Hidayat.

  

Kemacetan di kota Palembang (sumber foto : kotapalembang.blogspot.com)

Sebanyak 47 bus kota dari berbagai jurusan di Kota Palembang dijaring oleh Dinas Perhubungan dan Kepolisian Kota Besar (Poltabes) Palembang.

Bus-bus kota itu dijaring karena memasang stiker secara berlebihan di bagian kaca depan dan belakang, sehingga menutupi pandangan di dalam bus. Stiker yang berlebihan ini dikhawatirkan dapat memicu tindak kejahatan di angkutan umum.

“Pembongkaran stiker ini telah diatur dalam Perda Nomor 10 Tahun 2005 tentang Tata Tertib Kendaraan. Razia yang kita gelar ini merupakan yang ketiga dalam satu bulan ini,” kata Kepala Seksi Penyidik Pegawai Negeri Sipil Dinas Perhubungan Kota Palembang, Heriyanto, ditemui di sela-sela razia di Jl. May Tjik Agus Kemas, Kamis (25/6).

Meski begitu, bus kota yang terjaring tidak ditahan. Supir bus dengan kesadaran sendiri melepas stiker di kendaraan mereka. Beberapa petugas juga membantu.

“Razia ini kita lakukan secara persuasif,” ujar Heriyanto.

Selain merazia bus ber-stiker, petugas juga menahan surat-surat mengemudi empat kendaraan. Dua diantaranya merupakan angkutan kota jurusan Sekip, dua kendaraan lagi merupakan travel angkutan kota dalam provinsi atau AKDP, yang dilarang melintas dalam kota sesuai dengan Perda Nomor 17 Tahun 2005.

Sementara itu, Kepala Unit Patroli Poltabes Palembang Iptu Hardiman, mengatakan, dalam razia kali ini pihaknya bersama dengan Dinas Perhubungan telah menjaring 130 kendaraan umum.

“Ini razia hari ke-tiga,” sebutnya, “kendaraan tersebut stikernya kita bongkar secara paksa di lapangan.”

“Kalau kendaraan tertutup terlalu berlebihan oleh stiker dan aksesoris lain, dapat saja menyebabkan kecelakaan. Selain itu, stiker dapat memberi ruang bagi pelaku tindak kejahatan beraksi secara leluasa karena tidak kelihatan dari luar,” tutur Hardiman. (why)

Oversticker, The City Buses Were Carried Out a Raid by Officer

As many as 47 city buses from various heading from in Palembang city carried out a raid by Transportation Agency and Large City Territorial Police of Palembang.

The buses were carried out a raid because of having oversticker on front windshield and on back windshield, so it would close the view in the bus. Oversticker was worried about triggering a criminal act in public transportation.

“ The forcing stickers pulled down were regulated on local regulation no. 10 in 2005 about vehicle Regulations. Police raid carried out was the third times in this month,” said the section head of civil servant investigator of Palembang Transportation Agency Heriyanto met while carrying out a raid on Mayor Tjik Agus Kemas street, Thursday (25/06).

However, the buses were swept up in a raid not to be arrested. The bus drivers with selfawareness pulling down the stickers on their bus. Some officers also helped them.

“This police a raid carried out with persuasive,” said Heriyanto.

Beside carrying out a raid the sickers, the officer also arrested the driver’s license of four vehicles , two of them were transportation from Sekip heading from and the others were from travel of city transportation in a province. The last ones were forbidden to go through in city related with the local government regulation no 17 in 2005.

Meanwhile, the unit head of Patrol of Large City Territorial Police of Palembang Iptu Hardiman said in this police raid, the police together with the transportation Agency had carried out a raid swept up in a raid 130 public transportation.

“ This police raid was the third day , and the stickers were forced to pull down ,” said Hardiman.

“ If the closed vehicles having oversticker and other accessories can cause the accident. Beside it would give the perpetrator to do criminal act freely because not to be seen by the traffic police,” said Hardiman.


Diperlukan, Kamus Bahasa Palembang

Selasa 23/06/09, 12:51 PM oleh Wahyu Hidayat.

  

Wali Kota Palembang Eddy Santana Putra menginginkan adanya kamus khusus berbahasa asli Palembang. Soalnya, penutur bahasa asli Palembang saat ini semakin langka.

“Kalau memakai bahasa daerah masing-masing, kan sulit dimengerti. Hanya, sepertinya memang diperlukan upaya pelestarian Bahasa Palembang yang asli sehingga tidak hilang nantinya,” katanya.

Kamus bahasa, kata Eddy, diperlukan sebagai acuan bagi masyarakat.

“Kami memang butuh kamus khusus untuk bahasa Palembang. Bahasa Komering saja ada kamusnya. Pemkot siap memfasilitasi,” katanya, seusai beraudiensi dengan panitia seminar bahasa di Kantor Wali Kota, Senin (21/6).

Menurut Eddy, ada kamus bahasa Palembang yang dibuat dan disimpan perorangan. Karena itu, di harapkan nantinya pakar-pakar bahasa, khususnya bahasa daerah, dapat membahas masalah tersebut.

Eddy juga mengatakan, adalah tidak mungkin bagi pemerintah melarang warganya untuk menggunakan bahasa Palembang modern seperti saat ini. Meski begitu, ia meminta tetap di lakukan evaluasi sehingga pemakaian bahasa itu tetap santun dan beretika.

“Kemungkinan rencana tersebut akan ditindaklanjuti dalam muatan lokal di sekolah,” ujar Eddy.

Sementara itu, Rektor Universitas Sriwijaya Badiah Parizade, mengatakan, Kota Palembang pada 23 Juli mendatang akan menyelenggarakan seminar pendidikan bahasa. Seminar ini rencananya dihadiri peserta dari Jakarta, Banten dan Kalimantan.

“Ini seminar wilayah barat yang akan mengupas masalah bahasa, termasuk bahasa daerah,” katanya. (why)

Palembangnese Dictionary Is Needed

The Mayor of Palembang city Eddy Santana Putra hoped the existence of native-Palembangnese dictionary, because the speakers of native-Palembangnese nowadays less and less.

“If everyone uses his own local language , it will be hard to be understood. To make the native-palembangnese everlasting should be done in order not to be abused .The native-palembangnese dictionary would be needed as a standard for society ,” said Eddy.

“ We really need the native-Palembangnese dictionary , as the Komering language dictionary has existed. The government of Palembang city will facilitate it,” said Eddy Santana Putra after having an audience with language seminar committee in the Mayor office, Monday (21/06).

According to Eddy, there had been native-palembangnese dictionary made and saved personally. So it would be hoped that the linguists, especially the linguists of local language, could discuss the problem.

Eddy also said that it would be impossible for the government of Palembang city forbade the citizen to use the modern palembangnese this time. However, he asked to evaluate the user sof the language were politely and linguistic etiquette.

“ The possibility of the planning will be taken the next step on the local content ( the local subject of the school ) in the schools,” said Eddy Santana Putra.

Meanwhile , the rector of Sriwijaya University Badiah Parizade said that the Palembang city on the next July 23 will hold the language educational seminar. The seminar will be planned in the presence of the participants from Jakarta, Banten, and kalimantan.

“This western zone seminar will discuss about the language matter included the local language,” said Badiah.


Penerima Satyalencana Dituntut Kinerja Maksimal

Kamis 18/06/09, 12:47 PM oleh Wahyu Hidayat.

  

Penerima Satyalencana di Tuntut Bekerja Lebih Baik Melayani Masayarakat

Sebanyak 215 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kota Palembang, mendapat penghargaan Satyalencana Karya Satya. Penghargaan diberikan kepada PNS yang telah menunjukkan kesetiaan, kejujuran, kecakapan serta kedisiplinan, serta telah bekerja terus-menerus selama 10, 20 dan 30 tahun.  Penghargaan diserahkan oleh Wali Kota Palembang Eddy Santana Putra, Kamis (18/6)   di ruang rapat DPRD Kota Palembang.

“Pengabdian ini sebagai penghargaan PNS yang telah melaksanakan tugasnya telah menunjukkan kesetiaan, pengabdian, kecakapan, kejujuran, dan kedisiplinan serta telah bekerja terus menerus sekurang-kurangnya 10 tahun, 20 tahun, dan 30 tahun,” jelas wako

Kepada PNS yang mendapat pengharagaan tersebut, Eddy berharap mereka yang telah terpilih sebagai pengabdian neraga yang baik, untuk lebih menunjukan kerja yang lebih baik lagi kepada masyarakat.

“Ini suatau penghormatan yang diberikan dari Prseieden RI dan suatau kebangaan bagi PNS, dengan pengharagaan ini kita harapakan dapat lebih memotivasi PNS untuk untuk bekerja lebih baik lagi,”jelasnya.

Sementara itu Kepala Dinas PU Bina Marga, Ir Kira Tarigan ST yang mendapatkan penghargaan Satyalencana Karya Satya 30 tahun, mengatakan akan lebih meningkatakan kerja yang keras sesuai dengan motto PU Bina Marga Kota Palembang “ Bekerja Keras Bertindak Cepat”.

“ Di lingkunan PU Bina Marga ada empat orang yang mendapat penghargaan , satyalencanan karya satya pengabdian 10 sampai 30 tahun,dengan pengharagaan ini kita akan lebih bekerja kerasa lagi, sesuai dengan moto PU Bina Marga, “Bekerja Keras Bertindak Cepat” yang tidak di batasi jam kerja meski pada malam hari, kita kalau di butuhkan akan tetap bekerja,”tutupnya. (why)

The Receivers of Satyalencana Are Insisted On Working Better to Serve the Society

215 civil servants of Palembang city government received Satyalencana Karya Satya award (reward presented to government personnel that have dedicated at leat 10 years of uninterrupted service with a government agency) as an appreciation of government to civil servants in carrying out his/her duty with loyalty, capability, honesty, and discipline. The award was given directly by the Mayor of Palembang city.

Thursday (18/06) the Mayor of Palembang city Ir. Eddy Santana Putra MT pinned a badge of award to 5 civil servant s as representative of agency of Palembang city government, as their high dedication to the country in the meeting room of regional legislative of Palembang city.

“The award as their civil servant dedication in carrying out their work with showing their loyalty, dedication, capability, honesty and discipline as well as they have worked with uninterrupted service. At least 10 years, 20 years, and 30 years , “ said Eddy Santana Putra.

To those who have accepted the award , Eddy hoped to work harder and better in the future.

This award as an appreciation given by the President of Indonesian Republic to civil servants, and with the given appreciation hoped to motivate civil servants to work better and harder,” said Eddy Santana Putra.

Meanwhile , the head of Bina Marga public works Ir. Kira tarigan ST one of choosen civil servant to receive Satyalencana Karya Satya with 30 years dedication said to work harder suitable with the motto of Bina Marga Public Works, “ Working Hard , Acting Fast “.

“ In Bina Marga Public works , there are four civil servants receive the Satyalencana Karya Satya award with dedication 10 till 30 years . With the appreciation we are going to work harder as relevant with the motto of Binamarga Civil Works “ Working Hard, Acting Fast “ without limited by the work hour . Eventhough at night if needed we are going to work,” said Tarigan.


Gubernur Puji Kemajuan Kota Palembang

Rabu 17/06/09, 14:32 PM oleh Wahyu Hidayat.

  

Peringatan hari jadi Kota Palembang ke 1326 diperingati dengan pemotongan empek-empek sebagai makanan khas Kota Palembang. Rabu (17/06)

  • Wako Terus Tingkatkan Keberhasilan

Gubernur Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) H Alex Noerdin, melalui Asisten III Pemrov Sumsel H Aidit Aziz memuji kemajuan yang telah dicapai Kota Palembang. Di usianya yang ke-1326, Palembang dapat mensejajarkan diri dengan kota-kota metropolitan di tanah air.

“Palembang banyak meraih prestasi, terakhir kali Palembang kembali berhasil meraih kembali adipura untuk keempat kalinya. Ini suatu kegembiraan yang luar biasa, kita tahu hanya ada 11 kota metropolitan di Indonesia, dan sekarang ini kita lihat kemajuan Palembang sangat pesat,” kata Aidit, Rabu (17/6),  seusai rapat paripurna istemewa DPRD Kota Palembang dalam rangka hari jadi Kota Palembang ke -1326 pada peringatan yang ke-38 .

Aidit berharap, seiring bertambahnya usia,  Palembang semakin maju dalam pembangunan, baik  infrstruktur, pelayanan publik , hingga sumber daya manusia.

“Dengan peringatan hari jadi Kota Palembang ke -1326 ini Palembang bisa lebih maju lagi di berbagai aspek pembangunan,” katanya.

Sementara itu, Walikota Palembang Ir. H Eddy Santana Putra MT, mengatakan akan terus meningkatkan pembangunan yang ada, baik itu dari aspek SDM pemerintahan dan masyarakat hingga pelayanan Publik.

“Indikator keberhasilan Kota Palembang, telah diakui masyarakat, bahkan pengakuan datang dari tingkat Asia dan internasional dengan apa yang telah di capai Palembang saat ini,” ujar Eddy.

Di usia yang ke 1326 ini , Eddy menegaskan Palembang akan terus dibenahi sehingga bisa bersaing dengan kota metropolitan yang ada di Indonesia maupun manca negara.

“Terlebih lagi akan diberlakukannya era perdagangan bebas pada 2010, Palembang akan terus di benahi, ditumbuh kembangkan sehingga bisa bersaing dengan kota lainnya,” katanya.

“Menyongsong perubahan zaman yang begitu cepat, pemerintah harus meningkatkan kerja sama yang maksimal dengan masyarakat guna mewujudkan visi dan misi kota Palembang menuju kota internasioanl, sejahtera dan berbudaya, pada tahun2013,” tutupnya. (why)

The Mayor of Palembang City Will Continue the Increasing of Success

The Governor of South Sumatera Province H.Alex Noerdin through Assistant III of South Sumatera Province Government H. Aidit Aziz praised to the progress of Palembang city for all aspects that had been achieved by Palembang city, even in the old age with its 1326th anniversary of which the same grade in progress with other cities in Indonesia . “ Palembang has accepted a lot of successes, at the last Palembang get again the adipura (clean city) award for the fourth times, that is making all of us feel proud, we know that there are 11 metropolitan city in Indonesia only, and this time we can see the the progress of Palembang city very fast.,” said Aidit Wednesday (17/06) after attending the meeting with the regional legislative of Palembang city in facing the 1326th anniversary of Palembang city.

Aidit hoped Palembang would be the more progress in developing for infrastructure, public service, , and HRD. ”With the celebration of its the 1326th anniversary , Palembang will be developed in all of development aspects ,”said Aidit.

Meanwhile, the Mayor of Palembang city Eddy Santana Putra MT said that the government of Palembang city will keep on the development of Palembnga city both the HRD of the government and society as well as the public service.

“ The succeding of the development has been admitted by the society of Palembang city, even the the Asia and International world has admitted any progress that has been achieved by Palembang City Government,” said the Mayor of Palembnga city.

In its 1326th anniversary ,Eddy said Palembang would develop and make better for any aspect so that Palembang could compete with other metropolitan cities in Indonesia as well as in the world.

“Moreover, with the imposition of WTO (World Trade Organization), to liberalize the international trade in 2010, Palembng will be developed continuously in order that can compete with other cities ,” said said Eddy Santana Putra.

The Mayor of Palembang city hoped on the transitional era of period advances that occurred so fast , the Palembang city government should increase the cooperation with various element and some components of society maximally , so the vision and mission of Pelembanmg could be realized; “ To advance toward the transitional era that occurred so fast, the government of Palembang city should increase the cooperation maximally to the society to realize the vision and mission of Palembang city to be international city, welfare and good behavior in 2013,” said Eddy.





Pengunjung ke :
hit counters

Untuk mendapatkan tampilan terbaik sebaiknya menggunakan Mozzila Firefox browser.